<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917</id><updated>2012-02-16T07:20:53.860-08:00</updated><category term='Ibu'/><category term='Hati'/><category term='Sahabat'/><category term='keluarga'/><category term='Sosial'/><category term='Politik'/><category term='Family'/><category term='Cinta'/><category term='Anak'/><category term='Bisnis'/><category term='Ummat'/><category term='Diri'/><title type='text'>Cermin Terbalik (Antologi Puisi &amp; Cerpen tentang Kehidupan)</title><subtitle type='html'>Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya, maka Tuhanmu mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(Qs91:7-10)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-2171867843280550251</id><published>2011-12-21T21:00:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T21:01:28.579-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><title type='text'>Kisah tentang sebutir kelapa. (Sebait memoar tentang ibu)</title><content type='html'>Di dunia ini tak ada sosok yang begitu berpengaruh pada diri seorang manusia, disamping ayah kecuali seorang ibu, bahkan bagi sebagian orang atau mungkin mayoritas manusia, ibu adalah sosok sentral dalam kehidupan mereka, segala keputusan hidup baik tentang sekolah, pekerjaan, pernikahan, keluarga dan lain-lain, tak luput dari sumbangsih ibu memberikan petuah dan nasehat bijaknya, saran dan larangan, usul dan pendapat serta pertolongan yang tulus diberikan kepada anaknya tanpa mengharap balas budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang ibu, ada berjuta kisah disana, ada suka ada duka, ada sedih ada senang, ada canda dan juga tawa, semua berpilin kasih dan terajut dalam bening cinta sang bunda.&lt;br /&gt;Begitupun bagi saya pribadi, ketika buntu pikiran, ibulah tempat mengadu dan berkeluh kesah, ketika menentukan pilihan, ibulah tempat pemberi nasehat dan sebagainya.&lt;br /&gt;Saat saya ingin melanjutkan kuliah, kepada ibulah saya meminta saran,ketika itu saya mengikuti umptn dan diterima di universitas negeri lampung, tetapi ibu menyarakan saya untuk kuliah di jakarta saja, jadilah saya kuliah di ubinus, selain dekat juga tidak memerlukan biaya tambahan, baik transportasi ataupun bea kost. Saya mengikuti saja saran beliau, saya yakin itulah yang terbaik untuk saya.&lt;br /&gt;Begitupun ketika saya menentukan siapa yang akan menjadi pendamping hidup saya, ibu saya ingin menilai dan melihat bagaimana rupa calon istri saya itu. Maka saya aturlah waktu dimana beliau bisa melihat calon istri saya tanpa sang calon istri mengetahui keberadaan ibu saya. Setelah melihat dengan seksama ibu saya hanya berkata, “Silahkan kamu lanjutkan”. Tanpa bertanya ini, itu, atau bibit bebet bobot dsb. Entah apa yang ia lihat, mungkin dengan mata bathin dan naluri keibuannya ia tahu bahwa inilah yang terbaik untuk anaknya.&lt;br /&gt;Begitupun ketika istri saya mengandung,  saya berkonsultasi tentang bagaimana dan di RS mana istri saya harus melahirkan, beliaulah yang selalu memberi saran. Memang saya akui, diantara tiga anak laki-lakinya, sayalah yang paling sering berkomunikasi dengan beliau, sebab abang saya sudah menikah dan tinggal dirumahnya, sedang adik saya yang laki-laki saat itu masih kecil, saya jugalah yang mengantar beliau kemanapun beliau ingin pergi, entah kepasar, ke dokter, ke undangan, ke tempat family dan sebagainya, saya seperti sopir pribadi beliau saja layaknya, dan bila saya ingat saat itu, saya sangat bahagia dan bangga sekali, karena saat itulah saat pengabdian saya kepada beliau, ketika beliau masih hidup, meski hanya sebagai sopir. Saat yang tidak akan mungkin terulang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sebelum kepergian beliau, beliau pernah mengajak saya pergi ke parung kerumah sepupunya tapi kali ini tidak memakai mobil, beliau ingin dibonceng pakai sepeda motor, saya kaget sekali, saya bertanya apa masih kuat boncengan motor, gpp, masih kuat katanya. Sayapun tak ingin membantah, jadilah saya pergi pulang dari kemanggisan ke parung sejauh 25Km bersama sang ibu, sebuah pengalaman yang cukup mendebarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segala kisah yang terpatri bersama sang ibu, ada satu kisah yang membuat saya sampai hari ini merasa gundah bila mengingat kejadian itu.&lt;br /&gt;Alkisah ketika beliau sakit (dan ternyata sakit beliau itu berkepanjangan hingga beliau bertemu Rabbnya) beliau meminta saya untuk mampir membelikan sebutir kelapa ijo di pasar palmerah sepulang dari kantor. Pada kali yang pertama, kelapa ijonya habis, jadi saya hanya membelikan kelapa biasa. Saya bilang besok saya belikan kelapa ijonya yang lain. Ibu saya tidak marah, ia pun menerima kelapa biasa itu. Saya pikir tugas saya sudah selesai, toh ibu saya juga tidak marah dan tidak ngotot untuk mendapatkan kelapa ijo itu, Ternyata saya salah besar, ia tidak marah karena menghargai saya yg sudah capek-capek membeli kelapa biasa itu, tetapi di hati kecilnya ia tetap menginginkan kelapa ijo itu. Dan ketika beliau disibukan oleh sakitnya, hingga beberapa kali masuk rumah sakit, saya pun melupakan janji saya tentang kelapa ijo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu ketika, beberapa bulan setelah wafatnya ibu saya,  saya kembali melewati kios kelapa ijo itu, barulah saya sadar bahwa saya masih punya janji terhadap ibu saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan.. setiap kali saya melewati jalan itu, mata saya pun berkaca-kaca, perlahan butir-bening mengalir, dan ada sesak didada yg tiba-tiba meraja, saya pun hanya diam terpaku seraya berguman “Ibu maafkan saya”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-2171867843280550251?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/2171867843280550251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/12/kisah-tentang-sebutir-kelapa-sebait.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2171867843280550251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2171867843280550251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/12/kisah-tentang-sebutir-kelapa-sebait.html' title='Kisah tentang sebutir kelapa. (Sebait memoar tentang ibu)'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-9119052101992904626</id><published>2011-11-15T23:19:00.000-08:00</published><updated>2011-11-15T23:20:13.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Resah</title><content type='html'>Dalam gulita malam ini&lt;br /&gt;Mengadu hamba pada Mu Ya Robbi&lt;br /&gt;Tentang rasa yg sama, tentang gundah yg sama&lt;br /&gt;Tentang mimpi dan angan yg bergelayut dalam doa-doa hamba&lt;br /&gt;Yang meretas kedalam ke nadi, merayu butir-butir darah agar menyampaikan kepada hati&lt;br /&gt;Tentang keinginan itu, tentang hasrat itu.&lt;br /&gt;Ya robbi..&lt;br /&gt;Jikalau bukan karena Rahmat dari MU&lt;br /&gt;Jikalau bukan karena kasih sayangMU&lt;br /&gt;Jika bukan karena mengharap tetap beningnya airmata ini,&lt;br /&gt;Jika bukan karena mengharap tetap sucinya niat ini,&lt;br /&gt;Niscaya dosa itu telah terkepal dalam genggaman, niscaya alpa itu menjadi cengkraman dalam setiap hembusan nafas hamba&lt;br /&gt;Menjadikan jiwa ini tersandera&lt;br /&gt;Menjadikan hati ini terbebani oleh gulana yg meremukan hari-hari hamba detik demi detik.&lt;br /&gt;Ya robbi...&lt;br /&gt;Dunia ini begitu mempesona&lt;br /&gt;Harta dan tahta berserak dalam benak hamba&lt;br /&gt;Puja dan puji manusia bersenandung indah dalam pikiran hamba&lt;br /&gt;Membangun surga fatamorgana dalam hati dan menebar kenikmatan maya yg tak pernah habis-habisnya menggoda&lt;br /&gt;Hingga letih jiwa ini mengikutinya&lt;br /&gt;Hingga perih kalbu ini tersayat lukanya&lt;br /&gt;Sedangkan jasad tak sanggup lagi menemani langkah-langkahnya&lt;br /&gt;Sedangkan fisik hanya bisa mengangguk menjalankan takdirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pekat gulita yg semakin gelap&lt;br /&gt;Kupejamkan mata yg tak bisa lagi merapat&lt;br /&gt;Sembab oleh airmata yg terlelap oleh kepedihan&lt;br /&gt;Sedang ekormata masih berharap bahwa butiran terakhir kali ini masih mampu mengalir&lt;br /&gt;Mencairkan kebekuan hati, mendamaikan gelisah dalam nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya robbi..&lt;br /&gt;Beri kami arti tentang diri ini&lt;br /&gt;Beri kami makna tentang jiwa ini&lt;br /&gt;Kami yang selalu hidup dalam kebekuan&lt;br /&gt;Yang selalu merasa resah kala nikmat tak lagi meraja&lt;br /&gt;Yang selalu merajuk tatkala bencana datang mengharu hiba&lt;br /&gt;Yang selalu lupa kala bahagia&lt;br /&gt;Yang selalu takut kala bala menyapa&lt;br /&gt;Yang tak bosan-bosannya berkeluh kesah&lt;br /&gt;Yang tak bosan-bosannya mengalungi airmata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya robbi&lt;br /&gt;Dalam desah nafas dan gundah gulana&lt;br /&gt;Dalam selimut malam yg semakin pekat&lt;br /&gt;Ku hamparkan letih dalam pelukanMU&lt;br /&gt;Seraya kususun jemari&lt;br /&gt;Kurangkai doa dan kusulam kata pinta&lt;br /&gt;Kupilin tasbih kuuntai kata harap&lt;br /&gt;Semoga hati ini tetap padaMU&lt;br /&gt;Semoga jiwa ini tetap bersamaMU&lt;br /&gt;Semoga hidup ini tetap berada di jalanMU&lt;br /&gt;Semoga lisan ini tetap berzikir mengingatMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ala bidzikrillah tatma'inul qulub'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-9119052101992904626?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/9119052101992904626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/11/resah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9119052101992904626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9119052101992904626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/11/resah.html' title='Resah'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7472319186910559009</id><published>2011-11-04T03:01:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T03:06:43.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ummat'/><title type='text'>Dan Surgapun Virtual</title><content type='html'>Sebuah fenomena, sekedar intermezzo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika dalam pengadilan akhirat, seorang hamba protes kepada Allah mengapa dirinya tetap dijebloskan kedalam neraka.Sedang ia merasa melakukan semua perintah allah dan menjauhi larangannya. Lalu Allahpun berbaik hati kepadanya dan membuatkan untuknya syurga virtual(maya), loh kok bisa?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada tahun 2000an saat sang hamba masih hidup, dimana era internet sedang berkembang dahsyat dan fenomena media sosial seperti facebook sedang melanda dunia, masing-masing manusia diseantero dunia tak mau ketinggalan untuk eksis didunia maya itu. Begitupula sang hamba. Sebenarnya sang hamba termasuk mukmin yang soleh, bahkan bisa juga disebut ustad karena kesalihannya itu, TETAPI ada yang terlupakan dari dirinya semenjak ia berjumpa dengan mahluk yang namanya facebook.&lt;br /&gt;Karena begitu antusiasnya ia menggunakan facebook sebagai ajang yang katanya sebagai sarana dakwah maka ia selalu mengupdate dan memposting kegiatannya setiap detik demi mengajak rekan-rekannya untuk bertaqwa, kembali kepada allah. Status bertuliskan "Sedang Tahajud, mari kita gapai nikmat allah" atau "nikmatnya dhuha" atau "sedang menanti adzan maghrib" maksutnya sedang menunggu berbuka, juga status ketika berada di pengajian, di mushola, dimesjid, ditempat taklim, bahkan ayat-ayat alquran berseliweran distatusnya yang katanya ayat inilah yang sedang beliau baca, juga kalimat "sudahkan anda sholat" "sudahkah anda baca quran" dan lain-lain mengiringi status beliau ketika melakukan ibadah. Sepintas memang tidak ada yang salah dengan status-status itu, justru status itu adalah status terbaik dalam dunia maya, daripada bikin status yang membuat orang lain marah, atau status bernada pornografi atau menjelek-jelekan orang alias ghibah. Tapi dibalik cemerlangnya logam, ada setitik celah yang mampu membuat logam itu hancur karena karat, dan disanalah iblis lebih pintar daripada sang hamba, ketika manusia terlena karena pujian dan sanjungan, ketika komentar indah dan jempol diangkat meninabobokan amal sholeh, maka saat itulah manusia menjadi lengah dan ketika manusia lengah ada saja bibit dosa yang disamarkan oleh iblis kehati manusia, ia tak terlihat mata telanjang, tersamar bagai tirai kaca, halus bagai partikel-partikel oksigen diudara, tetapi efeknya sangat luar biasa dahsyatnya. Dan bibit itu adalah riya. Ketika sang hamba melakukan aktifitas beribadah kepada allah dan secara sengaja mempublikasikannya dengan harapan orang lain mengikutinya, maka secara paralel ada sifat riya yang membonceng dalam statusnya itu. bagaimana tidak muncul riya, sebab media sosial seperti facebook bagaikan sebuah toa(speaker) mesjid, ketika seseorang sedang beribadah, misalnya sedang tahajud atau mengaji, lalu ia teriak-teriak di toa "Woi saya sedang tahajud..." yang didengar oleh seluruh orang kampung menunjukan bahwa sang hamba sedang riya, begitupun amalan-amalan lain yang dilakukan sang hamba pribadi lantas diupdate dalam statusnya juga merupakan sebuah riya, tanpa sang hamba sadari meski ia merasa sedang melakukan dakwah.&lt;br /&gt;Lalu ketika hari penghitungan tiba dan sang hamba protes mengapa amal baiknya tidak dinilai oleh Allah, mungkin allah akan menjawab bahwa dalam dunia nyata amal sang hamba telah hangus dimakan oleh sifat riya tadi, tapi dialam virtual, sang akun hamba tadi tetap mendapatkan ganjaran atas amalnya yakni surga virtual tadi. &lt;br /&gt;Dan para penghuni facebookpun banyak yang mendapatkan surga virtual atas amal baiknya…hihihi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7472319186910559009?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7472319186910559009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/11/dan-surgapun-virtual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7472319186910559009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7472319186910559009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/11/dan-surgapun-virtual.html' title='Dan Surgapun Virtual'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-2305219448974929944</id><published>2011-08-18T23:40:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T00:24:30.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Mirage</title><content type='html'>Lembut angin malam menyusup ventilasi&lt;br /&gt;meresap kedalam ruangan kosong &lt;br /&gt;dimana sajadah terhampar&lt;br /&gt;basah oleh resah sang pemiliknya&lt;br /&gt;berusaha mendinginkan hati yg gulana&lt;br /&gt;berusaha mecairkan geram yg membeku sejak tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun&lt;br /&gt;Dunia sedang bercanda kepadanya&lt;br /&gt;Nasib sedang bermain-main dengan kehidupannya&lt;br /&gt;Meledeknya dengan gurauan-gurauan nasib milik orang sekelilingnya&lt;br /&gt;dari mengusap lembut&lt;br /&gt;sampai menghimpit dengan himpitan yg begitu tajam&lt;br /&gt;dan meremuk dalam hingga ke tulang rusuk&lt;br /&gt;menguras tenaga dan membekukan otaknya&lt;br /&gt;hingga ia tak sanggup lagi untuk berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa yang resah&lt;br /&gt;mengapa engkau tak merasa&lt;br /&gt;sakit dan himpitan itu bukan datang karena takdir&lt;br /&gt;tetapi ia datang karena kau undang untuk bersarang di lubuk hatimu&lt;br /&gt;kau biarkan ia menari-nari mempermainkan perasaanmu&lt;br /&gt;kau tumbuhkan bibit kedengkian dalam jiwamu&lt;br /&gt;hingga merusak jiwa dan pola pikirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa&lt;br /&gt;mengapa kau senang melihat orang lain susah&lt;br /&gt;mengapa kau susah melihat orang lain senang&lt;br /&gt;bukankah rizki allah sudah tergaris untuk masing-masing hamba&lt;br /&gt;bukankah bala dan bahaya sudah tersurat dalam kitab yang maha tinggi&lt;br /&gt;mengapa engkau menyakiti jiwa mu sendiri&lt;br /&gt;dengan membiarkan hasad bersarang di hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai jiwa&lt;br /&gt;mengapa engkau sakit ketika melihat saudaramu menerima rizkinya&lt;br /&gt;mengapa engkau menderita ketika melihat kawanmu mendapatkan haknya&lt;br /&gt;bahkan engkau menginginkan kebahagian milik mereka menghilang dari dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai jiwa&lt;br /&gt;mengapa engkau membunuh dirimu sendiri dengan fatamorgana&lt;br /&gt;bukankah bahagia dan derita menggilir semua hamba&lt;br /&gt;ketika engkau sakit, mereka pun pernah sakit&lt;br /&gt;ketika engkau bahagia, merekapun pernah bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai jiwa&lt;br /&gt;jangan biarkan ibadahmu sia-sia&lt;br /&gt;jangan biarkan sujud-sujudmu hanya menjadi penghias dahimu saja&lt;br /&gt;jangan biarkan api kedengkian membakar pahala-pahalamu&lt;br /&gt;jangan biarkan dosa-dosa mereka mengalir deras memenuhi dirimu&lt;br /&gt;dan kerugian menjadi akhir kehidupan mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai jiwa&lt;br /&gt;ribuan tahun pun kau bersujud&lt;br /&gt;jutaan kali pun kau mengunjungi baitullah&lt;br /&gt;milyaran rupiah pun engkau berinfak dan bersodaqoh&lt;br /&gt;bahkan bila sepanjang hidupmu pun kau berpuasa tanpa henti&lt;br /&gt;akan sia-sia jika hasad dan dengki menyergap hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai jiwa&lt;br /&gt;mengapakah kita masih memikirkan dunia&lt;br /&gt;jika sang Nabi pun enggan memilikinya&lt;br /&gt;mengapakah kita masih mengharap dunia&lt;br /&gt;jika akhiratpun lebih baik darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika dunia yang membuatmu berat&lt;br /&gt;mengapa tak kau kembalikan kepada pemiliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dengki merasuki hati&lt;br /&gt;maka akhirat tak lagi bisa dimiliki&lt;br /&gt;Itulah orang-orang yang merugi&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-2305219448974929944?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/2305219448974929944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/08/mirage.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2305219448974929944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2305219448974929944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/08/mirage.html' title='Mirage'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5420806094767240248</id><published>2011-02-24T10:01:00.000-08:00</published><updated>2011-11-15T22:19:19.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Dik..</title><content type='html'>Dik..&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-MH1VXS4VoX0/TckEfbiqn-I/AAAAAAAAAL8/-Ul9Py9N-fE/s1600/diksmaller.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MH1VXS4VoX0/TckEfbiqn-I/AAAAAAAAAL8/-Ul9Py9N-fE/s320/diksmaller.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605016149254905826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jauh sudah perjalanan yang telah kita lalui..&lt;br /&gt;jauh sudah jarak yang kita tempuh..&lt;br /&gt;jauh sudah pandangan mata menghilang dari tempat berpijak pertama kali..&lt;br /&gt;jauh pula usia merambati benang kehidupan kita,&lt;br /&gt;sejak saat itu,  saat jiwa merasa perlu bersatu, saat azzam di hati saling berpagut, saat sang mimpi saling berjanji menjaga hati, untuk saling menguatkan satu sama lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik..&lt;br /&gt;ketika bahtera ini mulai ku kayuh pertama kali..&lt;br /&gt;ketika dayung sampan ini masih terasa ringan..&lt;br /&gt;ketika ombak lautpun masih mengusap lambung kapal dengan lembutnya..&lt;br /&gt;jiwa-jiwa kita pun terasa nyaman dan tenang..&lt;br /&gt;hati khusuk dan syahdu mensyukuri nikmat Tuhan..&lt;br /&gt;dan surgapun terasa lembut ditangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik..&lt;br /&gt;lalu kita pun melaju jauh ketengah lautan,&lt;br /&gt;menyisir nadi samudera hingga kepusaran gelombang..&lt;br /&gt;menantang tingginya ombak dan ganasnya deru angin..&lt;br /&gt;hingga tersadar bahwa hidup bukanlah sebuah permainan..&lt;br /&gt;hingga tersadar bahwa bahtera ini bisa terkoyak bahkan hancur berantakan..&lt;br /&gt;kita pun panik dan saling menyalahkan..&lt;br /&gt;atau terdiam karena syok akan hebatnya badai yang datang tak terperikan..&lt;br /&gt;atau gemetar dalam pelukan rasa takut yang begitu dalam..&lt;br /&gt;sampai akhirnya pertolongan Tuhan pun datang..&lt;br /&gt;mendamaikan keributan dihati, menenangkan jiwa yang gelisah..&lt;br /&gt;mengumpulkan kembali asa yang terserak, merapatkan kembali janji-janji yang hampir retak,&lt;br /&gt;menguatkan kembali azzam yang pernah berpagut, menyadarkan kembali khittah dan komitment diri, bahwa pernikahan adalah sebuah jalan takwa menuju pada ridhaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik..&lt;br /&gt;saat itu jiwa kita masih muda, emosi dan ego masih meraja..&lt;br /&gt;dan rasa percaya diri masih begitu tinggi,&lt;br /&gt;sedangkan iman dan hati ikhlas masih pas-pasan..&lt;br /&gt;rasa takwa kepada Tuhanpun hanya sekedar pelampiasan..&lt;br /&gt;ketika kita menyadari bahwa kita bukanlah manusia sempurna..&lt;br /&gt;ketika kita menyadari bahwa kita sangat lemah bahkan tak berguna..&lt;br /&gt;barulah kita tersadar bahwa kita saling membutuhkan satu sama lain..&lt;br /&gt;seperti jari jemari yang saling berpilin, seperti tulang dan sendi yang saling menguatkan satu sama lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik..&lt;br /&gt;aku tanpa mu bukanlah apa-apa dan engkau tanpa diriku bukanlah siapa-siapa..&lt;br /&gt;kita adalah dua anak manusia yang mencoba menaklukan kerasnya dunia..&lt;br /&gt;kita adalah dua anak manusia yang mengikuti jalannya takdir..&lt;br /&gt;mencoba membagi kehidupan dan kebahagiaan bersama..&lt;br /&gt;mencoba membentuk cinta dari asa dan rasa yang apa adanya..&lt;br /&gt;mengais-ngais sukacita dari remah-remah mimpi..&lt;br /&gt;mengutip-ngutip bahagia dari tetesan darah dan airmata..&lt;br /&gt;seraya mengharap hiba kepada illahi robbi..&lt;br /&gt;semoga jalan bahagia selalu diberi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik..&lt;br /&gt;dirimu adalah separuh nafasku, dan diriku adalah setengah jiwamu..&lt;br /&gt;dan anak-anak tidak melihat aku atau dirimu saja..&lt;br /&gt;kebahagiaan mereka adalah ketika aku dan kamu bersatu menjadi kita&lt;br /&gt;dan berpadunya hati kita menyempurnakan kebahagiaan mereka..&lt;br /&gt;Dan senyum mereka pun terbentuk karena kasih sayang kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik..&lt;br /&gt;biarkan kita menikmati dunia tanpa cela di hati..&lt;br /&gt;biarkan waktu mengalir menguji cinta kita..&lt;br /&gt;apakah ia sekedar permainan dunia atau jalan suci menuju cintaNYA..&lt;br /&gt;biarkan lengkung waktu menyapa atau menegur kita..&lt;br /&gt;menguji rasa ini kepada mu, menggoyahkan atau mengokohkan..&lt;br /&gt;hingga kita mengerti..bahwa kau dan aku memang telah digariskan..&lt;br /&gt;menikmati lembutnya takdir atau kerasnya nasib..&lt;br /&gt;menikmati kebersamaan dalam keberkahan..&lt;br /&gt;atau keberkahan dalam kebersamaan..&lt;br /&gt;mengukir zaman dan mengulas kisah..&lt;br /&gt;menautkan mutiara-mutiara penuh hikmah..&lt;br /&gt;membentuk generasi yang diidamkan sang nabi..&lt;br /&gt;yang membanggakan beliau di akhirat nanti..&lt;br /&gt;semoga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the midle of the night&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5420806094767240248?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5420806094767240248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/02/dik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5420806094767240248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5420806094767240248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/02/dik.html' title='Dik..'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MH1VXS4VoX0/TckEfbiqn-I/AAAAAAAAAL8/-Ul9Py9N-fE/s72-c/diksmaller.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-209565774538014779</id><published>2011-01-23T01:56:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T01:58:48.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ummat'/><title type='text'>Cerita Tentang Sebuah Kalung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Oleh : Ibnu Hasan Ath-Thobari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalung yang mengenyangkan orang lapar, menutupi yang telanjang dan mencukupi yang miskin serta membebaskan seorang budak".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seusai shalat berjamaah, Rasulullah saw duduk dan para sahabat  melingkari beliau tiba-tiba datang seorang tua yang hampir saja tak  berdaya menopang tubuhnya karena lapar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang tua itu berkata : " Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku  makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku  kecukupan ". Rasul yang dermawan itu berkata : " Aku tak punya apapun  untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan  ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah  datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai  oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang  dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan  ia ke rumah Fatimah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah,  sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras :  assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam,  keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam ".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : " siapakah bapak? " Ia  menjawab : " aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu  ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah  orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga  Allah memberkahimu ".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu, Rasulullah dan Keluarga beliau juga sedang mengalami  kesulitan yang sama, sejak tiga hari lalu mereka belum makan, Rasul pun  mengetahui kondisi mereka, maka Fatimah pun mengambil kulit domba yang  biasa dipakai Hasan-Husain untuk alas tidur kedunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;" Ambillah ini, semoga bapak mendapatkan sesuatu yang lebih baik  darinya " kata Fatimah sambil memberikan kulit itu. Orang tua itu  berkata : " Wahai putri Nabi, aku mengadukan keadaanku yang lapar, tapi  engkau hanya memberi kulit domba ini ? apa yang bisa aku perbuat dengan  kulit ini? ".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar ucapan orang tua itu, Fatimah mengambil kalung yang  dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga,  diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : " Ambillah ini dan  juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik ".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang itupun menerima kalung itu  dengan gembira lalu pergi ke masjid  untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada  Rasulullah : " Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung  ini dan ia berkata : " Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu  sesuatu yang lebih baik ".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar itu, Rasulullah pun menangis.  Ammar pun berdiri seraya  berkata : "Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung  itu? ". Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar, sekiranya jin dan  manusia ikut membelinya tentu Allah tidak akan menyiksa mereka dengan  api neraka”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual  kalung itu wahai saudaraku?”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan  rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku  dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui  keluargaku”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang  didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia  berkata kepada orang arab baduy itu : "Anda akan saya beri uang 20 dinar  200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai  ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”.&lt;br /&gt;Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang  dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu  alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan  berpakaian?” Orang itu berkata : "Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi  Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :”Jika demikian, balaslah Fatimah atas perbuatannya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang itu berdoa :” Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan, kami  tidak mengabdi melainkan hanya pada-Mu. Ya Allah berilah kepada Fatimah  hal-hal yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar  oleh telinga dan tidak pernah terbayang oleh hati manusia”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah mengamini doa orang itu lalu menjumpai para sahabat seraya  berkata : "Sesungguhnya Allah telah memberikan hal itu kepada Fatimah  di dunia, demikian itu karena aku adalah ayahnya, tidak ada seorangpun  yang semisal denganku, Ali adalah suaminya, tidak ada orang yang  sebanding dengannya, Allah juga memberinya Hasan dan Husain tidak ada  manusia yang semisal dengan keduanya di alam ini keduanya adalah  pemimpin pemuda surga”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara sahabat mulia yang hadir saat itu adalah Miqdad ibn Amr,  Ammar, dan Salman radhiyallahu anhum, Rasulullah bertanya : ”Maukah aku  tambah lagi?” “Mau Ya Rasulallah”. Jawab mereka singkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah bersabda :”Baru saja malaikat Jibril datang padaku dan  berkata : ”Jika Fatimah telah dipanggil oleh Allah dan saat di kuburnya  akan ditanya, siapa Tuhanmu? Maka ia menjawab : Tuhanku adalah Allah,  kemudian ditanya: Siapakah Nabimu? Maka ia akan menjawab : Nabiku adalah  ayahku. Siapa yang berziarah kepadaku setelah wafatku seolah dia  mengunjungiku pada saat hidupku dan siapa yang berziarah kepada Fatimah,  seakan ia berziarah kepadaku”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak  misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak  yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah  yang didapatkannya saat  perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata :  ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk  beliau”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya  kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah  bersabda : "Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan  engkau menjadi miliknya”.&lt;br /&gt;Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada  Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun  dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun  berkata : "Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku  tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi  pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan  memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/keberkahan-seuntai-kalung-putri-rasul-yang-mulia.htm&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-209565774538014779?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/209565774538014779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/01/cerita-tentang-sebuah-kalung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/209565774538014779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/209565774538014779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/01/cerita-tentang-sebuah-kalung.html' title='Cerita Tentang Sebuah Kalung'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7915001018581079546</id><published>2011-01-10T20:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T22:32:00.256-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>Sebuah Rahasia</title><content type='html'>Pada sabtu siang, selepas dari rumah orang tua (alm), saya menyempatkan diri mampir ke rumah teman masa kecil yang sedang ditimpa musibah kecelakaan, hingga kaki kanannya harus di gips karena terlindas taxi. Syukurlah ia masih hidup dan hanya menderita patah tulang kaki (tipikal orang indonesia yang tetap bersyukur meski apapun terjadi :)),Asyik bercerita ngalor ngidul tak berasa hingga dua setengah jam waktu berlalu. Saya belajar banyak dari kejadian itu bahwa kita bukanlah pemilik jasad ini, meski kita berusaha menggapai kebahagiaan atau bencana, jika takdir Allah menentukan bahwa bahaya akan menemui kita, maka ia akan terjadi. Sahabat saya ini, mempunyai karakter asli periang, dan tak pernah pusing akan takdir yang ia terima. Meski awalnya sempat drop, melihat tulang kaki kanannya hancur, tapi tidak berlangsung lama, ia bisa kembali menjadi dirinya sendiri. Ia tetap periang dan senang berguyon, bahkan sakitnya itu menjadi bahan candaanya sendiri. Raut wajahnya tetap sama, tidak terlihat bahwa ia sedang tertimpa musibah. Mungkin suggesti seperti itu yang membuat luka cepat pulih. Sulit menemukan orang yang tetap ceria dalam kondisi apapun yang terjadi, selain mematut diri, bisa kah saya setegar beliau jika mengalami kondisi yang sama. Satu mutiara hikmah yang bisa diambil sebagai ibroh. Hmm sangat sulit untuk dijalani dan tidak semua orang bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, saya kembali mendapat mutiara hikmah yang tak kalah besar. Saya mendapat khabar Bibi saya (encang dalam bahasa betawi) meninggal dalam usia 88 tahun. Saya merasa menyesal sekali tidak bisa mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir karena suatu urusan. Beliau dikebumikan satu jam sebelum saya tiba dirumahnya. Bibi saya yang walau usianya sudah lanjut usia, tetapi tetap gagah dan enerjik. Sering saya berguyon dengannya, dan jika sudah ngobrol bisa berjam-jam. Ia bercerita tentang apapun yang ia ingin ceritakan, kadang suka menyentil kadang bikin saya terbahak-bahak. Yang saya paling suka cerita darinya adalah cerita tentang masa kecilnya, masa kecil ayah saya dan masa kecil adik-adiknya. Dari jaman belanda (ia kelahiran 1923), jaman jepang, jaman kemerdekaan, jaman gestapu, hingga jaman orde baru. Keahlian beliau paling disenangi orangtua dan ditakuti anak kecil, yakni urut/pijat. Anak saya meski masih kecil paling faham jika masuk ke gang rumah beliau pasti mengajak putar balik. Terakhir kali saya bertemu, saat lebaran tahun kemarin, saya sempat minta doa biar lancar dalam urusan bisnis dan karir. Nah ketika saya pamit, tiba-tiba beliau menyuruh saya kehadapannya, kening saya di usap dan ubun-ubun saya ditiup seraya membaca doa perlahan. Kemudian setelah saya selesai, tiba-tiba istri saya pun ditarik dan diperlakukan sama, diusap ubun-ubunnya dan dibacakan doa. Setelah selesai, saya bertanya, "Yang barusan buat ape cang aji?",beliau menjawab "biar bini lu patuh dan enggak galak sama elu",tukasnya..". Hahaha, saya dan istripun terpingkal-pingkal, kirain didoain biar karir bagus juga..hihihi.&lt;br /&gt;Ibroh dari sisi kehidupan bibi saya ini adalah, jangan pernah lemah oleh usia, jangan malas karena umur, dan selalu positip thinking untuk semua apapun yang terjadi alias "smile forever whatever it takes" . Hmm sangat sulit untuk dijalani, tak semua orang bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pagi ini, saya kaget membaca berita, seorang komedian epy kusnandar divonis umurnya tinggal empat bulan lagi karena kanker otak. Saya kaget karena lagi-lagi mengetahui bahwa hidup dan mati itu sebuah misteri. Andai vonis itu jatuh ke saya, apakah yang saya  bisa kerjakan, kecuali menangis dan menangis menyesali bahwa hidup ternyata telah berlalu begitu saja, masa telah terlewati tanpa makna. Dan waktu yang diberi tenyata tinggal sedikit tak lebih dari seumur jagung. Belum lagi mengingat istri dan anak-anak yang masih kecil. Tak akan sanggup beban ini mendapat cobaan seperti itu. Tapi ketika saya melihat sang komedian, dia hanya berkata, saya ikhlas, ikhlas akan takdir Tuhan. Saya pun tersentak, Wow itulah jawabannya dari dua pertanyaan saya diatas, Ikhlas, sebuah pernyataan hati yang membuat dunia dan seisinya terasa kecil mana kala ikhlas menjadi kata kunci. Mana kala ikhlas menjadi sebuah rahasia dalam menjalani hidup. Rahasia yang sebenarnya terang benderang diketahui manusia, tetapi seringkali hilang ketika dibutuhkan. Dalam setiap detik nafas, dalam setiap denyut jantung ikhlas itu sebenarnya hadir disekeliling manusia, tetapi keangkuhan dan kesombongan, harga diri dan emosi, menutupi jalan hati untuk menggapai keikhlasan itu sendiri, sehingga ketika bahaya datang, ketika cobaan tiba atau ketika musibah menghampiri,  manusia selalu merasa Tuhan tidak adil, serasa manusialah pemilik jiwa dan&lt;br /&gt;raganya, padahal Allah lah sang maha pemilik jiwa raga ini. Wallahua'lam bisshowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7915001018581079546?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7915001018581079546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/01/sebuah-rahasia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7915001018581079546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7915001018581079546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2011/01/sebuah-rahasia.html' title='Sebuah Rahasia'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-4917835701598624709</id><published>2010-10-06T02:44:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T02:50:53.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Dua Sujud Saja</title><content type='html'>“Setetes air akan terlupakan jika ada segelas air, segelas air akan terlupakan jika ada seember air dan seember air akan terlupakan saat melihat kolam air melimpah ruah, sayangnya waktu berjalan berbanding terbalik, lautan luas, danau, kolam dan seember air hanya ada dimasa muda kita, dan semakin kita tua, kita hanya bisa mendapatkan setetes air di akhir hidup kita, dan dua sujud itu bagai setetes air yang melepas dahaga...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu aku terbaring lemah di tempat tidur, ku usap kening yang basah dan ku basuh kembali dengan kompress yang telah disiapkan oleh istriku sejak pagi tadi. Ku coba menenangkan diri dan merenungi, mengapa aku bisa terserang penyakit seperti ini.&lt;br /&gt;Sudah tiga hari ini aku merasakan badanku sangat panas, bibir kering dan badan pegal-pegal, tapi aku tidak tahu mengapa seluruh sendiku terasa nyeri sekali. Aku sudah berusaha pergi kedokter, dan dokter menyatakan aku hanya sakit kelelahan biasa, dan tak perlu ada yang dikhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat pada sepertiga malam, kurasakan badanku tak bisa bergerak sama sekali, aku terbaring lemah di kasur, hanya bisa memandang langit-langit dengan bola mata yang senantiasa basah oleh airmata. Saat-saat seperti ini kematian terasa begitu mendekat dan kecongkakan sebagai manusia lenyap dari sanubari. Berganti dengan rasa takut akan ajal yang akan segera tiba sementara jiwa belum siap menghadapinya. Hanya tangisan dan tangisan mengisi detik demi detik, menyesali waktu yang terlewat begitu saja, menyesali masa yang berlalu tanpa makna. Seraya bibir bertasbih dan hati memohon janji kepada sang pemilik jiwa untuk diberi sehat kembali agar bisa beribadah dengan lebih baik dari hari ini dan hari kemarin. Begitulah janji ucap seorang hamba ketika dalam posisi lemah, ketika dalam posisi tertawan oleh takdir bahwa kelak manusia akan mati meninggalkan dunia dan pergi menemui rabbnya. Aku yang saat itu tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa memohon kepada rabb agar diberi kesempatan beribadah kepadanya, melaksanakan qiyamullail meski aku tak tahu apakah sanggup atau tidak, Aku hanya ingin sholat dengan khusuk, di saat-saat akhir kekuatan masih merayap dalam tubuh ini, disaat aku masih bisa bersujud meski dua sujud saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat aku sehat, jangankan dua sujud, ribuan sujud pun aku masih sanggup, tetapi ribuan sujud itu aku sia-siakan, berlalu bagai debu ditiup angin. Kini, hanya dua sujud saja yang aku persembahkan untuk Tuhanku aku tak mampu, hanya dua sujud saja aku tak bisa, sampai aku  memohon-mohon dengan air mata kepada Rabbku agar diberi kekuatan menegakan dua sujud itu. Ya robbi, hanya dua sujud saja aku tak bisa memberikan ibadah terbaikku untuk Mu. Ya Tuhanku, bagaimana berharganya dua sujud ini bagiku, dua sujud yang pernah aku sia-siakan dalam sehat dan waktu luangku. Dua sujud yang membedakan seorang mukmin dengan fajir, dua sujud yang membuat hamba mudah dikenali pada yaumil mahsyar, dua sujud yang memberikan kedamaian pada malam-malam seorang hamba yang soleh, dua sujud yang memberikan keadilan pada para pemimpin yang takut kepadamu disaat manusia lain terlelap tidur. Dua sujud yang membuat si papa merasa lebih kaya dari para agniya yang masih sibuk menghitung uangnya meski hari telah larut, dua sujud yang mampu memberikan keberkahan dan kesehatan para hambamu para ahli qiyamul lail, dan dua sujud itu pula yang telah aku lupakan selama ini, sehingga aku tak siap menghadapi terkaman takdir bahwa aku harus terbaring disini. Ya robbi, ampuni aku...ya robbi kasihani aku...ya robbi beri aku kesempatan menikmati dua sujud itu...ya robbi...amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In The middle of the night, mencari sujud yang hilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-4917835701598624709?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/4917835701598624709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/10/dua-sujud-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4917835701598624709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4917835701598624709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/10/dua-sujud-saja.html' title='Dua Sujud Saja'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5927874995871396929</id><published>2010-09-08T13:18:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T13:20:25.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Ibadah terbaik diujung ramadhan.</title><content type='html'>Ya robbi,&lt;br /&gt;Tak terasa hamba telah berada diujung ramadhan.&lt;br /&gt;Tak terasa pula hari-hari hamba melaju begitu saja.&lt;br /&gt;Tak terasa waktu terlempar sia-sia tanpa makna.&lt;br /&gt;Meski hati meratap dan jiwa mengharap atas pengampunanMU di bulan berkah ini.&lt;br /&gt;Janji yg terucap setahun lalu selaksa tanpa makna.&lt;br /&gt;Saat hamba kembali sibuk pada urusan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi,&lt;br /&gt;Betul di awal ramadhan hamba merasa dekat kepada mu.&lt;br /&gt;Betul saat itu hati ini sangat syahdu mengucap kalam ilahiMu.&lt;br /&gt;Tapi, seiring berjalan waktu, ketika kesibukan tugas menyergap tak kenal ampun, menelusup nadi dan mengancam idealisme kami sebagai hamba, hilang pula kesyahduan ibadah kami.&lt;br /&gt;Yang ada hari-hari ramadhan berjalan seperti hari biasa, bahkan lebih keras dan kejam, karena terbeban oleh makna kemenangan idul fitri yg kami artikan hanya sebatas kemegahan dan kemewahan, ajang pamer materi antar manusia dan manusia lainnya. Jadilah kami para pemangsa buas sebuah materi bernama uang, dan dengan alibi tunjangan hari raya, kamipun menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;Hari-hari kami pun lebih sibuk dengan urusan dunia. Jejaring sosial, sms, chating, bbm ataupun email, lebih menarik perhatian kami ketimbang kitab suci MU. Juga canda ria dan gelak tawa lebih mendominasi daripada harapan mohon ampun akan penyesalan diri di bulan suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya robbi.&lt;br /&gt;Kini dimalam terakhir ramadhan Mu tahun ini. Kami bersujud dan bersimpuh mohon ampun atas kelalaian ini. Berusaha mengisi hati-hati kami dengan mengingatmu kembali. Meski kami tahu. Semua itu tak mengembalikan ramadhan kami lagi.&lt;br /&gt;Jika Engkau bertanya kepada para hambaMu yang saleh, apakah ibadah terbaik kalian pada  ramadhan tahun ini, mereka pasti dengan mudah menyebutnya dengan lantang.&lt;br /&gt;Tapi jika engkau bertanya kepada kami, apakah ibadah terbaik kami ramadhan tahun ini?, maka kamipun hanya bisa terdiam.&lt;br /&gt;Hanya lelehan airmata dan butiran penyesalan yang kami berikan.&lt;br /&gt;Hanya tangisan yg menyesak dada yang menjadi jawaban.&lt;br /&gt;Dan mungkin, hanya airmata penyesalan ini yang bisa menjadi ibadah terbaik kami, ya robbi.&lt;br /&gt;Tiadalagi selain bulir-bulir bening yg jatuh perlahan di kelopak mata kami.&lt;br /&gt;Mengingat tak satupun diantara kami yg tahu, apakah kami akan bertemu lagi dengan ramadhanMu tahun depan.&lt;br /&gt;Atau ramadhan ini adalah ramadhan terakhir bagi kami...&lt;br /&gt;Faghfirliii, faghfirliii yaa robbi..ini kuntu minadz dzholimiiin.&lt;br /&gt;Ampuni kami ya robbi, sesungguhnya kami termasuk orang-orang yg zholim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5927874995871396929?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5927874995871396929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/09/ibadah-terbaik-diujung-ramadhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5927874995871396929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5927874995871396929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/09/ibadah-terbaik-diujung-ramadhan.html' title='Ibadah terbaik diujung ramadhan.'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5020255920098501979</id><published>2010-08-10T01:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T01:03:25.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Ketika Senja Awal Ramadhan Tiba</title><content type='html'>Nak, lihatlah ke ufuk barat&lt;br /&gt;Sejumput mega berwarna jingga telah menyambut hari-hari kita.&lt;br /&gt;Hari-hari yang akan membawa kita kepada rangkulan kasih sayang Tuhan&lt;br /&gt;Hari-hari yang membuat semua orang bergembira&lt;br /&gt;Hari-hari dimana persaudaraan semakin merekat&lt;br /&gt;Antara si kaya dan si papa&lt;br /&gt;Antara si miskin dan yang berpunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Sebelum jingga itu menghilang&lt;br /&gt;Sebelum malam-malam itu menerangi sujud-sujud kita&lt;br /&gt;Mari kita ucapkan syukur kepadaNYA&lt;br /&gt;Karena kita dipertemukan kembali oleh hari-hari yg penuh rahmat dan ampunan itu.&lt;br /&gt;Hari-hari dimana amal baik dilipat gandakan&lt;br /&gt;Hari-hari dimana ampunan di curahkan dari langit tiada henti, dalam siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Inilah saat yang kita tunggu-tunggu,&lt;br /&gt;Saat menebar kebaikan dan kasih sayang lebih banyak dibanding hari biasanya.&lt;br /&gt;Saat kita meminta kebaikan untuk diri kita dan untuk orang lain yg kita sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Saat ini nenek terbaring sakit, berdoalah dalam sholatmu nanti untuk kesembuhan beliau dan ditambahkan kesabarannya.&lt;br /&gt;Doakan pula ayahmu ini agar tetap kuat memegang kemudi bahtera rumah kita,&lt;br /&gt;Agar tetap istiqomah mencari rezeki yang halal, tidak terperosok kedalam lembah harta yg haram yg membuat keluarga kita menangis tak henti-henti karena dosa itu.&lt;br /&gt;Doakan pula ibumu agar bertambah sabar dan kuat dalam membantu ayah, dalam menyayangi kamu dan adik-adikmu. Mintalah kepada Tuhan agar ibumu tetap tegar menghadapi kondisi apapun, sebab godaan dunia begitu kuat dan dahsyat, sehingga mampu menenggelamkan kesabaran kita.&lt;br /&gt;Doakan pula teman-temanmu yang mungkin saat ini menderita, baik oleh penyakit, kemiskinan ataupun musibah yang menimpa keluarga mereka. Doakan mereka tetap tersenyum meski perih dan pedih menghantui langkah-langkah mereka.&lt;br /&gt;Doakan pula teman-temanmu dari kalangan berada, semoga keluarganya tetap diberkahi sehingga mereka bisa membantu saudara kita yang papa.&lt;br /&gt;Doakan pula keluarga kita bisa menyelesaikan hari-hari itu dengan ibadah dan syukur kepadaNYA. Tetap konsisten dalam rangka muroqobatullah, mendekatkan diri kepadanya, sebab Dialah pemilik alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, &lt;br /&gt;Sebelum kita memasuki hari nan suci itu.&lt;br /&gt;Mari kita sucikan niat dan diri kita,&lt;br /&gt;Mohon ampunan kepada sang pencipta&lt;br /&gt;Mohon maaf kepada sahabat dan saudara&lt;br /&gt;Semoga langkah-langkah kita menjadi ringan karena maaf-maaf itu.&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Selepas senja nanti,&lt;br /&gt;Marilah kita mencoba menghisab diri&lt;br /&gt;Meluruskan niat dan menata hati ini&lt;br /&gt;Dengan mengurangi gelak tawa dan canda yang bisa menutupi hati&lt;br /&gt;Menggantinya dengan tangisan dan harapan semoga diampuni&lt;br /&gt;Atas dosa-dosa yang pernah terjadi&lt;br /&gt;Semoga Allah meridhai setiap usaha yang kita lakukan.&lt;br /&gt;Mari nak,&lt;br /&gt;Kita sambut sang senja itu, dengan senyuman takwa dan pengharapan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban ya ramadhan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5020255920098501979?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5020255920098501979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/08/ketika-senja-awal-ramadhan-tiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5020255920098501979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5020255920098501979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/08/ketika-senja-awal-ramadhan-tiba.html' title='Ketika Senja Awal Ramadhan Tiba'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7834008498808873257</id><published>2010-06-30T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T01:40:00.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ummat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Sejumput empati yang terlupa...</title><content type='html'>Kisah ini terjadi pada tahun 2000, dan ini adalah pengalaman pribadi yang sangat menyentuh jiwa saya. Kisah ini adalah mewakili karakter sejumlah manusia yang bertanggung jawab atas nasib seorang bocah kecil yang pergi menemui Rabbnya karena kealpaan kami dalam menjawab keinginan sang bocah yang begitu mulia dalam menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini pula yang menyadarkan saya betapa pentingnya mempunyai sense of crisis yang tinggi terhadap kaum papa, betapa pentingnya arti persaudaraan terhadap kaum miskin, betapa pentingnya pula merendahkan diri dan mengayomi sesama mahluk, juga betapa pentingnya melihat dan turun kebawah-menerima informasi secara langsung serta betapa pentingnya menikmati sulitnya kehidupan mereka,kehidupan kaum dhu’afa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini bermula dari keinginan sebuah keluarga kecil nan papa untuk menyekolahkan putri semata wayangnya kesebuah Taman Kanak Kanak Islam Terpadu di bilangan Kemanggisan Jakarta Barat yang kebetulan saya menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah keluarga itu adalah keluarga putri, dengan sang anak bernama Putri (bukan nama sebenarnya), ibunya bernama Ummi Putri dan ayahnya Abi Putri. Tingkat ekonomi keluarga itu bukanlah termasuk tingkat ekonomi keluarga mampu, bukan pula tingkat ekonomi keluarga para penerima MSAA yang mulai kongkalikong dengan pemerintah agar tidak dijadikan miskin, bukan pula keluarga mantan penguasa orba atau keluarga kroninya, bukan pula para keluarga oportunis baru yang mulai menggeliat pencari peluang kapan bisa dekat dengan penguasa, bahkan keluarga tersebut dapat dikatakan hidup dibawah garis kemiskinan, garis yang menjadi fenomena umum yang mewakili mayoritas rakyat Indonesia pasca krisis moneter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Putri hanyalah seorang pedagang bakmi ayam keliling, sedang Ummi Putri adalah seorang pedagang gado-gado. Mereka adalah kaum urban yang mencoba mengadu nasib di Jakarta. Tinggal dikontrakan sempit dan kurang terawat di pinggiran Kemanggisan, berbatasan dengan Kelurahan Kebun Jeruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerasnya kehidupan kota, sayangnya tak mampu dihadapi secara tegar oleh Abi Putri, Beliau sering marah-marah, bahkan terkesan cuek dengan anak istrinya.Setiap kali ada masalah, selalu diakhiri dengan pertengkaran sengit yang cukup membuat jiwa Putri menjadi terganggu bahkan mungkin bisa dikatakan depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi putri lebih bijak dari sang ayah, beliau dikaruniai kesabaran yang kuat untuk menghadapi badai dalam bahtera rumah tangga, beliau berusaha mengalah dan menutupi sesalahan suaminya dengan rajin beribadah. Apapun perkataan dan cercaan suaminya tak pernah Ia balas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri pun bukanlah seorang anak yang manja, Ia seorang anak yang pendiam dan jarang merepotkan orang tua. Saat saya tanyakan tentang sifat-sifat Putri kepada temannya, rata-rata mereka menjawab bahwa putri adalah anak yang baik,rajin dan pandai pula di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Putri memang sudah bersekolah, gadis kecil berusia 5 tahun itu sudah masuk ke sekolah taman kanak-kanak kelas A (nol kecil). Ibunyalah yang mengantar pendaftarannya waktu itu. Saat itu kami dari Yayasan belum tahu secara pasti tingkat ekonomi keluarga putri, sebab dari data yang masuk, tertulis pekerjaan Abi putri sebagai wiraswasta. Kebijakan kami adalah membebaskan biaya sekolah bagi para yatim atau piatu atau kepada keluarga yang secara tertulis menyatakan tidak mampu, kami tidak mengetahui kalau keluarga putri tidak mampu, akhirnya biaya masuk dan SPP untuk putri kami anggap setara dengan siswa-siswa yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah telah berjalan selama 3 bulan, putri pun bersekolah sama seperti anak-anak yang lain, dengan ceria membawa tas dengan dorongan roda seperti travel bag yang saat itu lagi ngetop pada anak-anak seusianya. Pulang sekolah bermain dengan anak-anak sebayanya dan bermain sepuasnya layaknya anak-anak seusia taman kanak-kanak yang sedang memahami kehidupan dunianya yang penuh keceriaan. Dibidang akademis, menurut laporan kepala sekolahnya, Putri pun kelihatan pintar dan cerdas, Ia cepat sekali menerima pelajaran membaca, menulis dan berhitung. Bacaan qiro’atinya pun sangat bagus dan tidak pernah mengulang. Ia menikmati kehidupannya dengan antusias dan&lt;br /&gt;energik. Sekolah-pulang-bermain-tidur-bangun pagi dan sekolah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan ke empat, tiba-tiba putri tidak sekolah masuk selama seminggu, para guru dan kepala sekolah sangat heran, mengapa putri tidak masuk selama seminggu. Lalu saya menyuruh kepala sekolah dan guru untuk menjenguk putri, mencari tahu ada apakah gerangan, apakah putri sakit atau berhalangan. Tiga hari kemudian saya mendapat laporan dari kepala sekolah, bahwa putri tidak masuk karena dilarang ayahnya. Saya bingung, mengapa Abi Putri melarang putri untuk pergi kesekolah. Ternyata ayahnya malu karena sudah dua bulan tidak melunasi SPP. Ia mengalami kesulitan keuangan.&lt;br /&gt;Lalu saya instruksikan kepada Kepala Sekolah untuk menyuruh Putri tetap masuk sekolah tanpa bayaran, sampai putri selesai sekolahnya di TK ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya putri memang sekolah lagi, tapi keesokan harinya pula Ia tak masuk-masuk lagi selama satu minggu. Menurut berita dari para wali murid lainnya, Abi dan Ummi putri malu untuk sekolah karena tdk bayaran, meskipun sudah kami beritahukan bahwa putri bebas biaya sekolah. Tapi ayah putri bersikeras melarang anaknya untuk sekolah, akhirnya kami tak bisa berbuat apa-apa. Tiba-tiba satu minggu kemudian terdengar berita duka cita, bahwa putri berpulang ke Rahmatullah, setelah mengalami sakit selama dua minggu.&lt;br /&gt;Dan ternyata sakitnya putri disebabkan karena ia bersikeras ingin sekolah tapi dilarang ayahnya, subhanallah. Putri mengalami sakit akibat tekanan batin, jiwa kanak-kanaknya terkekang. Keinginan sekolahnya pupus, dunia kanak-kanaknya harus menderita karena alasan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyadari, bahwa kami pun terlibat dalam peristiwa itu, kami tidak bisa menyalahkan ayah putri. Seandainya dari awal putri kami bebaskan dari uang sekolah, tentu kejadiannya tidak akan seperti ini. Kami sangat menyesal sekali, Astagfirullah al Adziim, Ya Allah ya Rabbi, ampuni kami yang lalai ini, lalai terhadap amanah mu. Saya sebagai pemimpin merasa tak becus dan tak peka atas penderitaan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah klaim asuransi jiwa yang kami daftarkan terhadap siswa-siswa kami segera turun, artinya uang sekian juta yang diberikan sebagai penghibur untuk Ummi putri yang begitu shock atas kehilangan putrinya ibarat setitik embun dipagi hari. &lt;br /&gt;Akhirul kalam, peristiwa diatas sangat memberikan hikmah kepada kami para pengurus Yayasan, bahwa kepedulian utama sebagai seorang muslim adalah memahami penderitaan saudaranya secara langsung. Segala orasi, segala ucapan, segala cuap-cuap tak akan pernah membawa hasil, tanpa mengetahui, memahami dan merasakan dengan betul apa kebutuhan mereka. Mungkin para pemimpin yang asyik berebut pengaruh, para penguasa yang asyik berebut jabatan, para wakil rakyat asyik minta kendaraan dinas para pengusaha yang asyik minta fasilitas, tak akan pernah tahu penderitaan orang-orang seperti keluarga putri. Tapi mudah-mudahan kita disini, yang merasa punya nurani,&lt;br /&gt;masih peka terhadap kesulitan sesama agar kelak di akhirat nanti, kita mampu menjawab dengan baik segala amanah yang dilimpahkan kepada kita sebagai seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Ya Allah limpahkan ketabahan kepada kaum dhu’afa diantara kami, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rojali Dahlan&lt;br /&gt;Ketua YPIA&lt;br /&gt;Kemanggisan Palmerah&lt;br /&gt;Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS. Khabar terakhir yang saya dengar, Ummi Putri dan Abi Putri bercerai, dan&lt;br /&gt;Ummi putri kembali kekampung halamannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7834008498808873257?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7834008498808873257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/06/sejumput-empati-yang-terlupa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7834008498808873257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7834008498808873257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/06/sejumput-empati-yang-terlupa.html' title='Sejumput empati yang terlupa...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7807125225483399878</id><published>2010-06-14T01:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T01:09:19.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Menanti sebuah jawaban</title><content type='html'>Seorang pemuda duduk termenung&lt;br /&gt;Menanti datangnya pendamping hidup&lt;br /&gt;Berharap-harap dalam sepertiga malam&lt;br /&gt;Semoga diberikan kekasih idaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemudi terpaku dalam lamunan&lt;br /&gt;Menanti kapan tibanya khitbah sang pangeran&lt;br /&gt;Menangis haru dalam gelap-gelap malam&lt;br /&gt;Semoga tuhan mau berkenan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami istri bersimpuh dalam sujudnya&lt;br /&gt;Menanti datangnya amanah dan titipan &lt;br /&gt;Menanti masa yg bertahun2 tak jua tiba&lt;br /&gt;Yang melengkapi kebahagian mereka,&lt;br /&gt;Yang melengkapi dunia mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah yg miskin dan papa&lt;br /&gt;Merajut tangisan dalam butiran-butiran airmata&lt;br /&gt;Menghentak malam-malam sepi dalam munajat&lt;br /&gt;Berharap sangat pada sang kuasa&lt;br /&gt;Semoga nasib bisa cepat berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri mengusap duka laranya&lt;br /&gt;Yang hanyut ditelan lelehan airmata&lt;br /&gt;Mengharap sang suami kembali padanya&lt;br /&gt;Menanti bahagia kembali dalam hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami  tafakur dalam diam&lt;br /&gt;Meratapi sepi yang mulai bergulir&lt;br /&gt;Menahan sesak dalam dada yang semakin dalam&lt;br /&gt;Menanti sang istri yang telah pergi &lt;br /&gt;Dan tak tahu apakah akan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia merasa dalam hampa&lt;br /&gt;Ketika manusia terbenam dalam lautan duka&lt;br /&gt;Tenggelam dalam haru dan airmata&lt;br /&gt;Tersesat dalam gelapnya teka-teki kehidupan&lt;br /&gt;Mengapa ia mudah sekali berputus asa&lt;br /&gt;Mengapa ia mudah sekali lepas dari rahmat allah&lt;br /&gt;Mengapa ia menghinakan dirinya dalam rasa suudzhon&lt;br /&gt;Bahkan menyalahkan Allah sang pemilik jiwa raga&lt;br /&gt;Padahal tiada yang hebat yang sedang ia lakukan&lt;br /&gt;Padahal tiada yang fantantis yang sedang ia kerjakan&lt;br /&gt;Ia hanya menjalankan sesi kehidupan biasa&lt;br /&gt;Ia hanya menyambung nafas untuk kehidupannya esok&lt;br /&gt;Ia hanya mengurutkan buliran-buliran peristiwa dalam hidupnya&lt;br /&gt;Yang mungkin peristiwa itu hanya setetes debu dihadapan sang pencipta&lt;br /&gt;Yang ada atau tidaknya ia,tidak mempengaruhi izzah dan wibawaNYA&lt;br /&gt;Bahkan mempengaruhi rotasi atom dalam dirinya sekalipun&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Mengapa ia merasa begitu paling sengsara&lt;br /&gt;Mengapa ia merasa begitu paling menderita&lt;br /&gt;Padahal ia hanya melakukan sebuah hal yang biasa&lt;br /&gt;Padahal ia hanya sedang menanti sebuah jawaban&lt;br /&gt;Yang ia sendiri tidak berhak untuk bertanya&lt;br /&gt;Apakah  jawaban itu sesuai atau tidak dengan keinginan hatinya&lt;br /&gt;Jika ia merasa bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Mengapa tak menjadikan Allah sebagai jawabannya???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7807125225483399878?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7807125225483399878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/06/menanti-sebuah-jawaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7807125225483399878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7807125225483399878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/06/menanti-sebuah-jawaban.html' title='Menanti sebuah jawaban'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5325292282405548923</id><published>2010-06-02T02:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T21:42:09.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ummat'/><title type='text'>Sebutir batu untuk Ali</title><content type='html'>Pagi baru saja merayap, gelap masih mencengkram lemah, sementara subuh sudah terlewati hampir setengah jam yang lalu, dan rona fajar masih enggan menampakan wajahnya. Dua orang bocah tampak terburu-buru melarikan diri dari sajadah tempat ia bersujud, berlari menuju pantai yang saat itu sangat tenang. Tiba dipesisir pantai, sang kakak mencari tempat yang tinggi agar bisa melihat perahu besar yang katanya akan membawa sekaleng susu untuk dirinya dan adik-adiknya.&lt;br /&gt;Seorang bocah, Husien, berumur 5 tahun tampak antusias berdialog dengan adiknya yang berusia 3 tahun, bernama Ali. Sang adik menanyakan kapan segelas susu penuh buatnya akan tiba.&lt;br /&gt;"Adikku sayang, sabar ya sebentar lagi kita akan meminum susu sampai puas, tidak seperti hari-hari yg lalu, dimana kamu jarang sekali minum susu, meski hanya setengah gelas, sebab kamu harus berbagi dengan adik bayi kita".&lt;br /&gt;"Iya kak, aku senang sekali, kata ibu, kita akan mendapat bantuan susu dari saudara kita dari tempat yang jauh di seberang dunia sana.”, “makanya dik, ibu menyuruh kita kemari untuk mengantri, kasihan ibu di rumah sendiri bersama adik bayi. “Sejak ayah pergi dan tak pernah kembali, hanya ibu yang memberi makanan kepada kita, dan bantuan para tetangga yang baik hati”, “untuk itu mari kita doakan dik, agar mereka cepat sampai disini.” “Baik kak”. Keduanya lantas merebahkan diri di pasir, menatap langit yang mulai memerah, mengiringi kepergian bintang-bintang seraya mengharap kepada sang pencipta untuk mengabulkan doa mereka.&lt;br /&gt;Angin pantai yang mulai datang perlahan meniup-niup kelopak mata mereka,dan mereka tertidur hingga sengatan matahari membangunkan kedua bocah yang mulai terasa lapar itu. “Kak Husien, bangun...bangun.. nanti kita tidak kebagian susu..” teriak Ali membangunkan kakaknya.” “hmmm..ternyata sudah siang, ayo kita menuju ke kerumunan orang-orang itu. Dua bocah kecil berlari kencang menuju kerumunan orang yang terlihat lesu tak besemangat. Sang kakak bertanya pada seorang kakek, “Kakek, mana susu buat kita, apakah sudah dibagikan, kami harus buru-buru pulang sebab adik bayi kami pasti kelaparan belum minum susu”, “Iya kek, mana jatah untuk kami” kata Ali. “Sabar ya nak, perahu susumu di rompak oleh tentara jahat itu, jadi kembalilah kepada ibumu..” Sang adik tertegun...”jadi kita tidak dapat susu ya kak...””Iya dik”&lt;br /&gt;Kedua bocah pun berlari kembali kerumahnya, sesampai dirumah, sang ibu menanyakan kabar kepada kedua anaknya yang masih balita itu, usia mereka memang balita, tetapi, fikiran dan tingkah laku mereka terlihat lebih dewasa dari usia seharusnya, keadaan yg memaksa akibat isolasi tentara zionis membuat mereka hidup lebih tegar, tidak ada tampang cengeng dan merajuk seperti anak-anak balita didunia luar sana. “bagaimana nak, dapat susunya?” tanya ibunya dengan tatapan haru. “Tidak bunda, kata kakek tadi, kapal pembawa susu itu dirompak tentara zionis” jadi kita tidak dapat susu, jangan menangis ya bunda, sebab aku dan adik masih bisa kok memerah susu kambing untuk adik bayi, jadi bunda tidak usah khawatir ya..” , “Tidak, nak, gumam sang ibu dalam hati, bukan bunda yang harusnya jangan menangis, tetapi kamu dan adikmulah yang seharusnya menangis, karena jatah susumu hilang diambil orang,  Ibu bangga kepada mu nak, kamu tidak bersedih, malah mengayomi ibu untuk tidak bersedih.&lt;br /&gt;“Sambil mengusap air mata, agar tak terlihat cengeng dimata kedua anaknya sang ibu berkata..”. Tidak mengapa nak, mungkin belum rezeki kita, memang tidak seharusnya kita meminta-minta kepada manusia, sebab Allahlah yang selama ini menjaga kita. Toh meski dalam kondisi yang sulit saat ini dan  ayahmu telah syahid meninggalkan kita, kita masih tetap bisa hidup. Kita berdoa saja agar Allah tetap menjaga kita dan bangsa ini. Juga kita berdoa kepada Allah agar saudara-saudara kita dinegeri lain sana tetap tabah dan kuat untuk kembali mengirimkan susu untuk kamu dan adikmu.”Iya bu”. Ini sebuah batu untuk mu,dan satu batu lagi untuk adikmu, Ali, ganjallah perutmu dengan batu itu, sampai ibu bisa bertemu dengan orang yang baik hati, doakan ibu ya nak...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun jauh disana di negeri merdeka bernama Indonesia, banyak para keluarga bersama anak-anaknya berkumpul disebuah restoran terkenal dari AS, restoran yg dimiliki penyandang dana bagi tentara yang telah merompak susu milik Ali. Secara perlahan, suap-demi suap dari fastfood yg mereka makan, menjelma menjadi batu-demi batu yang menjadi pengganjal perut Ali, perut kakaknya Husien dan perut adik bayinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Juni 2010, Memperingati Black Monday dan untuk Freedom Flotilla yang dibajak zionis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5325292282405548923?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5325292282405548923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/06/sebutir-batu-untuk-ali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5325292282405548923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5325292282405548923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/06/sebutir-batu-untuk-ali.html' title='Sebutir batu untuk Ali'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-8376236764454485585</id><published>2010-05-15T10:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T10:44:47.014-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Jadikan ia bidadari ayah..</title><content type='html'>Kebahagiaan akan disadari oleh manusia, ketika ia mulai pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Horee ayah beli mobil baru, hore ayah beli mobil baru, horee.....” teriak Dina, bocah kecil berusia lima tahun itu berjingkrak-jingkrak kegirangan, kemudian ia melompat-lompat dan berlarian mengitari sebuah mobil type baru berwarna silver mengkilap yg terparkir di carport depan rumah yg cukup luas itu. Sekali-kali ia memeluk mobil itu seperti memeluk boneka mainannya. Sementara sang istri duduk didepan kemudi mencoba menghidupkan dan mematikan mesin mobil itu sambil memperhatikan semua interior mobil dengan seksama, takut ada cacat sedikitpun barang yang ia terima, mumpung sang pengantar mobil masih ada disini, menyerahkan tanda terima barang plus semua asesories mobil kepadanya.&lt;br /&gt;Ya, hari itu sang suami berhasil memenuhi keinginannya untuk memiliki mobil sendiri, memang bukan mobil mewah tapi cukup bergengsi untuk dimiliki oleh pasangan muda seperti dirinya, mobil sedan toyota Vios type G, seharga dua ratus jutaan  rupiah.&lt;br /&gt;Rani, sang istri merasa bahagia sekali, sebab keinginannya untuk pergi bekerja membawa mobil sendiri terkabulkan sementara sang suami hanya tersenyum kecut mengingat cicilan yang akan dibayarnya beberapa bulan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Hadi, sang suami enggan untuk membeli mobil itu pada tahun-tahun ini, mengingat kebutuhan dan penghasilannya masih belum cukup untuk menyicil mobil baru, belum lagi ia harus mencicil rumah baru yang cukup luas yang dibelinya dua tahun lalu. Tapi kecintaannya pada sang istri membuatnya mengambil keputusan itu, apapun resikonya. Ia memang sudah berjanji kepada istrinya tentang dua hal jika ingin menikahinya, rumah luas dan mobil dan janji itu sudah lunas ia tunaikan, meski ia harus menelan ludah dalam-dalam. &lt;br /&gt;Hadi bersandar disamping pintu rumah, dari kejauhan matanya berbinar menatap kegembiraan anak dan istrinya, sesekali ia menarik nafas dan mendesah dalam-dalam, ia berusaha tersenyum saat istrinya melambai meminta komentar dirinya tentang mobil itu. &lt;br /&gt;Senyum yang berat yg harus ia kulum, seberat janjinya kepada sang istri, seberat beban kehidupan rumahtangga yg ia tanggung sendiri.&lt;br /&gt;Pikiran Hadi menerawang kembali ke masa silam, masa dimana ia bertemu dengan Rani, seorang gadis pujaan para mahasiswa kampusnya, yang ia sendiri tidak mengerti mengapa ia nekat memperistri sang primadona itu.&lt;br /&gt;-oOo-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan Rani dan Hadi terjadi ketika mereka sama-sama kuliah dijurusan dan fakultas yang sama di universitas terkenal di jakarta, keduanya pun melalui jalur masuk mahasiswa baru yang sama yakni PMDK. Rani yang pintar dan cantik menjadi idola di kampusnya dan Hadi termasuk salah satu penggemarnya, meski hanya dalam hati. Bagi Hadi, mengingat Rani pada masa lalu, seperti mengingat sejarah masa silam yg tak mungkin bisa kembali, Rani yg dulu dikenal selama masa kuliah ternyata telah banyak berubah apalagi setelah lulus kuliah dan bekerja pada bank swasta nasional. Dulu semasa kuliah Rani dikenal sebagai gadis bersahaja, tidak glamour dan tidak neko-neko. Ia supel dan mudah bergaul dengan siapa saja. Meski banyak pria yg jatuh cinta padanya, tapi tak satupun yang ia tanggapi, alasannya, ia tidak mau kisah cinta mengganggu kuliahnya, semua dianggap teman biasa saja. Sikap Rani yang acuh terhadap asmara memang dilatar belakangi oleh kehidupan keluarganya yg amat sederhana bahkan bisa dibilang miskin sama seperti latar belakang dirinya, untuk itu Rani berniat kepada dirinya sendiri untuk tetap fokus pada kuliah dan karir, agar ia bisa menaikan taraf hidup keluarganya, bagi Rani kemiskinan harus menghilang dari kamus hidupnya, apapun caranya itu. Karena sikap Rani yg cuek dan acuh itu, akhirnya banyak para pemuda yg mundur, hanya Hadi yg terus memantau, meski hanya dari jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kuliah dan telah mendapatkan pekerjaan tetap, Hadi memberanikan diri untuk mengkhitbah Rani, tapi Rani menolaknya, karena ia menginginkan cowok yg sudah mapan, bahkan tanpa tedeng aling-aling ia mengatakan bahwa calon suaminya harus sudah mempunyai rumah luas dan bermobil pula. Akhirnya ia hanya minta waktu kepada Rani untuk mewujudkan semua itu dalam waktu tiga tahun. Tetapi Rani tetap enggan, hingga akhirnya Rani memilih calon lain yg sudah mapan, yakni seorang pns pada departemen keuangan. Jadilah Hadi sedih bukan kepalang, ia hanya bisa meratapi nasibnya yg miskin dan papa. Cinta yg disimpannya disudut hati dan dirawatnya hingga mekar selama lima setengah tahun, kini layu bagai disiram air panas, menyisakan pedih dan perih, merontokkan mimpinya dan mengubur dalam-dalam angan dan khayalnya. Perjuangan mempertahankan rasa cinta harus berakhir sebelum ia sanggup menahan beban kekalahan, sebelum ia sanggup menahan kekecewaan bahwa rencananya tidak semulus yg ia inginkan. Angannya yg terlalu tinggi ingin menikahi gadis pujaan membawanya terbang kealam mimpi yg menyakitkan. Padahal, ia merasa yakin, kehidupan asmaranya akan diridhai tuhan, karena ia tidak pernah melakukan perbuatan melanggar batas pergaulan lawan jenis, boro-boro bersentuhan tangan, menatap wajah perempuan saja ia tdk sanggup, apalagi berpacaran layaknya anak muda jaman sekarang. Haram, itulah yg terpatri dalam hatinya. &lt;br /&gt;Semenjak ditolak Rani, Hadi mulai memperbaiki ibadahnya, mungkin kemarin ia merasa Tuhan belum berkenan memberikan rezeki kepadanya karena ibadahnya belum maksimal dan keikhlasannya belum terbukti, selama ini ia beribadah agar Allah mengijinkan ia menikah dengan Rani, begitu selalu doa yg ia panjatkan dalam setiap kesempatan, tapi kini hatinya mulai sadar, keikhlasan dirinya mulai menggumpal. Ia tak lagi beribadah karena mengharapkan balasan, tapi semata-mata lilahi taala. Kini hatinya lebih tenang dan jiwanya lebih damai, ia pasrahkan jodohnya ke ilahi robbi, siapapun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepasrahan dan keikhlasan, Tuhan selalu mendengar doa hamba-hambanya, enam bulan setelah ia ditolak Rani, ternyata calon suaminya membatalkan pernikahan dengan Rani, tanpa alasan yg jelas, rumor yg ia dengar sang calon lebih memilih sekolah lagi diluar negeri atas biaya dinas dan dilarang menikah dahulu tanpa seijin atasannya. Perasaan Hadi bingung mendengar kabar itu, apakah harus sedih atau gembira. Yang jelas, mendengar kabar itu menggumpalkan kembali butiran-butiran semangatnya yg sempat hancur berkeping-keping, merajutkan kembali remah-remah asmaranya kepada sang pujaan hati. &lt;br /&gt;Esoknya, ia kembali mendatangi kediaman Rani dan bertemu dengan orangtuanya untuk melamar Rani. Orangtua Rani yg merasa malu atas pembatalan nikah sebelumnya, langsung menyetujuinnya, sedang Rani, meskipun setuju, ia masih tetap dengan syaratnya itu, yakni  rumah cukup luas dan mobil, meski akhirnya bisa ia sanggupi enam tahun kemudian setelah pernikahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengan hadirnya mobil sedan di garasi rumah itu, semua syarat istrinya telah ia penuhi, hatinya sangat bahagia meski semua itu ia penuhi dengan tetesan keringat dan darah, dengan luka dan airmata, dengan tebal muka dan pinggang patah-patah. Bagaimana tidak, ia di deadline oleh istrinya harus mengumpulkan uang ratusan juta dalam waktu lima tahun untuk mewujudkan semua itu. Ia terpaksa bekerja bagai mesin, pagi sampai malam, belum lagi mencari tambahan pada hari libur. Kadang ia harus menebalkan muka untuk mencari hutangan untuk menutupi DP pembelian kedua asset itu yg nilainya pun tidak sedikit. Kadang harus bekerja sampai larutmalam mencari sambilan mengerjakan proyek kecil-kecilan. Pada tahun-tahun pertama ia tak perduli, tapi menginjak tahun keempat, ia mulai tidak kuat, semua energinya sudah terkuras habis, tapi hasil yg didapat belum seberapa. Nasib baik masih belum berpihak kepadanya. Disaat gundah gulana seperti itu, pada saat keheningan malam memeluk erat sang waktu, bersamaan dengan saat Hadi pulang bekerja, Hadi hanya bisa duduk mematung di teras rumah, tak tega membangunkan istrinya yg telah lelap tertidur bersama sang bocah. Sejumput kemudian ia melangkah menuju keran di pinggir carport dan mengambil wudhu untuk menghilangan kelelahan jiwa dan raganya, lalu ia sholat dua rakaat di teras rumah dan meneruskan dengan tangisan penuh harap kepada sang pencipta sampai ia tertidur di sajadahnya, begitu seterusnya yg ia lakukan setiap malam sampai azan subuh terdengar dan udara dingin menusuk-nusuk tulangnya, membangunkan dirinya yg terlelap di beranda rumah. Barulah kemudian ia membangunkan istrinya untuk menyiapkan sarapan pagi dan bersiap berangkat lagi, sang istri, hanya mengetahui bahwa suaminya pulang pagi karena sibuk mencari nafkah.&lt;br /&gt;-oOo-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi cintanya pada sang istri, Hadi terpaksa bekerja siang malam tanpa henti, demi sebuah janji yg harus ditunaikan, ia relakan dirinya bersakit-sakitan, demi keutuhan keluarganya yang ia banggakan, terpaksa  ia gadaikan separuh nafasnya demi kebahagiaan orang yg sangat dicintainya itu. Ia lakukan semuanya itu dengan ikhlas, demi sang bidadari pujaan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan mengalir mengikuti lekuk-lekuk sungai waktu, hanyut bersama cita-cita, mimpi dan angan-angan  manusia. Dengan bermodalkan sebongkah harapan, bekal keimanan dan jala asa, mereka mengayuh bahtera rumah tangga menyelusuri sungai kehidupan itu, seraya berharap tiba ditujuan dengan selamat. Tapi takdir Tuhan jualah yg menentukan roda kehidupan mereka, tanpa seorang manusiapun yg sanggup mengetahuinya.&lt;br /&gt;Karena bekerja terlalu keras, Hadi jatuh sakit, ia terserang lever akut, dan terpaksa dilarikan kerumah sakit. Dokter yang merawatnya hanya menyarankan agar ia mengikhlaskan semuanya, supaya penyakitnya tidak bertambah parah, ia paham apa maksud pernyataan dokter, sebab dokter tidak akan membohongi pasiennya yg tidak sanggup ia tangani.&lt;br /&gt;Dalam lirih suara, hadi memanggil istrinya, yg tampak begitu terpukul akan kondisi hadi, ia hanya bisa menangis sesenggukan. "Rani sayangku" panggilnya,"ya sayang aku disini disampingmu.." jawab Rani,  "dari hati yg paling dalam aku sangat mencintai kamu, aku sangat menyayangi kamu",Hadi berbisik lemah, "ya sayangku aku tahu itu, cintamu padaku tak pernah aku ragukan" Hibur Rani, "izinkan aku bicara sebentar saja, aku khawatir jika aku menundanya aku tak bisa lagi berbicara denganmu" Hadi berkata dengan perkataan yg membuat tubuh Rani semakin tak berdaya, ia hampir kehilangan keseimbangan, tapi berusaha untuk mendengar lantunan suara suaminya yg semakin lirih, "Sayangku Rani, sejak pertama kali kita berjumpa, aku sudah menyisakan ruang kosong disudut hatiku untuk dirimu, aku jaga jangan sampai ia terisi oleh yg lain, dan aku simpan rapat-rapat sampai aku yakin bahwa aku siap untuk melamar dirimu. Keyakinanku atas dirimu begitu kuat, kesabaranku menantimu begitu dalam, meski ditengah jalan aku sempat terluka karena rupanya aku hanya bertepuk sebelah tangan". Hadi berhenti sejenak, ia memperhatikan kelopak mata istrinya yg makin penuh dengan airmata, airmata penyesalan karena pernah menolak manusia yg begitu sabar dan telaten menyayanginya. Hadi meneruskan ucapannya "Tapi sayangku, ternyata Tuhan sangat sayang kepadaku, ia mengembalikanmu kepadaku diriku lagi, bahkan menjadikan dirimu belahan jiwaku hingga engkau bisa menemaniku disini, disaat-terakhirku ini, sayangku, hanya satu permintaanku, aku ingin engkau menjadi bidadariku di dunia dan akhirat, meski aku tahu, setelah kepergianku, engkau bebas memilih kembali pangeranmu, memilih orang yg akan mendampingimu meneruskan sisa-sisa hidupmu. Sayangku, tapi aku sudah sangat puas atas nikmat yg allah berikan kepadaku selama ini, selama aku menjadi suamimu. Memilikimu merupakan anugerah terbesar dalam hidupku, maka demi menghargai anugrah itu akupun melakukan apapun demi kebahagiaanmu. Jika Tuhan berkehendak lain, percayalah itu sudah menjadi takdir antara kita dan aku tak pernah menyesal menikahimu. Sayangku ketika lidah ini masih bisa berucap, maka aku berucap kepadamu, maafkanlah atas kesalahanku selama ini, maafkan aku yg memaksamu menjadi belahan jiwaku, meski aku takbisa memenuhi harapan-harapanmu. Jangan kau sesali pernikahan kita, sebab aku bangga dengan apa yg telah kita lakukan bersama, jaga dan rawatlah baik-baik anak kita, sampaikan salam kepadanya bahwa ayah hanya pergi sebentar, menunggu kalian dipintu surgaNya nanti. &lt;br /&gt;Rani tak kuasa mendengar kelanjutan lirihan suara suaminya, rasa bersalah menusuk hatinya dalam-dalam, ia terlalu egois, ia terlalu naif, memaksakan beban kehidupan dirinya ditanggung suaminya sendiri, ia yang trauma terhadap kemiskinan, memaksakan kompensasinya ke orang yg begitu baik kepadanya, yang begitu sayang kepadanya, ia begitu otoriter. Sebelum habis Hadi bicara, Rani sudah tak ingat apa-apa lagi, rasa sesal yg dalam ditambah rasa takut kehilangan membuat syaraf kesadarannya terlepas perlahan, ia pingsan disamping tubuh suaminya, yang makin lama suaranya makin tak terdengar, hanya suara maafkan aku sayang, maafkan aku..., maafkan aku sayang... yang muncul bergantian dengan kalimat tasbih, tahlil dan tahmid. Terus berucap hingga hembusan nafas berhenti, dan jantung tak lagi berdetak. Hanya airmata terlihat mengalir dari kelopak mata sang suami, meski bibir tersenyum puas karena sudah memberikan yg terbaik untuk orang yang paling disayanginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dua jam Rani pingsan disisi suaminya, yg kini telah menjadi jenazah. Saat ia terbangun, Rani belum menyadari, ia terus menangis seraya memohon maaf kepada suaminya atas sikapnya selama ini, sampai kedatangan dokter yg menyadarkan Rani bahwa suaminya telah pergi untuk selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi telah menjadi bubur, tetapi pintu maaf dari sang pencipta masih terbuka lebar. Rani yg telah menyadari bahwa kebahagiaan bukan hanya kekayaan, dan kemiskinan bukanlah suatu aib, kini perlahan mulai meluruskan jalan hidupnya, dan ia bertekad akan merawat anak sematawayangnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat puluh tahun kemudian di sebuah pusara yg masih basah, seorang wanita berjilbab masih tercenung dihadapan makam ibunya, perempuan itu, Dina, masih mendoakan ibu dan ayahnya agar dipertemukan kembali di syurga. Ia adalah harapan orangtuanya yg tersisa, yang melempangkan jalan pertemuan mereka kembali sebagai pasangan abadi, doa dari anak yang saleh yang menjadi pelipur lara kedua orang tuanya. "Ya allah ya rabbi, ampuni kedua orang tua kami, dan kabulkan permintaan ibu yg sering ia ceritakan kepadaku, melanjutkan mendampingi ayah kami di syurgaMu, dan jadikanlah ia bidadari ayahku, amin"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-8376236764454485585?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/8376236764454485585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/05/jadikan-ia-bidadari-ayah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/8376236764454485585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/8376236764454485585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/05/jadikan-ia-bidadari-ayah.html' title='Jadikan ia bidadari ayah..'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-3320416417293992495</id><published>2010-05-09T03:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T03:47:29.787-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Apakah Kamu Ridha Kepada Ku?</title><content type='html'>Malam kian larut, diluar sana hujan gerimis masih membasahi bumi, semilir angin meniup lembut memasuki lorong-lorong jendela, udara yang sejuk memanjakan para insan melelapkan tidur-tidur mereka. Dinginnya malam mampu membuat tulang rusuk menggigil meskipun tanpa pendingin ruangan sekalipun. Tetapi suhu yang dingin itu tidak mampu membuat mata Rina  terpejam, ia masih duduk dipinggiran tempat tidur, disamping suaminya yang sedari tadi telah lama mendengkur.&lt;br /&gt;Malam itu, Rina sulit sekali terpejam, ia merasa bersalah kepada suaminya, karena meminta sesuatu diluar kesanggupan suaminya yang berpenghasilan pas-pasan, tapi karena sindiran para tetangga, akhirnya ia beranikan diri mengutarakan keinginannya dihadapan suaminya, meski ia tahu, suaminya tidak akan mampu mewujudkannya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirannya menerawang kembali pada kejadian beberapa hari lalu, siang itu, ia bertemu dengan orangtua wali murid teman sekolah anaknya. Temannya itu mengundang dirinya untuk hadir pada acara syukuran menempati rumah baru, ya rumah baru yg menjadi impian tiap pasangan yg telah menikah. Mendengar undangan itu hatinya tertegun, ia yg sudah menikah hampir limabelas tahun masih menumpang di rumah orangtuanya, bukan tanpa alasan tapi karena ia dan suaminya memang belum mampu mewujudkannya. Setiap kali ada teman lama yg menanyakan kabarnya pastilah pertanyaannya selalu membuat hatinya gundah, "tinggal dimana sekarang jeng", ia hanya bisa menjawab "masih ditempat yg lama" , begitulah seterusnya. Padahal ingin sekali ia menjawab, "Sekarang kami tinggal di perumahan A atau di kompleks B" tapi tidak bisa dan tidak tahu kapan ia bisa menjawab seperti itu. Belum lagi sindiran tetangga yg selalu menyakitkan hatinya, betapa tidak, ia  bersama suaminya masih tinggal dirumah orangtuanya, padahal kedua adiknya sudah pergi dibawa suaminya tinggal dirumah masing-masing. Memang dirinya tidak persis tinggal dirumah orangtua, tetapi di bekas garasi dan kamar yg dibuat menjadi rumah petakan dan dibatasi dengan tembok dan sedikit pagar untuk menunjukan bahwa rumah itu terpisah tapi tetap saja dalam lingkup halaman yg sama dan satu atap pula. Padahal pernah ia mendengar rumor dari neneknya almarhum bahwa malaikat mengirim rezeki kepada manusia satu atap-satu atap, bukan satu keluarga-satu keluarga dan rumor inilah yg selalu menggayuti benaknya senantiasa. Apa mungkin rezekinya seret karena masih tinggal satu atap dengan orangtua hingga ia sulit untuk memiliki rumah sendiri. Kadang ketika ia sedang kalut ia sangat mempercayai rumor  itu, tapi ketika ia sadar bahwa rezeki allah yg mengatur ia pun hanya bisa menghela nafas dan istighfar dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu ia membulatkan tekad untuk meminta haknya kepada suaminya, ia tak lagi menunggu suaminya berganti pakaian sepulang mengajar di sebuah sekolah swasta. Ketika suaminya tiba langsung ia berondong dengan pertanyaan dan komplain tentang kehidupan rumahtangganya yg dirasakan belum layak, ia tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa ia iri dengan kedua adiknya, ia juga membandingkan penghasilan suaminya dengan penghasilan suami adiknya, kehidupan materi dirinya dan kehidupan materi adiknya. Sang suami yang kaget karena tidak siap dengan pertanyaan bertubi-tubi hanya diam membisu, hanya sudut matanya terlihat bening membulat yg makin lama makin membesar. Jujur dalam hati sang suami memang ia belum mampu memberikan kehidupan yg layak seperti yg diminta istrinya, ia pasrahkan sang istri mengeluarkan emosi dan amarahnya tanpa membantah satu patah kata pun. Ia hanya bisa menunduk tak mampu menahan tajam mata istrinya, ia sadar bahwa itu memang tanggungjawabnya memberikan nafkah, sandang serta papan merupakan tugas dirinya tapi apa mau dikata, ia belum bisa mewujudkan semua itu. Di helanya nafas dalam-dalam, kemudian ia hembuskan lagi secara perlahan. Perlahan buliran-buliran di ekormatanya mulai menggumpal, ia menangis bukan karena meratapi nasibnya, tapi karena sedih melihat istrinya menderita karena ketidakberdayaannya. Betapa tidak, ia sangat mencintai istrinya yg dinikahinya limabelas tahun lalu, dan selama itu istrinya tetap sabar atas kekurangan dirinya, tetap tersenyum meski lapar dan dahaga kerap menerpa keluarga mereka. Kadang ia malu ketika ibu mertuanya membawa lauk pauk untuk dirinya, istrinya dan anak-anaknya. Semasa ayah mertuanya masih hidup, ia masih bisa menahan malu, karena ayah mertuanya mempunyai penghasilan dari pensiunan tentara, dengan uang pensiun itu sang kakek kerap mengajak cucunya pergi jalan-jalan ke minimarket di ujungjalan dan pulang dengan membawa sekantong makanan kesukaan anaknya. Tapi kini, sang ibu mertua hanya mengandalkan sisa pensiun almarhum suaminya dan ia tidak tega jika ibu mertuanya itu memberi makanan kepada keluarganya.&lt;br /&gt;Ia menangis karena tidak tega melihat istrinya menderita secara batin akibat sindiran para tetangga yg kerap datang menyinggungnya. Ia merasa bersalah tak mampu memberikan kebahagiaan yg sudah patut diterima istrinya. Kekuatan cinta istrinya kepada dirinya selama bertahun-tahun itulah yg membuat hatinya semakin miris, betapa begitu tega dirinya membiarkan sang istri menderita, padahal pengorbanan yg telah dilakukan kepadanya sangat begitu besar. Dulu ketika ia hendak melamar istrinya, sebenarnya ada pemuda kaya yg akan melamar istrinya, tapi sang istri menolak. Istrinya memilih dirinya karena pemahaman agamanya lebih bagus dari pada pemahaman agama pemuda kaya itu. Dan itulah yang membuat istrinya bangga menikah dengannya, karena ia yakin cinta dan kesalehan akan membawa kepada kebahagiaan abadi.&lt;br /&gt;Mengingat hal itu hati sang suami bagai diiris-iris sembilu, ia yg dibanggakan istrinya ternyata tidak mampu membahagiakan balik istrinya. Ia hanya bisa berharap kepada rabb pencipta semesta, untuk memberikan kekuatan kepada dirinya dan diri istrinya untuk tetap tegar menghadapi kehidupan ini. Tapi sebagai manusia, kesabaran menjadi terbatas ketika waktu yg berlalu ternyata melewati batas toleransi. Apalagi ditambah hasutan syetan yg senantiasa memanas-manasi keadaan. Ketika orang lain bisa, mengapa dirinya tidak bisa, itulah perkataan terakhir Rina kepada suaminya saat sebelum meninggalkan dirinya dan pergi masuk kamar untuk menangis tersedu-sedu. Tinggal sang suami duduk lesu tak mengerti harus berkata apa, dalam rasa bersalah yg mendalam, dalam rasa iba kepada istrinya yg merasuk kedalam buluh-buluh nadi lalu mencengkrap kuat ototjantungnya. Saat itu kehidupan dirasakannya seperti berhenti berdetak, sementara azan maghrib sayup-sayup mengalun, mengabarkan dunia akan waktu sholat telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun kian larut, Rina masih memandang wajah lelah suaminya yg telah bekerja seharian, ia tahu suaminya pasti belum makan karena marahnya sore tadi. Sang suami pasti enggan meminta disediakan makan malam untuknya melihat ia dalan keadaan marah seperti itu. Setelah sholat isya, sang suami lebih memilih tidur untuk menenangkan fikiran. Ia tidak perduli perutnya bergejolak karena lapar. Dalam keheningan, Rina memandangi guratan-guratan diwajah suaminya, guratan yg membuat wajahnya terlihat lebih tua dari usia seharusnya. Rina merasa bersalah, mengapa ia menyakiti suami yg tidak pernah menyakiti dirinya sedikitpun selama perkawinan mereka. Ia seakan lupa bahwa dulu ia memilih suaminya bukan karena hartanya, tapi karena kekayaan hati suaminya. Dan ia sangat bahagia akan hal itu. Tapi kini mengapa ia harus menggugat, meskipun gugatannya itu adalah gugatan wajar, ketika seorang istri menuntut hak kepada suaminya untuk mendapatkan tempat tinggal yg layak. Tapi bagi dirinya, hal itu sudah mencederai janji tulus kepada suaminya. Ia yang selama ini tetap tegar dan sabar ternyata bisa lepas kendali hanya karena sindiran tetangganya. Seorang suami yg paling baik, yg tidak pernah memarahinya, yg tidak pernah menuntutnya, yg tidak pernah menyakitinya seujung kukupun kini terluka oleh lidahnya. Ia yg sangat sabar dan telaten, penyayang dan santun, yg selalu mengajarkan tentang kebaikan dan keutamaan wanita solehah kepada dirinya kini harus tersudut oleh ucapan kerasnya. Rina begitu sangat menyesal sekali. Dipandangnya wajah lelap suaminya berkali-kali, diusapnya keringat yg mengalir dikening suaminya. Melihat pemandangan yg menyentuh pada raut muka suaminya,membuat mata Rina berkaca-kaca, nafasnyapun mulai sesenggukan, perlahan airmatanya menetes, butiran demi butiran mengalir dan jatuh menimpa kelopak mata sang suami. Sang suami kaget, ia terbangun dan perlahan membuka matanya lantas berkata. "Ada apa sayang, mengapa engkau bangunkan aku dengan airmatamu, biasanya engkau membangunkan aku dengan kecupan didahiku". Bukannya menjawab, tangisan Rina malah semakin pecah, ia menangis tersedu-sedu dibahu suaminya. Suaminya yg merasa tidak enak karena merasa Rina belum puas atas amarahnya tadi sore kini memberanikan diri untuk berkata. "Istriku sayang, kali ini aku mohon maaf kepadamu lagi, dan aku tidak tahu, sudah berapa kali aku meminta maaf kepadamu atas kelemahan diriku ini, akupun sudah malu karena seringnya aku meminta maaf kepadamu, jika engkau tidak puas kepadaku. Aku pasrahkab diriku atas keputusan yg engkau berikan, apapun keputusanmu itu." Sayangku, izinkan aku membela diri atas kelemahanku sebelum engkau memvonis aku, izinkan aku berbicara tentang hakikat rezeki sebelum engkau pergi dari ku, izinkan aku bicara atas nama cinta dan kasih sayang keluarga kita. Sayangku, aku tahu engkau menikahiku bukan karena melihat latarbelakang diriku yg papa, engkau memilih aku atas dasar keimanan yg aku punya, dan memang hanya itu harta yg aku punya ketika aku melamarmu. Itupula yang membuat aku bangga kepadamu melebihi kebanggaan apapun didunia ini. Aku tahu sebagai istri, kamu ingin seperti adik-adikmu atau seperti wanita lain, memiliki rumah sendiri meskipun kecil, memiliki "rumahku syurgaku" seperti idaman para remaja putri ketika hendak menikah. Memiliki taman kecil dihalaman depan, atau kolam ikan dihalaman belakang, memiliki hiasan kaligrapi diruang tamu, atau pancuran shower dikamar mandi. Bisa berksperimen membuat kue untuk anak-anak kita didapur yg mungil, atau sekedar berteduh di gazebo kecil di depan rumah. Semua itu adalah wajar bagi seorang istri. Semua itu adalah kesempurnaan dalam hidup dan kesenangan dalam rumah tangga. Tapi istriku,  aku ingin engkau melihatnya dari sisi lain. Ketika adik-adikmu mempunyai kebahagiaan dan kebanggaan karena memiliki rumah sendiri, kamu pun memiliki kebanggaan dan kebahagiaan juga, karena Tuhan menakdirkan kita masih tetap disini, disamping orangtua kita saat mereka memasuki usia senja, ketika orang lain sulit untuk berbakti kepada orangtua, kita justru menerima anugerah itu, bakti kita kepada mereka, merawatnya ketika sakit, menemaninya ketika sepi, menghiburnya ketika sedih dan membantunya dalam segenap aktifitas sehingga ia bisa melewati masa tuanya dengan tenang tanpa beban bukankah menjadi rezeki tersendiri bagi kita, rezeki berupa pahala yang akan diberikan allah kelak karena bakti kita kepada orangtua. Mungkin dari sisi materi, orangtua lebih bangga kepada adik-adikmu, tetapi dari sisi pengabdian dan kasih sayang kepada orangtua, justru kamulah yg dibanggakannya, berapa kali ibu memujimu dihadapanku karena ketelatenanmu merawatnya. Bukankah itu rezeki yg luarbiasa istriku? Ketika adikmu memiliki dua kebahagiaan yakni kebahagiaan karena memiliki rumah sendiri dan kebahagiaan karena kehidupan yang layak, kamupun memiliki dua kebahagiaan pula, kebahagiaan yg belum tentu dimiliki oleh seorang istri sekaligus, yakni kebahagiaan karena keridhaan orangtua atas baktimu, dan kebahagiaan karena ridha suamimu atas pengorbanan dan kesetiaanmu. Bukankah dua keridhaan itu yg bisa mengangkat derajatmu menuju syurgaNYA".&lt;br /&gt;Rina tak bisa bicara, mulutnya tercekat, betapa suaminya telah berhasil merobohkan tiang kebodohannya, ia telah berhasil membukakan mata batinnya, keluguannya memahami kebahagiaan seolah lenyap, digantikan pencerahan akan kebahagiaan sesungguhnya. Dalam bisik ia bertanya kepada suaminya, "apakah kau ridha kepadaku sayang?" Sang suami pun tersenyum sambil berkata "Ya, aku ridha kepadamu, atas semua bakti yg kamu lakukan selama ini  dan aku pun berharap, engkaupun ridha kepadaku" kuharap dengan dua keridhaan yang kau miliki, engkau berdoa kepada Allah untuk memuluskan langkah kita kedepan, mengabulkan semua impian kita dan meneguhkan langkah-langkah kaki kita agar kuat menahan godaan". Rina pun bergumam "amin" seraya berbisik hangat ia berkata" maafkan aku sayang, akupun ridha kepadamu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin sepoi sejuk bertiup perlahan, memasuki sela-sela pintu dan jendela. Udara dingin yg mengkristal tak mampu membekukan dua hati manusia yang saling mencintai karena Allah, kehangatan yg hadir dari para hati yg saling ridha mendamaikan kehidupan dikamar yg sempit itu, tetapi sempitnya kamar tidak membuat hati mereka ikut sempit, dengan ridha di hati justru meluaskan dan melapangkan kebahagiaan mereka, seluas samudera yang tak bertepi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, 08 mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-3320416417293992495?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/3320416417293992495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/05/apakah-kamu-ridha-kepada-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3320416417293992495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3320416417293992495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/05/apakah-kamu-ridha-kepada-ku.html' title='Apakah Kamu Ridha Kepada Ku?'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-8749643041190800742</id><published>2010-04-07T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:12:08.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>Kabulkan doa anak ku (Sebuah hadiah buat Ayah)</title><content type='html'>Sore itu hujan rintik-rintik dan hari mulai gelap, adzan maghrib baru saja terlewati sekitar dua puluh lima menit yang lalu, aku masih terkungkung dibelakang kemudi mobil, menanti macetnya jalan yang luar biasa. Sebagai seorang karyawan, memang aku terbiasa melewati jalan macet seperti ini menuju pulang kerumah. Rutinitas sebagai kepala rumahtangga mengharuskan aku menjalani hidup pergi pagi dan pulang petang bahkan sampai malam jika pekerjaan menumpuk sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas isya aku baru tiba dirumah, langsung mandi dan menikmati santap malam yang dihidangkan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sikecil yang berusia 7 thn menghampiriku dan memberi sebuah hadiah berupa jam weker miliknya, katanya ia ingin memberikan hadiah agar ayah disayang oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut dengan ucapannya, “maksud kamu apa sayang?”, ayah tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, aku ingin ayah disayang Allah”, jawabnya lagi. “iya nak” kita semua ingin disayang Allah, bukan cuma ayah, tapi juga kamu, ibu dan kakak. “Tapi aku, ibu dan kakak sudah di sayang Allah, ayah belum”...”Dess”, sesuatu yg tajam seperti menusuk jantungku dan jantungku berdetak keras ketika si kecil berbicara seperti itu. Aku berusaha menerka-nerka kemana arah pembicaraannya, dan apa kesalahanku sehingga anakku bisa berbicara seperti itu. Adakah selama ini kejahatan yang aku lakukan, aku tidak korupsi, juga tidak mencuri. Aku selalu berbuat baik kepada ayah dan ibuku, bersilaturahmi ke rumah saudara dan berbuat baik kepada tetangga. Sungguh aku sangat bingung oleh pernyataan sibungsu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini ayah, berapa usia ayah sekarang”, aku menjawab, tiga puluh enam-tiga puluh tujuh” jawabku “yah hampir empat puluh deh” Pungkasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama usia itu ayah telah melakukan yang terbaik untuk keluarga kita, memberi kami nafkah, makanan, pakaian, rumah, kendaraan, sekolah, rekreasi dan lain-lain”. “Ya, betul itu dan itu memang tugas ayah” potongku. “tapi ayah tidak memberikan yang terbaik buat ayah, ayah melupakan diri ayah sendiri”, aku bingung lantas menjawab. “Tentu tidak nak, ayah juga memberi makanan, pakaian, kendaraan buat ayah sendiri” bela ku tak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah”, anakku mendekatiku seraya berbisik. “Coba ayah hitung, berapa kali ayah meninggalkan sholat maghrib karena kesibukan ayah, berapa kali sholat subuh kesiangan karena ayah kelelahan, berapa kali ayah meninggalkan membaca alquran, belum lagi berapa lama ayah tidak sholat berjamaah dimesjid dan lain-lain ayah...” aku terdiam membisu tak mampu berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat aku terdiam, anakku meneruskan kalimatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, tadi siang di sekolah, guru agama kami bercerita tentang orang-orang yang disayang Allah, orang-orang yang akan selamat selama hidupnya, mereka adalah orang yang ketika mencapai usia empatpuluh tahun tetap dalam keadaan beriman dan beramal sholeh.” Usia empat puluh itu merupakan pangkalnya seseorang apakah akan selamat atau tidak” Jika di usia empat puluh masih berbuat bermaksiat, kecil kemungkinan akan kembali kejalan yang benar ayah.”,“Ketika guru kami bercerita, aku teringat ayah dan aku menangis sedih. Ayah selalu sibuk dengan pekerjaan ayah, ayah hampir tak pernah mengajak kami sholat berjamaah, tak pernah mengajari kami mengaji, tak pernah membangungkan kami sholat subuh, ayah begitu asyik dengan dunia ayah, ayah begitu sibuk dengan pekerjaan ayah, dan ayah membiarkan itu terjadi kepada kami. Untung ada ibu yang mengingatkan kami, mengingatkan aku dan kakak untuk sholat dan mengaji. Tapi aku ingin seperti anak-anak lain ayah, yang begitu riang berangkat ke mesjid bersama ayahnya, mengaji bersama dan berjamaah bersama-sama ayah. Ketika aku mendengar cerita guruku, yang ku lihat adalah wajah ayah, wajah ayah yang murung karena tidak disayang Allah, aku tak kuat membayangkan itu semua ayah, karena aku sangat menyayangi ayah, dan aku ingin ayahku juga disayang Allah, bukan cuma aku, kakak atau ibu”. Ayah, ambillah jam weker milikku ini, agar ayah bisa membangunkan aku esok pagi-pagi dan kita bisa sholat berjamaah bersama-sama esok hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku mengalir deras, membasahi pipiku tiada henti, hatiku berdegup kencang tak karuan. Ternyata selama ini aku hanya memberikan nafkah dunia buat keluargaku, tetapi membiarkan kehidupan akhiratku terbengkalai, aku juga tidak memberikan teladan yang baik buat anak-anakku karena silaunya dunia yang menantangku untuk ditaklukan. “Ya robbi, ampuni aku, ampuni diri ini yang telah tertipu oleh silaunya materi”. “Nak, maafkan ayahmu, ayah telah mengabaikan kamu dan kakakmu selama ini. Tuhan terimakasih kau kirim hidayah melalui anak terkecilku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya menghapus airmata aku berkata kepada anakku, “Nak, jangan tunggu besok, sekarang saja kita sholat berjamaah, mari kita berwudhu, mumpung waktu isya baru saja masuk”, ajak kakak dan ibumu bergabung bersama kita.” Anak ku pun tersenyum, terima kasih ayah, aku sangat sayang sama ayah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun segera melaksanakan sholat berjamaah, aku saat itu merasa gerogi sekali, aku malu terhadap diriku, apalagi terhadap anak dan istriku, tapi aku tak peduli, aku lebih malu kepada Allah yg telah kulupakan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suara parau, dalam khusuknya doa, aku menangis tersedu-sedu, dan baru kali ini aku merasakan sholat begitu khusuknya, begitu syahdunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sayup-sayup terdengar suara lirih anak ku berdoa “robbighfirli waali-waalidayya warhamhuma kama robbayani shogiiro” dan aku pun membalas “amin ya robb, kabulkan doa anak ku..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;o0o&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-8749643041190800742?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/8749643041190800742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/04/kabulkan-doa-anak-ku-sebuah-hadiah-buat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/8749643041190800742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/8749643041190800742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/04/kabulkan-doa-anak-ku-sebuah-hadiah-buat.html' title='Kabulkan doa anak ku (Sebuah hadiah buat Ayah)'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7641764821979865678</id><published>2010-03-26T09:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T09:28:09.006-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Yang tak pernah khawatir</title><content type='html'>Semilir angin lembut bertiup&lt;br /&gt;Merambat syahdu dalam pelukan&lt;br /&gt;Merawat teduh dalam kenikmatan&lt;br /&gt;Melupakan hamba akan ketaatan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat khawatir hadir menelusup&lt;br /&gt;Saat was-was datang menyergap&lt;br /&gt;Saat kebingungan melanda jiwa-jiwa yg melupakan&lt;br /&gt;Melupakan hidup yang mesti berganti rupa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat…&lt;br /&gt;Hanya hati yang darinya dihilangkan rasa kekhawatiran&lt;br /&gt;Hanya hati orang-orang yang dipenuhi ketundukan&lt;br /&gt;Hanya hati yang dipenuhi kepatuhan dan ketergantungan pada Allah&lt;br /&gt;Yang tak pernah takut akan kekhawatiran&lt;br /&gt;Yang tak pernah takut akan was-was itu,&lt;br /&gt;Jika pun ia terpaksa khawatir&lt;br /&gt;Jika pun ia terpaksa was-was&lt;br /&gt;Kekhawatiran dan was-wasnya pun muncul&lt;br /&gt;Hanya karena menanti apa yang akan Allah putuskan untuknya&lt;br /&gt;Bukan khawatir karena takut resiko,&lt;br /&gt;Bukan karena takut hasil yang tak sesuai,&lt;br /&gt;Bukan karena nasib yang tak berfihak&lt;br /&gt;Bukan karena manusia yang tak mendukung&lt;br /&gt;Bukan karena  hidup yang kurang beruntung&lt;br /&gt;Bukan karena dunia yang tak lagi hadir disisi..&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;Tahukah engkau hati siapakah itu..&lt;br /&gt;Dialah hati para kekasih Allah&lt;br /&gt;Dialah hati para waliyullah&lt;br /&gt;Yang jiwa dan raganya tak pernah menjadi milik dirinya&lt;br /&gt;Yang hidup dan matinya tak pernah dikuasai dunia&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;Dimanakah hatimu kau letakkan..?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7641764821979865678?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7641764821979865678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/03/yang-tak-pernah-khawatir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7641764821979865678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7641764821979865678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/03/yang-tak-pernah-khawatir.html' title='Yang tak pernah khawatir'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-4315474308385313791</id><published>2010-03-07T09:14:00.000-08:00</published><updated>2011-04-29T03:24:09.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Cinta yang tak pernah memudar</title><content type='html'>Ku rebahkan tubuh mungilnya perlahan pada tempat tidur itu&lt;br /&gt;Ku sangga kepalanya dengan bantal&lt;br /&gt;Ku kecup dahi kecilnya&lt;br /&gt;Ku usap rambutnya dengan untaian doa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Aku tahu engkau pernah membuat kami marah&lt;br /&gt;Engkau pernah memecahkan gelas kesayangan ibu&lt;br /&gt;Engkau pernah merobek kertas kerja milik ayah&lt;br /&gt;Bahkan engkau pernah nyaris meruntuhkan rumah ini,&lt;br /&gt;Tapi kemarahan kami bukan karena kami benci kamu,&lt;br /&gt;Kemarahan kami karena kami kurang sabar dalam menghadapimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Senakal apapun kamu,&lt;br /&gt;Sebandel apapun kamu,&lt;br /&gt;Semua itu adalah masa yang harus kita lalui seperti masa yg selalu berulang dalam ikatan zaman,&lt;br /&gt;Semua kenakalan dan kebandelan kamu,&lt;br /&gt;Justru mengingatkan kami pada almarhum kakek dan nenekmu,&lt;br /&gt;Betapa mereka ternyata lebih sabar menghadapi ayahmu,&lt;br /&gt;Dibandingkan kami menghadapi ulah kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Jalan panjang masih membentang dihadapanmu,&lt;br /&gt;Krikil-krikil tajam akan menghambat langkah kakimu,&lt;br /&gt;Tawa dan tangis akan menunggumu dalam setiap persimpangan,&lt;br /&gt;Kuatkanlah langkah kakimu dan tegakkanlah badan dan kepalamu,&lt;br /&gt;Penuhi jiwamu dengan muroqobatullah, dan berkariblah dengan pencipta dirimu..&lt;br /&gt;Sebab hanya DIA yang pantas engkau jadikan sahabat karib, dalam sedih atau senangmu,&lt;br /&gt;Dalam duka atau tawamu...&lt;br /&gt;Sementara itu, hanya doa-doa yang bisa kami panjatkan..&lt;br /&gt;untuk menemani hari-hari panjang mu itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, aku tahu...&lt;br /&gt;Suatu saat engkau akan sendiri...&lt;br /&gt;Engkau akan membawa pergi dirimu mengikuti mata angin dimana cita-citamu akan kau labuhkan..&lt;br /&gt;Engkau akan meretas jalan hidupmu sendiri..&lt;br /&gt;Bila ayah dan ibumu masih menjumpai mu saat itu..&lt;br /&gt;Ayah akan menopangmu sekuat kaki ayah,&lt;br /&gt;Dan ibumu akan memelukmu dengan kehangatan kasihnya..&lt;br /&gt;Sementara jika tak ada kami disisimu..&lt;br /&gt;Maka ada Allah yang akan menjaga dirimu selalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;Tangisanmu di pelukan ibumu,&lt;br /&gt;Atau manja-mu di bahu ayah,&lt;br /&gt;Masih tak seberapa indah dibanding dengan tangisanmu pada sajadah panjang,&lt;br /&gt;Atau manja-mu dalam khusyuknya ibadah malam,&lt;br /&gt;Sebab disana engkau akan menemukan kedamaian sesungguhnya,&lt;br /&gt;Sebab engkau akan menemukan cinta sesungguhnya..&lt;br /&gt;Cinta yang tak akan pernah memudar..&lt;br /&gt;Meski ayah dan ibumu pergi meninggalkanmu..&lt;br /&gt;Meski ayah dan ibumu tak ada lagi disamping mu..&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Ku kecup sekali lagi keningnya,&lt;br /&gt;Ku usap kembali pipinya yang basah oleh bulir airmata yg jatuh,&lt;br /&gt;Ku rapihkan kain selimut yang menutupi tubuhnya,&lt;br /&gt;Sambil beranjak aku bergumam dalam doa,&lt;br /&gt;Semoga Tuhan selalu menjaganya..&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-4cce2498069324af" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v4.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3D4cce2498069324af%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331577622%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D69B4CCE82CCF96FE44322C1D6EBC9497DA528376.7C8C713B6329B838E4E7FDEC6EA63FB9C8E3A300%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D4cce2498069324af%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dvjv5lh-scAeVISYi2F4OJAxhKlc&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v4.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3D4cce2498069324af%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331577622%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D69B4CCE82CCF96FE44322C1D6EBC9497DA528376.7C8C713B6329B838E4E7FDEC6EA63FB9C8E3A300%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D4cce2498069324af%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dvjv5lh-scAeVISYi2F4OJAxhKlc&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-4315474308385313791?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/4315474308385313791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/03/cinta-yang-tak-pernah-memudar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4315474308385313791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4315474308385313791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/03/cinta-yang-tak-pernah-memudar.html' title='Cinta yang tak pernah memudar'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-8845996023492562475</id><published>2010-03-05T01:23:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T02:42:36.818-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Kado Terindah 2 - Sambungan</title><content type='html'>Sepasang pengantin baru saja mengakhiri masa lajangnya. Baru saja mengucapkan sebuah kalimat singkat padat dan dalam penuh makna, ucapan akad nikah seraya berjanji dalam hati bahwa masing-masing akan berazam pada dirinya sendiri, bahwa pernikahan yang akan dijalaninya nanti, keluarga yang akan dibentuknya nanti akan berlandaskan cinta kasih, berpondasikan ketaatan pada Allah, beratapkan sunnah dan memagarinya dengan kasihsayang dan rasa saling percaya. Malamnya sebelum keduanya menikmati rizki yg diberikan oleh Allah, keduanya saling memberikan sebuah hadiah berupa kado berisikan surat tentang impian-impian masing2, tentang asa dan harapan, tentang keinginan dan cita-cita juga tentang kelebihan dan kekurangan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kado sang istri kepada sang suami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Untuk suamiku tercinta.&lt;br /&gt;Aku bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas rahmatnya yang mengirim engkau untuk menjadi pangeranku. Aku berdoa kepada Allah seraya berkhusnudzon kepada ayahku; sebagai bakti kepadanya;  yang menyetujui kamu sebagai suamiku meski aku tak begitu mengenal siapa dirimu. Aku berlindung kepada Allah atas niat yang buruk, atas rencana yang jahat dan atas segala keburukan dari sebuah peristiwa. Aku berserah diri kepada Allah atas pilihanku dan bertawakal kepadaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku sayang,&lt;br /&gt;Aku yakin engkau suami soleh yang dikirim oleh Allah untuk ku, Aku yakin kepadamu karena engkau adalah pilihan ayahku dan jawaban dari istikharahku. Aku berharap pernikahan ini adalah pernikahan ku satu-satunya dan engkau adalah suami dunia akheratku. Jika aku tidak sempurna dimatamu, ku minta tunjukan padaku bagaimana cara menjadi istri sempurna, apapun aku lakukan untukmu, asal tidak melanggar syariat yg dibenarkan.&lt;br /&gt;Suamiku sayang,&lt;br /&gt;Ketika ayahku menyetujui aku menikah denganmu, sebenarnya aku kasihan kepadamu, sebab engkau belumlah sekuat ayahku dan setegar dirinya dalam menghadapi sikap dan tingkah lakuku, engkau bagiku seperti pemuda nekat yang datang berjuang dengan tangan kosong tapi aku yakin, ketulusanmu dan kesucian niatmu semoga membuat ridha allah mengaliri pernikahan kita.&lt;br /&gt;Suamiku, sebagaimana sabda nabi bahwa kaum wanita seperti tulang rusuk yang bengkok, maka jika engkau ingin meluruskan aku, luruskanlah dengan kasih sayang dan dalam kondisi yg nyaman, karena jika engkau meluruskan aku dalam kondisi emosi dan tidak nyaman, aku tak yakin bahwa allah akan membantumu melaksanakan maksudmu, bahkan engkau akan menderita karena hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, perlu engkau ketahui, sebagaimana atsar dari aisyah yang menyatakan bahwa perkawinan itu ibarat perbudakan bagi kaum perempuan, maka seyogyanya para wali mencarikan suami yang benar untuk anak atau saudara perempuannya. Maka jika bagimu kau inginkan pernikahan seperti itu, maka aku rela melakukannya, asal engkau bisa membantuku mengangkat derajatku ketempat yang lebih tinggi, agar aku bisa layak masuk syurga karenanya , bukankah dalam islam sangat mudah bagi wanita memperoleh tiket ke surga, ia hanya butuh ridha allah dan ridha suaminya.&lt;br /&gt;Suamiku, sebagaimana suatu ikatan atau perjanjian dimana dalam perjanjian itu tidak boleh ada satupun yang menzhalimi atau merasa didzhalimi yg menyebabkan perjanjian itu menjadi haram dimata Allah, Maka ikatan pernikahan ini kuingin tak ada satupun diantara kita yang merasa dizhalimi atau menzhalimi. Ku ingin engkau mengerti perasaan setiap wanita, ku ingin engkau berempati kepada kaum perempuan, tanpa melanggar syariat yang dibenarkan, ku harap dengan izin tuhan bahwa aku ingin seperti fatimah azzahra, yang tidak pernah dimadu seumur hidupnya oleh Ali bin Abi Thalib. Jika engkau bisa memenuhi harapanku, semoga allah memberikan balasan kepadamu atas kebaikanmu kepada ku, jika tidak maka aku harap keputusan mu itu adalah keputusan yang paling darurat dan tanpa melanggar syariat serta tanpa menyakiti hati seorang manusiapun di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, aku ingin bercerita kepadamu tentang kemuliaan suatu niat, terutama niat dalam sebuah pernikahan, dimana pernikahan itu akan berkah atau tidaknya tergantung niat awal dari masing-masing pasangan. Suamiku pernahkah engkau mendengar kisah tentang ummu sulaim, sahabat wanita yang dimasa hidupnya telah dijamin oleh Allah masuk syurga, engkau pasti pernah mendengarnya, kalaupun lupa aku akan mengingatkannya tentang itu. Ummu sulaim, seorang sahabat wanita yang maharnya merupakan mahar terindah sepanjang sejarah, maharnya adalah syahadat suaminya meskipun suaminya sebelum itu; ingin memberikan segudang emas dan perak jika ia mau menikah dengannya, tetapi semua ditolaknya. Ia hanya menginginkan keislaman suaminya. Dari niat yang tulus dan benar itu, melahirkan rumah tangga yang kuat dan dipenuhi keberkahan, keduanya saling menjaga agar senantiasa keluarga mereka dipenuhi keimanan. Suatu ketika anak bungsu mereka meninggal dunia, malamnya suaminya Abu Tholhah baru saja pulang berdagang, tahukan engkau bagaimana ummu sulaim menenangkan suaminya, dijamunya suaminya dengan makanan yang nikmat, serta diberinya pelayanan yang menenangkan jiwa dan raga suaminya, setelah selesai diajaknya suaminya berdialog tentang amanat atau titipan yang harus dikembalikan jika sang empunya mengambilnya kembali. Tahukah kamu suamiku, rasulpun mendoakan semoga mereka mendapat ganti keturunan yang lebih baik, dan benar saja, kelak benih yang tertanam malam itu melahirkan anak-anak para penghafal alquran dari generasi tabiin.&lt;br /&gt;Suamiku, dari kisah ummu sulaim tadi, aku hanya menginginkan aku dan kamu meluruskan niat pernikahan ini, semoga dengan lurusnya niat kita, memudahkan langkah-langkah kita ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku sayangku, jika engkau menginginkan seorang istri yang saleh, ketahuilah aku bukanlah orang yang engkau maksud, justru aku ingin engkau membimbingku menjadi istri yang saleh, aku tak mau menjadi istri seperti istri nabi Nuh atau nabi Luth, yang mempunyai suami saleh, tetapi kesalehan suaminya tidak membawanya kepada kebaikan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, ketika aku menyerahkan kemudi hidupku kepada mu, itu artinya adalah bahwa engkau menjadi pemimpin bagiku, dan bagi anak-anak kita nanti. Jadilah pemimpin yang baik dan adillah terhadap orang yang kamu pimpin. Berhasil atau tidaknya keluarga ini, selamat atau tidaknya bahtera keluarga kita, tergantung kepada dirimu sebagai nahkoda, aku sebagai istri hanya merupakan penumpang yang membantumu menavigasi arah perahu kita, tidak lebih dari itu.&lt;br /&gt;Suamiku inilah yang bisa aku sampaikan kepada mu, tidak ada yang aku inginkan dari pernikahan ini melainkan kebaikan saja, siapapun dirimu, lebih atau kurangnya kamu, aku tak akan melihatnya, keberkahanlah yang aku inginkan dari pernikahan ini. Jika nanti engkau melihat banyak kekurangan pada diriku, itulah aku sebagai manusia biasa yang penuh salah dan dosa, dan jika nanti engkau melihat banyak kelebihan pada diriku, maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepadamu, semoga engkau tidak salah memilih aku sebagai pendamping mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hormat dan takzim untuk suamiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari istrimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas membaca kado masing-masing, keduanya saling menangis haru, tiadalah kebahagiaan yang paling sempurna dimuka bumi setelah iman, selain kebahagian diberikan pendamping yang soleh dan solehah, yang akan menjadi sahabat dikala gembira dan menjadi pelipur lara dikala berduka. Tiada yang dapat mereka ucapkan selain tahmid dan tasybih seraya bersyukur atas nikmat yang sangat besar yang diberikan Allah  kepadanya. Para jiwa menjadi tentram dan damai, para hatipun menjadi khusyuk. Ketika Allah telah menurunkan rizkinya kepada hamba, maka nikmat Tuhanmu mana lagikah yang kalian dustakan (Ar-rahman:18)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-8845996023492562475?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/8845996023492562475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/03/kado-terindah-2_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/8845996023492562475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/8845996023492562475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/03/kado-terindah-2_05.html' title='Kado Terindah 2 - Sambungan'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7577899795097783604</id><published>2010-02-11T20:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T02:32:01.323-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Kado Terindah</title><content type='html'>Sepasang pengantin baru saja mengakhiri masa lajangnya. Baru saja mengucapkan sebuah kalimat singkat padat dan dalam penuh makna, ucapan akad nikah seraya berjanji dalam hati bahwa masing-masing akan berazam pada dirinya sendiri, bahwa pernikahan yang akan dijalaninya nanti, keluarga yang akan dibentuknya nanti akan berlandaskan cinta kasih, berpondasikan ketaatan pada Allah, beratapkan sunnah dan memagarinya dengan kasihsayang dan rasa saling percaya. Malamnya sebelum keduanya menikmati rizki yg diberikan oleh Allah, keduanya saling memberikan sebuah hadiah berupa kado berisikan surat tentang impian-impian masing2, tentang asa dan harapan, tentang keinginan dan cita-cita juga tentang kelebihan dan kekurangan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kado sang suami pada sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wrwb.&lt;br /&gt;Untuk adindaku sayang,&lt;br /&gt;Aku sangat bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas dipilihnya engkau sebagai pendampingku atas dipilihnya engkau sebagai kekasihku. Aku juga bersyukur bahwa Allah telah mempertemukan aku dengan mu untuk menjalani sisa kehidupan ini bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adindaku sayang,&lt;br /&gt;Aku adalah orang asing bagimu, dan engkau adalah orang asing bagiku. Kalau bukan karena mengharap ridha Allah atas pernikahan ini, tentu engkau akan memilih orang dekat yg engkau ketahui latar belakangnya, tapi karena engkau memilih Allah sebagai pelindungmu atas segala bahaya yg akan datang padamu, atas segala nikmat yg akan tercurah kepadamu maka engkau memilih aku sebagai suamimu meskipun aku sangat asing bagimu. Maka dengan itu pula akupun berdoa kepada Allah semoga engkau selamat dari bahaya yg timbul karena menikah denganku dan semoga rahmat Allah dapat tercurah kepadamu melalui pernikahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda sayangku.&lt;br /&gt;Aku bukanlah manusia sempurna yang terbebas dari salah. Aku hanyalah seorang hamba yg ingin menyempurnakan separuh agama, melaksanakan sunnah nabi seperti para sahabatku lainnya. Aku hanyalah seorang pengembara yang baru saja menemukan pulau tambatan hati, setelah sekian lama terombang-ambing dalam gelombang kebingungan dan kebimbangan, hingga Allah menurunkan rizkinya kepadaku berupa dirimu, sebagai tempat pelipur lara, sebagai tempat berkasih sayang, sebagai tempat berkeluh kesah, sebagai tongkat penunjuk jalan, sebagai pelita dalam kegelapan, sebagai embun dikala dahaga, sebagai tempat berteduh dikala panas, sebagai selimut dikala dingin, sebagai peredam duka dikala emosi, sebagai tempat berpangku mesra dikala gundah gulana dan sebagai tempat mengadu dikala ragu dan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adindaku, Aku menyadari siapa diriku, maka aku tak ingin meminta lebih kepadamu, aku tak ingin engkau secantik Zulaikha,atau secerdas Aisyah, atau sezuhud Khadijah atau semulia Maryam. Aku juga tak ingin engkau sesolehah Asiah tetapi bersuamikan firaun. Aku hanya ingin engkau seperti apa adanya, yg menangis dikala sedih, yg marah dikala terluka dan tersenyum dikala bahagia. Aku tidak menginginkan engkau sesempurna istri sang nabi, sebab aku sadar bahwa aku pun tidak sesempurna beliau. Yang aku inginkan adalah bahwa kita saling menjaga agar bisa meneladani sikap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adindaku...&lt;br /&gt;Jika engkau mengharap harta dariku, ketahuilah aku hanyalah seorang pemuda biasa, yg penghasilannya dapat engkau lihat sendiri. Aku juga bukan pengusaha yg mungkin bisa mewujudkan semua impianmu dengan uang mereka. Tapi jika engkau berpendapat bahwa harta dapat membawa kita kepada syurga, atau kefakiran bisa membawa kepada kekufuran, aku setuju dengan mu. Tapi aku bukanlah Abdurrahman bin auf, atau Abu bakar shiddiq  atau ustman bin affan, yg dengan hartanya bisa membawa mereka ke pintu syurga. Aku mungkin hanya bisa menjadi Abudzar al giffari, yg hidup dalam kesendirian dan mati dalam kesendirian. Hanya iman yg ia bawa dan istri yg setia yg menemani pada saat-saat terakhirnya.&lt;br /&gt;Adinda ku..&lt;br /&gt;Justru dengan keberkahan yg insya Allah hadir bersamamu, kita bisa bersama-sama mengumpulkan harta sebagai bekal untuk akhirat kita. Justru dengan pernikahan ini semoga Allah membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yg kita tidak sangka-sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adindaku sayang..&lt;br /&gt;Saat mengetahui engkau menerima khitbahku. Aku menangis terharu, bumi yang ku pijak seakan bergoyang. Aku tak kuasa menahan rasa bahagia saat itu, saat engkau menyetujui lamaranku. Penantian panjang dan melelahkan yg menghabiskan hampir separuh nafas para pemuda dan pemudi, yg membuat mereka terbangun dikala malam, mengadukan nasibnya pada illahi rabbi, menangis disela-sela rintihan dan doa seraya bertanya kapan masa itu akan hadir menjemput mereka. Masa-masa yg menggetarkan jiwa, menyenangkan hati dan membuat orang normal seperti orang kekurang akal, masa yang hakikatnya seperti berjalan diatas titian besi panas hingga mampu menjerumuskan mereka yg tidak sabar akan datangnya masa bahagia itu. Adindaku, tibanya masa itu merupakan rahmat yg tiada tara bagi para hamba yang bersyukur, yang menyadari bahwa pernikahan itu adalah sebuah perjuangan dan bukanlah sebuah permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku...&lt;br /&gt;Jika engkau mengharapkan ketampanan, kesempurnaan fisik dan penampilan, ketahuilah aku hanyalah seorang manusia biasa, yg lahir dari benih ayah dan ibuku, yang rupa dan bentuk fisiknya tak bisa aku inginkan sesuai mauku. Aku hanya menerima takdir tuhan, beginilah diriku adanya. Aku tidak setampan nabi Yusuf, tidak segagah nabi Daud, tidak sekuat Umar bin khatab, tidak sehalus Usman bin affan, tidak sepintar Ali bin abi thalib, dan aku juga tidak sesabar Abu bakar shiddiq. Jika engkau menginginkan semua sifat itu ada padaku, maka aku berlindung kepada Allah, atas kelemahan diriku. Tapi jika engkau mendoakan aku memiliki salah satu saja sifat mulia mereka, maka aku bersyukur kepada Allah atas doamu itu dan juga atas berlipatnya rizkiku karena menikah dengan manusia pemilik doa sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adindaku, aku dan engkau akan tahu, kita akan menghadapi masa-masa yang akan datang bersama-sama, masa yang kadang indah untuk dikenang, atau pahit untuk diingat. Semua tergantung seberapa besar hati ini mau melapangkan jalan untuk menerima apapun kondisi itu. Sayangku, Jika salah satu sudut hatimu pada saat ini sudah terisi untukku, maka sudut-sudut yang lain isilah dengan rabb pencipta alam semesta. Jangan kau isi semua sudut hatimu dengan diriku atau dengan yanglain kecuali Tuhan mu, sebab aku tidak akan sanggup menjaga mu bahkan menjaga hatimu, hanya Allah lah yang bisa menjagamu, menjaga hati dan jiwamu, menjaga fisik dan ragamu. Kamu mungkin bisa melupakan aku jika aku berbuat kesalahan, kamu bisa saja membuang sudut hati tempatku berpijak dan mengganti dengan orang lain yang sesuai dengan keinginanmu, tapi engkau tidak akan bisa melupakan rabb pemilik hatimu. Dan aku lebih nyaman jika hatimu dikuasai oleh pemilik alam semesta, ketimbang dikuasai oleh aku atau apapun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adindaku,&lt;br /&gt;Insya Allah kita akan menjalani tahap-tahap usia pernikahan kita,&lt;br /&gt;Pada tahun pertama perkawinan kita, kuharap engkau mau lebih bersabar, mau memahami lebih dalam perbedaan-perbedaan antara kita, sebab kita adalah dua orang asing yang harus mengayuh perahu bersama, jika kita tidak bisa bekerja sama, aku khawatir perahu ini tenggelam ketika baru saja kita meninggalkan pantai.&lt;br /&gt;Pada tahun kedua hingga tahun kelima, kuharap engkau sudah mengerti tentang diriku, tentang sifat dan tingkah lakuku. Saat itu mungkin anak pertama kita akan lahir dan tanggung jawab kita sebagai orangtua baru dimulai. Aku berpesan kepadamu, kemulyaanmu sebagai seorang ibu baru saja dimulai, jika engkau merasa capek dan lelah janganlah sungkan-sungkan untuk meminta tolong kepadaku. Meski aku tahu pada saat itu mungkin kehidupan kita masih prihatin. Tapi aku yakin anak-anak kita yang masih lucu akan mampu menghapus semua duka lara, letih dan lelah serta rasa capek dan lelah karena tugas kita. Tugasmu sebagai madrasah yang memberi pendidikan agama dan nilai luhur para orang saleh pendahulu kita, dan tugasku membantumu membumikan pendidikan itu.&lt;br /&gt;Pada tahun kelima hingga kesepuluh, mungkin kita akan didera oleh kondisi keuangan karena saat itu kebutuhan kita akan meningkat, anak-anak beranjak ke sekolah dan kebutuhan rumah tangga akan meningkat. Aku memohon kepadamu, bantu aku dengan doa-doamu, dengan dhuha dan tahajudmu dengan zikir dan shodaqohmu, semoga masa-masa sulit segera pergi hingga Allah memenuhi janjinya kepada kita.&lt;br /&gt;Pada tahun kesepuluh hingga keduapuluh, mungkin Allah telah mengalirkan rezeki yang deras kepada kita, kehidupan mulai mapan, kesejahteraan mulai datang, dan anak-anak mulai dewasa. Aku memohon kepadamu, bantu aku menguatkan batin dan jiwaku agar aku tidak terperosok kedalam jurang kenistaan, karena godaan dunia berupa harta tahta dan wanita. Sadarkan aku tentang umur dan usiaku yang mulai menua juga temperamenku yang mulai meninggi dimakan usia. Bantu aku bersahabat dengan anak-anak kita, berikan mereka pengertian tentang arti kehidupan sesungguhnya, karena sebentar lagi mereka akan memilih jalannya masing-masing.&lt;br /&gt;Pada tahun ketigapuluh dan sesudahnya, aku tak tahu apakah kita akan sampai disitu, yang jelas kita akan kembali berdua, anak-anak lelaki kita akan pergi dan anak perempuan akan mengikuti suaminya. Kita hanyalah sepasang manusia renta yang tak  bisa melawan takdirnya. Kuingin saat itu, hari-hari kita hanya dipenuhi zikir dan tasbih, dipenuhi munajat dan doa, seraya menunggu utusan Tuhan datang menjemput. Aku ingin engkau dan aku tetap menjadi pasangan didunia dan akhirat, jadi kumohon kita saling menjaga, saling memberi peringatan dan tausiah agar tujuan pernikahan ini sesuai dengan yang kita harapkan. Terakhir aku ingin kado ku ini menjadi prasasti cinta kita, yang tertanam jauh dilubuk hati, sehingga jika terjadi goncangan, kita selalu kembali ke komitmen awal pernikahan.&lt;br /&gt;Salam bahagia&lt;br /&gt;Suamimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado dari sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ke http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/03/kado-terindah-2_05.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7577899795097783604?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7577899795097783604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/02/kado-terindah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7577899795097783604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7577899795097783604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/02/kado-terindah.html' title='Kado Terindah'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-3545222510284352671</id><published>2010-01-19T10:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T18:41:40.016-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Kisah sebuah puisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/S1ZtAsBIa9I/AAAAAAAAAJw/0Hqbdc2ptyI/s1600-h/puisinabila.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/S1ZtAsBIa9I/AAAAAAAAAJw/0Hqbdc2ptyI/s320/puisinabila.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428646259425045458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap detik kehidupan anak manusia, pasti ada satu moment di antara ribuan moment lain; yang menggetarkan hati dan jiwa mereka, yang sulit untuk dilupakan seumur hidup. Entah itu momen pernikahan, kelahiran, pekerjaan, sekolah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang manusia, dan calon ayah waktu itu, sayapun memiliki salah satu momen itu, dan saya mengabadikan momen kelahiran putri pertama saya dalam secarik puisi, yang jika ia sudah bisa membaca, ia akan saya minta membacanya untuk saya, dan apa reaksinya dengan puisi itu. Ternyata manfaat dan maknanya dalam sekali untuk anak saya, empati yang saya tulis untuknya dalam puisi itu, serta harapan dan doa yg terurai bait demi bait, mampu meluruhkan emosi saat ia marah. Jadilah puisi itu andalan saya ketika memberikan nasehat dan tausiah kepadanya, bahkan adiknya pun ikut terbawa haru dengan puisi itu. Memang puisi itu saya buat dengan melibatkan emosi saya waktu itu, melibatkan seluruh rasa dalam jiwa ini karena sangat gembira atas kelahirannya, ditambah sedikit bumbu agar puisi itu bisa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/S1ZtIEwPZtI/AAAAAAAAAJ4/pCDcf5FBwZo/s1600-h/mawar.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/S1ZtIEwPZtI/AAAAAAAAAJ4/pCDcf5FBwZo/s320/mawar.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428646386324170450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; terserap kedalam sanubari pembacanya. Karena bernilai sejarah, puisi itu saya bingkai dan saya taruh bersamaan dengan sebuah lukisan bunga mawar dalam coretan hitam putih dengan latar belakang bulan purnama. Sebuah lukisan bersejarah yang saya buat untuk calon istri saya; yang menjadi icon pernikahan kami, Sebuah lukisan yg menjadi prasasti ketulusan dan keseriusan saya untuk menikah dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah puisi yang saya persembahkan pada hari kelahiran anak pertama saya itu sembilan tahun lalu,&lt;br /&gt;Selamat menyimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan sang bunga keagungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anakku Nabila Zahra Azizah&lt;br /&gt;Dari Ayah dan Ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Allahu akbar allahu akbar&lt;br /&gt;Allahu akbar allahu akbar&lt;br /&gt;Asyhadualla ilaa ha illallah&lt;br /&gt;Wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 19 Mei 2001&lt;br /&gt;25 Shafar 1422H&lt;br /&gt;Pukul 06.20.am&lt;br /&gt;Telah lahir Nabila Zahra Azizah&lt;br /&gt;Di RSAB Harapan Kita&lt;br /&gt;Jl. Letjen S.Parman&lt;br /&gt;Jakarta Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlan wa sahlan ya bunayyah…&lt;br /&gt;Selamat datang wahai anakku&lt;br /&gt;Selamat datang dalam kehidupan dunia fana&lt;br /&gt;Dan selamat datang dalam bahtera kecil ini&lt;br /&gt;Engkau hadir sebagai penumpang pertama dari perahu kecil yang ayah kemudikan&lt;br /&gt;Menuju ke pelabuhan yang kita nanti&lt;br /&gt;Menuju perjalanan panjang ke haribaan Illahi Rabbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku…&lt;br /&gt;Engkau adalah pelita kecil kami&lt;br /&gt;Yang menerangi hati sanubari&lt;br /&gt;Engkau adalah setetes embun dalam ketenangan&lt;br /&gt;Yang menyejukan kegundahan hati kami&lt;br /&gt;Dalam penantian buah cinta ayah dan ibumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku…&lt;br /&gt;Engkau adalah harapan kami&lt;br /&gt;Engkau adalah do’a kami&lt;br /&gt;Dan engkau adalah syafaat dunia dan akhirat kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku…&lt;br /&gt;Ketahuilah oleh mu&lt;br /&gt;Saat engkau lahir, negeri ini sedang merintih akibat ketidakberdayaan para penguasa dalam memberikan keadilan bagi rakyatnya&lt;br /&gt;Negeri tanah airmu masih belum nyaman untuk ditinggali&lt;br /&gt;Harga-harga melambung tinggi, susu untuk mu pun melangit tinggi&lt;br /&gt;Tapi engkau tidak usah khawatir anak ku&lt;br /&gt;Rizki Allah teramat luas untuk kita yang lemah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku…&lt;br /&gt;Ketahuilah…&lt;br /&gt;Kelahiranmu tidak sempat dilihat oleh kakekmu&lt;br /&gt;Kakek yang menyayangi ayah dengan teramat sangat&lt;br /&gt;Kakek yang baik, yang mencintai keluarga kita dengan cinta yang tak mungkin dapat dibalas.&lt;br /&gt;Wahai anakku…&lt;br /&gt;Sebenarnya Almarhum kakekmu ingin sekali melihat kamu dilahirkan&lt;br /&gt;Tapi takdir Tuhan menentukan lain&lt;br /&gt;Kakekmu menghadap keharibaan Allah dua puluh enam hari sebelum engkau dilahirkan&lt;br /&gt;Penyakit yang dideritanya sejak ayah masih seusia kamu tak sanggup lagi ditahannya&lt;br /&gt;Beliaupun wafat dengan tenang&lt;br /&gt;Anakku, jika engkau sudah besar nanti dan sudah bisa berdo’a&lt;br /&gt;Maka jangan lupa untuk mendo’akan kakekmu&lt;br /&gt;Juga untuk mendoakan nenek yang amat mencintai kita&lt;br /&gt;Juga untuk mendo’akan kakek dan nenek dari pihak ibumu&lt;br /&gt;Yang selalu merawatmu dengan kasih sayang ketika engkau masih kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku…&lt;br /&gt;Segudang harapan dari ayah dan ibumu mengiringi kelahiranmu&lt;br /&gt;Harapan agar engkau menjadi anak soleh&lt;br /&gt;Yang menjadi saksi di yaumil akhir nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku…&lt;br /&gt;Bunga Keagungan nan cerdas&lt;br /&gt;Itulah arti harafiah namamu&lt;br /&gt;Nama indah yang diberikan ibumu&lt;br /&gt;Agar engkau mempunyai keindahan seperti bunga&lt;br /&gt;Mempunya keagungan dan kecerdasan&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidupmu sebagai amanah dan titipan&lt;br /&gt;Yang diberikan Rabbmu yang telah menciptakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putriku…&lt;br /&gt;Engkau adalah muslimah&lt;br /&gt;Engkau adalah wanita&lt;br /&gt;Engkau adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia&lt;br /&gt;Jika engkau bisa menjadi anak yang sholihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putriku…&lt;br /&gt;Ketahuilah olehmu&lt;br /&gt;Menjaga anak perempuan seperti menjaga mahkota dari kaca&lt;br /&gt;Dia akan retak oleh guncangan sedikit saja&lt;br /&gt;Maka kami berpesan untukmu sejak dini&lt;br /&gt;Patuhilah Rabbmu dan Rasulmu&lt;br /&gt;Karena merekalah sebaik-baiknya penjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putriku…&lt;br /&gt;Ayah berpesan untuk kamu tentang ibumu&lt;br /&gt;Patuhilah perintahnya dan jangan membantahnya&lt;br /&gt;Sebab ridho Allah tergantung ridhonya&lt;br /&gt;Dan surgapun terletak dibawah telapak kakinya&lt;br /&gt;Ia yang mengandung kamu dengan susah payah selama sembilan bulan sepuluh hari&lt;br /&gt;Dan melahirkan kamu dengan penuh kesakitan dan penderitaan&lt;br /&gt;Jagalah ibumu ketika ayah tak ada disisinya&lt;br /&gt;Panggilah Ia dengan selembut-lembutnya panggilan&lt;br /&gt;Panggilah Ia dengan sebutan Ummi&lt;br /&gt;Sebab itulah keinginnannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putriku&lt;br /&gt;Ayah berpesan untukmu tentang ayahmu&lt;br /&gt;Patuhilah ayah jika ayah benar, dan tegurlah ayah jika ayah salah&lt;br /&gt;Panggilah ayahmu ini dengan sebutan Abi&lt;br /&gt;Agar ummi tidak merasa sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putriku&lt;br /&gt;Mulai saat ini dan detik ini&lt;br /&gt;Engkau bisa memanggil ayahmu dengan sebutan Abi&lt;br /&gt;Dan memanggil ibumu dengan sebutan Ummi&lt;br /&gt;Bahagiakanlah kami dengan akhlakmu&lt;br /&gt;Muliakanlah kami dengan tingkah lakumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku, wahai putriku&lt;br /&gt;Kami berjanji tidak akan menyia-nyiakan kamu&lt;br /&gt;Tidak akan melupakan amanah ini&lt;br /&gt;Do’a kan Abi dan Ummi agar tabah menjalani hidup ini&lt;br /&gt;Bersama-sama mendidikmu dan adik-adikmu nanti&lt;br /&gt;Agar keluarga kita menjadi sakinah mawaddah wa rohmah&lt;br /&gt;Agar perahu kecil yang ayah kemudikan ini&lt;br /&gt;Selamat sampai tujuan&lt;br /&gt;Tidak tenggelam ditengah jalan&lt;br /&gt;Tidak luruh dihantam ombak&lt;br /&gt;Tidak lekang ditelan zaman&lt;br /&gt;Tidak hancur oleh badai&lt;br /&gt;Dan tidak musnah disapu gelombang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlan wa sahlan yaa putriku&lt;br /&gt;Selamat datang dalam kehidupan ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Jakarta, 19 Mei 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi dan Ummi yang menyayangimu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika puisi ini dibuat, saya baru saja kehilangan ayah saya, ayah yang selalu memberikan nasehat kepada saya bahkan sampai menentukan di rumah sakit mana anak saya harus dilahirkan. Beliaulah yang menyuruh saya mempersiapkan segala sesuatunya. Bagi anak saya, cerita tentang kakeknya membawa haru tersendiri, bagaimana indahnya jika mempunyai seorang kakek, sebab kini semua kakeknya telah tiada, juga ibu saya yg menyusul ayah saya dua tahun lalu. Yang masih ada hanya neneknya dari pihak ibu atau mertua saya, beliaulah kini yang menjadi pusat perhatian anak-anak saya jika bicara tentang lebaran atau liburan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini mengikat batin saya dengan anak-anak saya, menjadikan mereka sebagai seorang sahabat,sebagai teman diskusi, bahkan sebagai teman curhat. Empati yang saya bangun dalam puisi itu, ingin saya realisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan memohon izin Allah tentunya. Meski kadang sebagai orangtua, kita juga tidak mau mengalah, kita merasa bahwa mereka masih bau kencur dan tidak mengerti apa-apa. Kadang juga kita menginginkan mereka sesuai dengan maunya kita, kita ingin menguasai jiwa  dan raga mereka untuk kita bentuk sesuai dengan keinginan kita, padahal seperti kata Kahlil gibran, “Anakmu bukan lah anakmu, engkau adalah busur dimana panah anak-anakmu dilepaskan, engkau dapat menguasai badannya, tetapi tidak jiwanya”. Mereka tidaklah berbeda dengan kita, masing-masing adalah anak pada zamannya sendiri, perbedaan mereka dengan kita adalah bahwa kita lebih dahulu diberikan kesempatan untuk hidup, sehingga kita lebih pandai dan lebih berpengalaman dari anak-anak kita.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-3545222510284352671?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/3545222510284352671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/01/kisah-sebuah-puisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3545222510284352671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3545222510284352671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/01/kisah-sebuah-puisi.html' title='Kisah sebuah puisi'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/S1ZtAsBIa9I/AAAAAAAAAJw/0Hqbdc2ptyI/s72-c/puisinabila.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-4935308128967071811</id><published>2010-01-13T02:12:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T02:42:15.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Sejatinya..</title><content type='html'>Dalam cermin yg lemah memantul,&lt;br /&gt;sejatinya bayang-bayang tercipta buram..&lt;br /&gt;Dalam hati yg semakin tumpul,&lt;br /&gt;sejatinya hidup bagai dikungkung malam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi &lt;br /&gt;Setitik cahaya tiba-tiba mengenyahkan temaram&lt;br /&gt;membawa sayang dari Sang Pencipta kepada hamba..&lt;br /&gt;mengobati kedunguan pribadi, mencerahkan kebodohan hati&lt;br /&gt;dan menerangkan lugunya jiwa-jiwa yang picik akan nasib yang selalu bergulir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu mungkin kita raja, dulu mungkin kita penguasa,&lt;br /&gt;tetapi roda zaman menggilas kejam, mematahkan tulang rusuk para penghalang..&lt;br /&gt;mengganti si kaya menjadi si papa, mengganti si tuan menjadi si anak buah&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;Dulu mungkin kita bukan siapa-siapa, dulu mungkin kita hanya rakyat nestapa..&lt;br /&gt;tetapi roda kehidupan mengangkat beban, mencengkram kuat tengkuk para hamba dan menegakkan dada dan dagu mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Tak ada yang mustahil bagi Allah pemilik semesta..&lt;br /&gt;Jika kita merasa saat ini bahagia, tahanlah bahagia itu, sampai engkau yakin bahagiamu bisa mencium aroma surga..&lt;br /&gt;dan jika kita  merasa saat ini berduka nestapa, tahanlah kesabaranmu itu, sampai engkau yakin kenestapaanmu itu bisa menjauhkanmu dari api neraka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sekarang bahagia, sejatinya itu adalah ujian dari Allah..&lt;br /&gt;dan jika kita sekarang menderita, sejatinya itu adalah kasih sayang dari Allah..&lt;br /&gt;DIA maha pencipta dan kita adalah hamba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejatinya, para hambalah yang butuh pencipta, bukan sebaliknya..&lt;br /&gt;Pantaskah kita berlepas dariNYA,&lt;br /&gt;Pantaskah kita melawan perintahNYA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah kita menuntut hak kita,&lt;br /&gt;Sedang kewajiban masih terseok-seok oleh kesenangan dunia..&lt;br /&gt;Sedang hak Pencipta masih tergadaikan oleh rakusnya nafsu si hamba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bukan didunia milikNYA ini, didunia mana lagi kita bisa menepi..&lt;br /&gt;Jika bukan disemesta milikNYA ini, di semesta mana lagi kita bisa terlindungi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya..&lt;br /&gt;Kita adalah Hamba, dan bukan siapa-siapa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hati ini dalam ketaatan kepadaMu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-4935308128967071811?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/4935308128967071811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/01/sejatinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4935308128967071811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4935308128967071811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2010/01/sejatinya.html' title='Sejatinya..'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-772156449570918757</id><published>2009-12-22T00:10:00.000-08:00</published><updated>2011-05-09T08:51:49.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><title type='text'>Lengkung Waktu Buat Ibu</title><content type='html'>I dedicated this poem for every mother in this world...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..&lt;br /&gt;Peluk hangatmu masih mengalir di dalam nadiku...&lt;br /&gt;Benih Cintamu masih merekah dalam relung-relung hatiku...&lt;br /&gt;Kedamaian kasihmu masih membekas di sudut-sudut jiwaku..&lt;br /&gt;Meski jarak dan waktu telah begitu jauh..&lt;br /&gt;Memisahkan aku dan dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..&lt;br /&gt;Ketika kaki kecilku masih lemah menapak..&lt;br /&gt;Ketika lengan mungilku masih lemah menggenggam..&lt;br /&gt;Ketika bibir kecilku masih lirih berucap..&lt;br /&gt;Ketika punggungku masih ringkih menegak..&lt;br /&gt;Ketika tubuh mungilku masih lemah merangkak..&lt;br /&gt;Cintamu hadir menjadikan tapak-tapak ini kuat..&lt;br /&gt;Hangatmu hadir menjadikan lengan-lengan ini mengepal..&lt;br /&gt;Kasihmu menjadikan bibir ini mampu bersulang kata..&lt;br /&gt;Sayangmu mampu menegakkan punggung ini..&lt;br /&gt;Dan curahan hatimu yang damai membuat tubuh ini mampu menegakkan kepala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..&lt;br /&gt;Andai aku bisa memutar waktu..&lt;br /&gt;Ku ingin engkau kembali seperti dulu..&lt;br /&gt;Mendamaikan keributan dihati ini..&lt;br /&gt;Mendamaikan kegelisahan dijiwa ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..&lt;br /&gt;Andai ku bisa menggulung hari..&lt;br /&gt;Ku ingin engkau selalu disini..&lt;br /&gt;Mengusap kepalaku dari debu..&lt;br /&gt;Mengecup luka di kaki dan tubuhku..&lt;br /&gt;Menemaniku tidur saat ku gelisah dan takut..&lt;br /&gt;Mencairkan bekunya airmata yang aku lupa kapan terakhir ia jatuh..&lt;br /&gt;Mengadu kepadamu tentang kelemahanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..&lt;br /&gt;Ku harap aku bisa mengerti..&lt;br /&gt;Ku harap aku bisa memahami&lt;br /&gt;Hadirmu dibumi sebagai permadani..&lt;br /&gt;Tempat aku, kakak dan adikku bermain dan bernyanyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ku..&lt;br /&gt;Aku berharap bisa melengkungkan waktu..&lt;br /&gt;Dan aku persembahkan kepada ibu..&lt;br /&gt;Menjadikan anak-anak gadis kami kelak akan seperti dirimu..&lt;br /&gt;Menjadikan mereka kelak meneladani sifat-sifatmu..&lt;br /&gt;Menjadi tempat bernaung bagi bocah-bocah seperti kami..&lt;br /&gt;Menjadi tempat sekolah dan masa depan kami..&lt;br /&gt;Dan menjadi bahu tempat bersandar cita-cita kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..&lt;br /&gt;Semoga Tuhan menerima amal baik mu..&lt;br /&gt;Semoga engkau bahagia disana..&lt;br /&gt;Semoga penghuni langit menyambutmu dengan gembira..&lt;br /&gt;Dan memberikan tempat yang terbaik disisiNYA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-9e0c93a616c76f09" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v3.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9e0c93a616c76f09%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331577622%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2D12B93132B3B00190509B5C6FE031842518B6C9.25366CBE95915E13684CC7B861B9D032E17EA65D%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9e0c93a616c76f09%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DwCufy5lnFET-mJ2S3jxdZc8oaRc&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v3.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9e0c93a616c76f09%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331577622%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2D12B93132B3B00190509B5C6FE031842518B6C9.25366CBE95915E13684CC7B861B9D032E17EA65D%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9e0c93a616c76f09%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DwCufy5lnFET-mJ2S3jxdZc8oaRc&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-772156449570918757?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/772156449570918757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/12/lengkung-waktu-buat-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/772156449570918757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/772156449570918757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/12/lengkung-waktu-buat-ibu.html' title='Lengkung Waktu Buat Ibu'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-1757185801708589956</id><published>2009-11-03T01:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T01:17:45.715-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Secarik doa untukmu...</title><content type='html'>Sayangku,&lt;br /&gt;Ada saat dimana diriku terdiam membisu&lt;br /&gt;Tak mengerti apa yang harus kulakukan&lt;br /&gt;Tak jua ku bisa melakukan sedikit asa untukmu&lt;br /&gt;Hanya secarik harapan dan doa yg mengiringi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku,&lt;br /&gt;Jikalau harta bisa merubah itu&lt;br /&gt;Jikalau materi mampu mewujudkannya&lt;br /&gt;Mungkin kita bisa menukar itu dengan semua yang kita miliki&lt;br /&gt;Demi mewujudkan kebahagiaan dirimu&lt;br /&gt;Dan kebahagiaan keluarga kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak, bukan itu yang sanggup memberi makna&lt;br /&gt;Bukan itu yang memberikan bahagia&lt;br /&gt;Sebab hal itu hanya membuat fitnah kepada manusia&lt;br /&gt;Sebab hal itu bukan yang kita minta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku,&lt;br /&gt;Dalam riak-riak air mata yang tercurah&lt;br /&gt;Dalam sendu-sendu yg menyelusup dalam sanubari&lt;br /&gt;Dalam senggal-senggal nafas yang tertahan&lt;br /&gt;Aku pun menghiba-harap kepada sang Pencipta&lt;br /&gt;Semoga memberi apa yang kau pinta&lt;br /&gt;Sebab DIAlah maha pemberi sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku,&lt;br /&gt;Bakti dan sayangmu menjadi penguat rindu&lt;br /&gt;Senyum dan kasihmu menjadi perantara cinta&lt;br /&gt;Sujud-sujud mu kepadaNYA menjadi mahligai terindah&lt;br /&gt;Dan butir-butir ikhlasku padamu pun bisa membuka tabir&lt;br /&gt;Ketika engkau mengharap keharibaanNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku,&lt;br /&gt;Ketika semua tak lagi berarti,&lt;br /&gt;Ketika tak satupun bisa diharapkan&lt;br /&gt;Ketika hatipun terasa sempit&lt;br /&gt;Hanya doa kita yang membuat jiwamu kembali bertahta&lt;br /&gt;Dalam tangisan-tangisan harap&lt;br /&gt;Dalam rintihan-rintihan asa&lt;br /&gt;Dalam pelukan-hangat selimut munajat&lt;br /&gt;Dalam butiran-butiran air mata yang bergulir lambat&lt;br /&gt;Dalam zikir-zikirmu yang semakin melemah&lt;br /&gt;Dalam kecupan-kecupan doa yang terurai&lt;br /&gt;Dalam sunyi-sunyi malam yang mulai merayap&lt;br /&gt;Dalam ikhlas-ikhlas hati yang mulai bersemayam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3 November 2009, tengah hari bolong, saat fikiran lagi mumet dan ide lagi macet...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-1757185801708589956?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/1757185801708589956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/11/secarik-doa-untukmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1757185801708589956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1757185801708589956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/11/secarik-doa-untukmu.html' title='Secarik doa untukmu...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-6277331270395161420</id><published>2009-10-20T21:43:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T03:13:37.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Surat terbuka untuk Bapak Presiden</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Yth Bapak Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah seorang bocah laki-laki berumur 10 th, saya mempunyai kakak perempuan berusia 12 th dan adik berusia 5 th.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kami bertiga telah yatim piatu dan sekarang sudah tidak bersekolah lagi, keadaan yang memaksa kami untuk hidup dijalanan, saya berdagang koran, kakak dan adik saya menjadi pengemis dan pengamen jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermula dari Lumpur itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu sebelum bencana itu datang, keluarga kami masih mempunyai kehidupan normal, meski kami hanya hidup dalam rumah kecil dengan sedikit perabotan seadanya. Ayah seorang anak tunggal bekerja sebagai buruh, kemudian berhenti dan berwiraswasta membuka warung kelontong didepan rumah,  sedangkan Ibu bekerja sebagai TKW di Timur tengah dan selalu mengirimkan uang tiap bulan kepada keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam bulan sebelum lumpur itu menghancurkan rumah kami, musibah terjadi menimpa ibu, Ia hampir diperkosa majikannya tetapi berhasil kabur keluar rumah setelah menusuk majikan nya itu dengan sebuah pisau buah. Tetapi keluarga majikan malah memfitnah ibu dengan fitnah keji, ibu dituduh merayu dan membunuh majikan. Ketika Ibu ditangkap dan didakwa dengan hukuman gantung, Ibu sangat syok, tiada yang membelanya karena semua bukti direkayasa. Pemerintah dalam hal ini KBRI tidak bisa memberikan pertolongan apa-apa, kecuali hanya sekedar simpati. Disana  ibu berjuang sendiri, tidak ada yang perduli dengan dirinya yang hanya sebagai korban, dan pertolongan pemerintah sebagai tempat terakhir seakan-akan seperti pungguk merindukan bulan. Para petinggi itu seakan tidak peduli akan nasib ibu, tidak ada usaha untuk membuktikan bahwa ibu difitnah oleh majikannya. Dalam masa penahanannya, ibu mengirim surat-suratnya kepada kami, surat-surat yang membuat kami menangis setiap hari, membuat bapak selalu pingsan dan membuat si bungsu dan kakak perempuanku merintih setiap malam. Hanya aku sebagai anak lelaki yang paling besar yang berusaha tabah dan menyabarkan keluargaku. Hari-hari ceria berubah menjadi kelam, canda tawa kami seketika menghilang dalam gelapnya episode yang akan kami lalui nanti. Sampai suatu ketika dalam surat terakhirnya, ibu menyuruh bapak untuk tabah dan kuat untuk melanjutkan kehidupan keluarga kami, ia memilih jalan yang terhormat ketimbang mati dalam kondisi difitnah. Dua hari setelah itu, kami mendengar ibu tewas bunuh diri didalam penjara. Ternyata jalan terhormat itu yang dimaksud ibu dalam surat terakhirnya adalah gantung diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian Ibu, kehidupan berjalan normal kembali dan bapak melaksanakan janjinya, ia tidak terlihat cengeng, bahkan lebih tegar, terbukti dengan niatnya berwiraswasta dengan membuka warung kelontong yang cukup ramai, bahkan bapak nekad meminjam uang untuk menambah modal usahanya. Ia katakan kepadaku kalau ingin besar harus berani mengambil resiko besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bencana itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roda kehidupan berjalan bagai pedati menarik jerami, ia berputar kadang diatas dan kadang dibawah.&lt;br /&gt;Belum lama kami berhasil tersenyum kembali sejak kematian ibu, bencana yang lebih besar datang, kampung halaman kami terendam lumpur yang berasal dari pipa pengeboran perusahaan swasta.Lumpur itu melululantahkan rumah-rumah kami dan terpaksa kami menjadi pengungsi dikampung halaman sendiri. Rumah kami, sekolah kami, surau kami kini hilang ditelan bumi, memang katanya ada penggantian dari perusahaan itu, tapi ternyata penggantian itu hanya berlaku untuk rumah-rumah yang terdaftar di lembaga penanggulangan lumpur milik pemerintah dengan mengajukan surat-surat tanah, sedang rumah kami, rumah kecil warisan dari kakek kami, yang hanya terletak diujung jalan tidak pernah dihitung oleh mereka. Kami berusaha melaporkan kepada Pak RT, tetapi Pak RT sendiri kami tak tahu dimana rimbanya, beliau sudah pergi entah kemana karena rumahnya pun telah hilang. Ayah kami yang lugu tak tahu harus meminta tolong kepada siapa, dan ia bingung harus melakukan apa, bahkan ia sering berteriak-teriak seperti orang gila karena tak sanggup menahan beban derita yang berkepanjangan karena ganti rugi tak jua dibayar-bayar. Sampai pada suatu ketika, ia menyuruh kami untuk ke Jakarta meneruskan sisa-sisa hidup kami untuk menumpang kepada seorang kerabat ibu disana. Dibekali secarik kertas alamat dan sedikit uang kami bertiga pergi ke jakarta menumpang bus malam diantar tetangga kami.&lt;br /&gt;Sesampai di Jakarta, kami tak tahu harus kemana, kami pun tidak mengerti mengapa ayah menyuruh kami pergi ke kota besar ini, selain ia hanya bilang bahwa kita lebih baik tinggal bersama kerabat ibu yang tinggal disini. Ayah akan berjuang mendapatkan haknya untuk menuntut penggantian uang gantirugi atas rumah kami, begitu katanya sambil tertawa terbahak-bahak sambil menangis. Terakhir, kata tetangga kami ayah kami harus meninggal karena gantung diri sebab tak kuat lagi untuk menahan berat hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jakarta, kami luntang-lantung tak tahu harus kemana, sampai akhirnya kami dirazia oleh satpol PP karena disangka kami pengemis dan gelandangan. Dan memang saat itu, tanpa sadar bahwa kami memang telah menjadi gelandangan. Kami tak punya siapa-siapa di kota besar ini, rumah tempat tinggal kami dipaksa untuk hilang dari muka bumi, sekolah kami dan masa depan kami dirampas dengan paksa oleh orang-orang itu yang entah siapa mereka dan apa kesalahan kami. Yang kami tahu kami dan teman-teman kami tercerai berai oleh bencana itu, bencana yang oleh Bapak Presiden dibilang sebagai “Musibah” sedang bagi kami tetaplah sebagai bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dari pemeriksaan satpol PP, kami ditolong oleh seorang tua penjual koran yang juga tertangkap oleh petugas itu. Ia membawa kami untuk tinggal digubuknya yang sempit seraya berjanji untuk mencari alamat kerabat ibu kami. Digubuk yang terletak disamping rel itu, kami meneruskan sisa-sisa nafas kami, kami tinggalkan masa kanak-kanak kami dengan berjuang untuk bertahan hidup. Saat anak-anak yang lain bercengkerama dengan teman sekolahnya, adik kami yang seharusnya duduk dibangku TK, terpaksa berlari-lari dijalanan untuk mengemis dari satu kendaraan ke kendaraan lain tak peduli kaki mungilnya menghitam dan rambut kritingnya memerah karena sengatan matahari. Setiap ada kendaraan yg lewat dan berhenti, tangan kecilnya tak lupa untuk menengadah berharap ada pengendara yang berbaik hati memberikan sedekahnya. Sedangkan aku, berdiri dan berlari-lari diperempatan jalan sambil meneriakan koran yang aku jajakan sejak subuh tadi, semoga ada pembeli yang mau membaca koranku pagi ini. Dan kakakku, karena ia memiliki suara merdu, ia menjadi pengamen jalanan dengan sebuah kericikan ditangan. Ia yang seharusnya duduk di bangku SMP dengan kecerdasan yang dimilikinya, seharusnya bisa merenda masa depan yang lebih baik. Semua pekerjaan itu kami lakukan dengan terpaksa, dari pagi hingga malam demi menyambung hari esok, demi menggapai impian-impian anak-anak kecil seperti kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapak Presiden yang saya hormati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seringnya membaca koran,  kini aku menjadi tahu tentang siapa dirimu, dan apa saja yang bisa engkau lakukan dengan kekuatan hebat yang engkau miliki. Karena sering membaca koran itu juga aku bisa menulis surat ini untuk mu, Ternyata engkaulah orang yang selama ini aku cari-cari. Engkaulah  orang yang bisa merubah nasib kami dengan sekali perintah saja, orang yang memiliki kesanggupan untuk merubah dunia ditangannya. Orang yang bisa merubah nasib Ibuku jika saat itu ia mau tahu dan membantu dengan bantuan hukum, orang yang bisa mengembalikan rumah kami yang hilang terendam lumpur, orang yang bisa menyembuhkan sakit gila ayahku, orang yang bisa menyekolahkan si bungsu adikku, juga aku dan kakakku, orang yang bisa menampung anak-anak seperti kami dalam rumah yg nyaman, orang yang bisa membuat cerah masa depan kami dan ribuan anak-anak jalanan lainnya yang terjebak dalam kondisi ini bukan karena inilah nasib mereka, tetapi karena dipaksa oleh orang dewasa yang tidak berprikemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapak Presiden, yang aku kagumi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini setelah melihat berita engkau dilantik, aku ingin engkau menggunakan kekuatan hebatmu untuk membantu kami menemukan kembali kebahagiaan kami yang hilang. Mengembalikan keceriaan sibungsu, memuluskan kembali jari-jari tangannya yang terbakar aspal dan memutihkan kembali mukanya yang tertutup debu jalanan. Juga mengembalikan tawa riang kakak kami yang menghilang sejak ayah sakit jiwa dan menyegarkan kembali wajahnya yang cantik dengan untaian senyumnya seperti beberapa tahun lalu. Juga membantuku mewujudkan cita-cita Ibu dan harapan ayah pada diriku untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama. Engkau Juga adalah orang yang bisa melindungi anak-anak seperti kami yang terpaksa mencari nafkah dijalanan, dari jeratan undang-undang ketertiban milik pemda yang senantiasa bisa menjerat kami kedalam penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapak Presiden yang aku hormati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau tidak bisa menggunakan kekuatan hebatmu untuk kami, tidak mengapa, aku tidak akan marah, begitu juga adik dan kakak ku. Kami terbiasa tidak meminta kepada orang lain, kami terbiasa tidak menggantungkan hidup kepada manusia lain. Keluarga kami terbiasa hidup keras dan tidak lemah. Satu-satunya tempat bergantung kami hanyalah Allah, Tuhan pemilik dunia ini, itulah yang sering almarhum ibu sampaikan kepada kami, untuk menghibur diri kami saat kami jauh darinya.&lt;br /&gt;Jika engkau sulit untuk mewujudkan harapan kami, juga harapan ribuan anak jalanan lainnya, juga harapan jutaan kaum yang senasib dengan kami, kami hanya meminta kepada engkau untuk mengaminkan doa kami saja, semoga kami bisa menggantikan posisi engkau ketika kami dewasa nanti. Karena kami ingin menolong orang yang bernasib seperti ibu kami, kami ingin menolong orang yang senasib dengan keluarga kami, juga keluarga-keluarga lainnya yang kurang beruntung hidup dinegeri ini.&lt;br /&gt;Sampaikan salam kami untuk para pembantu engkau, agar beliau juga mengamini doa kami, agar kami dapat menggantikan posisi mereka kelak jika kami besar. Agar Si bungsu kelak akan tercapai cita-citanya menjadi orang yg menyayangi orang lain dengan sepenuh hati seperti sayangnya pak tua penjual koran itu kepada kami, setiap pagi ketika hidup mulai bergulir kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Presiden yang kami hormati, semoga engkau membaca surat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari anak negeri yg terhempas di jalanan karena nasib yang kurang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;20 Oktober 2009, Tengah malam bertepatan dengan pelantikan Presiden/Wakil Presiden RI periode 2009-2014&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu Siang Di Seberang Istana (IWAN FALS)&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tiSWn65pwGI?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tiSWn65pwGI?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore Tugu Pancoran (IWAN FALS)&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/0okzlKH1BR0?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/0okzlKH1BR0?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-6277331270395161420?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/6277331270395161420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/10/surat-terbuka-untuk-bapak-presiden.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/6277331270395161420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/6277331270395161420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/10/surat-terbuka-untuk-bapak-presiden.html' title='Surat terbuka untuk Bapak Presiden'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-9206868835917105382</id><published>2009-10-02T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T19:52:46.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Nak, Tuhan sangat sayang kepadamu...</title><content type='html'>Sore itu,&lt;br /&gt;puluhan anak sedang asyik mengisi saat senggang mereka dengan kesibukan&lt;br /&gt;puluhan bocah sedang giat mewujudkan impian mereka&lt;br /&gt;puluhan generasi pengganti mengisi hari-hari mereka dengan kebaikan ilmu&lt;br /&gt;saat anak-anak lain duduk tertawa di depan televisi&lt;br /&gt;mereka mengernyitkan dahi memutar otak membahas pelajaran demi pelajaran&lt;br /&gt;dalam suatu majelis ilmu bernama gama&lt;br /&gt;di sebuah kota bernama padang&lt;br /&gt;sebuah kota di negeri kami tercinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba,&lt;br /&gt;suara gemuruh datang dan gedung bergoyang&lt;br /&gt;dalam sekejap mata mereka terbenam&lt;br /&gt;kekhusukan berubah menjadi tangis&lt;br /&gt;keheningan berubah menjadi iba&lt;br /&gt;hati-hati para belia pun luruh dalam kepasrahan..&lt;br /&gt;dalam doa-doa lirih yang tak sanggup lagi mereka ucapkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentak hati menangis dan jiwa tak mampu berdiri&lt;br /&gt;kepala tak sanggup untuk ditegakkan..&lt;br /&gt;tajam luka hati ini melihat kondisi engkau wahai anak-anakku&lt;br /&gt;dalam kesyahidan mencari ilmu&lt;br /&gt;dalam kemulyaan engkau dipanggil sang pencipta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat asa untuk hidup mengiringi harapan mereka&lt;br /&gt;detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam hingga hari berganti..&lt;br /&gt;pertolongan tak jua datang, ia hanya bisa mengankat sebongkah batu,&lt;br /&gt;ia hanya bisa menjemput satu dan dua jiwa saja,&lt;br /&gt;sedang jiwa-jiwa lain dijemput oleh sang pencipta,&lt;br /&gt;dalam gelap mereka meringis, dalam haus mereka menangis...&lt;br /&gt;dalam rintik hujan mereka pasrah dijemput penciptanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak...&lt;br /&gt;ketahuilah..&lt;br /&gt;Tuhan sangat sayang kepada engkau,&lt;br /&gt;kepada teman-teman mu, juga kepada yang lain..&lt;br /&gt;engkau lebih mulia dari kami,&lt;br /&gt;engkau lebih berjasa dari para pahlawan manapun..&lt;br /&gt;pahala syahid pun telah menunggu engkau..&lt;br /&gt;dalam menuntut ilmu bagi dirimu, bagi orang tuamu, bagi agamamu dan bagi negaramu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau patut bangga..&lt;br /&gt;engkau tak pernah bermain-main dengan hidup mu,&lt;br /&gt;engkau tak pernah menyia-nyiakan waktu mu,&lt;br /&gt;sedang kami, disini ditempat yang jauh dari mu,&lt;br /&gt;para orang tua, para mahluk dewasa kadang tak sadar telah banyak menyia-nyiakan hidup&lt;br /&gt;telah banyak menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermaksiat kepadaNYA&lt;br /&gt;Seharusnya bencana itu bisa menampar hati kami,&lt;br /&gt;seharusnya bencana itu bisa membuka mata kami,&lt;br /&gt;seharusnya bencana itu dapat menyadarkan kami,&lt;br /&gt;dan seharusnya kesyahidan mu itu membuat malu diri kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak..&lt;br /&gt;sampaikan salamkan kami kepada orangtuamu&lt;br /&gt;sampaikan iri kami kepada ayah bundamu yang sangat tabah&lt;br /&gt;yang telah melahirkanmu sebagai mujahid&lt;br /&gt;dalam mengabdi kepada ilmu&lt;br /&gt;dalam mengisi ruang-ruang waktu&lt;br /&gt;dengan kemulyaan seorang ulama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak-anakku korban gempa di Padang ketika sedang menuntut ilmu dalam gedung gama, kami semua sayang kamu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-9206868835917105382?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/9206868835917105382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/10/nak-tuhan-sangat-sayang-kepadamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9206868835917105382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9206868835917105382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/10/nak-tuhan-sangat-sayang-kepadamu.html' title='Nak, Tuhan sangat sayang kepadamu...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-3809999481042539681</id><published>2009-09-18T16:52:00.001-07:00</published><updated>2009-09-18T17:35:11.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Yang Datang, Yang Pergi dan Yang Kembali</title><content type='html'>Ramadhan,&lt;br /&gt;Pagi ini adalah pagi terakhir engkau hadir dibumi untuk tahun ini,&lt;br /&gt;Engkau sambangi rumah-rumah kami&lt;br /&gt;Engkau bangunkan kami pada sepertiga malam&lt;br /&gt;Engkau ceriakan anak-anak kami&lt;br /&gt;Engkau senyumkan bibir-bibir kering kami&lt;br /&gt;Engkau ramaikan masjid-masjid kami&lt;br /&gt;Engkau ringankan tangan-tangan kami&lt;br /&gt;Engkau luruhkan kerasnya hati kami&lt;br /&gt;Engkau basahi pipi-pipi kami&lt;br /&gt;Engkau lembutkan sujud-sujud kami&lt;br /&gt;Dan engkau sibukan hati-hati kami dengan seruan mu&lt;br /&gt;Dalam ibadah kepadaNYA.&lt;br /&gt;Kini,&lt;br /&gt;Engkau pergi dengan segala takdir&lt;br /&gt;Demi sunnatullah yang harus terjaga&lt;br /&gt;Sebab sang Fitri akan hadir menggantikanmu&lt;br /&gt;Sebab sang fajar baru akan datang menghampiri bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan,&lt;br /&gt;Maafkan kami&lt;br /&gt;Kalau penyambutan kami kepadamu terasa hambar&lt;br /&gt;Kalau suguhan kami tak terasa istimewa&lt;br /&gt;Kalau jamuan kami tak sesuai harapan&lt;br /&gt;Kalau kami senantiasa hanya sibuk dengan urusan kami&lt;br /&gt;Dan kalau kami senantiasa hampir tak menyadari kehadiran mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau bukan karena keceriaan sahur dan berbuka itu&lt;br /&gt;Niscaya engkau pasti terlupakan&lt;br /&gt;Sedang engkau datang hanya untuk kebahagiaan kami&lt;br /&gt;Sedang engkau hadir karena kasih sayang Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan,&lt;br /&gt;Jangan kau pergi untuk tak kembali&lt;br /&gt;Jangan kau pergi  hanya untuk mengganti masa&lt;br /&gt;Sampaikan salam kami kepada Rabb mu,&lt;br /&gt;Agar mengijinkan engkau untuk bertamu kembali&lt;br /&gt;Di tahun depan nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan&lt;br /&gt;Terimakasih atas kebersamaan selama satu bulan ini&lt;br /&gt;Meski hari-hari kami tak seperti matahari&lt;br /&gt;Yang senantiasa berkilau dengan tahlil, tahmid dan tasbih&lt;br /&gt;Yang senantiasa bersinar dalam cahaya keimanan&lt;br /&gt;Tapi,&lt;br /&gt;Setidaknya hari-hari kami itu&lt;br /&gt;Menjadi lentera yang berkelap-kelip&lt;br /&gt;Sekedar menerangi gelapnya malam&lt;br /&gt;Sekedar menghantar petunjuk jalan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan&lt;br /&gt;Sebelum kami meminta maaf kepada  manusia&lt;br /&gt;Sebelum hati kami meminta keikhlasan hati manusia&lt;br /&gt;Kami memohon maaf kepada dirimu dahulu&lt;br /&gt;Kami mohon maaf atas kekhilafan kami dalam menyambutmu&lt;br /&gt;Kami mohon maaf atas kesalahan kami menjamumu&lt;br /&gt;Semoga engkau tak marah atas usaha-usaha kami&lt;br /&gt;Semoga engkau masih sudi menyambangi kami&lt;br /&gt;Meskipun kami tahu&lt;br /&gt;Hadirmu  adalah untuk melahirkan diri kami kembali&lt;br /&gt;Kedatangan mu adalah untuk menyambut fitrah kami kembali&lt;br /&gt;Dan kepergianmu adalah untuk jiwa-jiwa mereka yang ingin kembali&lt;br /&gt;Jiwa yang ingin kembali kepada fitrah sejati&lt;br /&gt;Dalam naungan kasih illahi robbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqqoballahu minna waminkum&lt;br /&gt;Shiyaamana wa shiyaamakum&lt;br /&gt;Taqqoballahu yaa  kariim….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-3809999481042539681?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/3809999481042539681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/09/yang-datang-yang-pergi-dan-yang-kembali.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3809999481042539681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3809999481042539681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/09/yang-datang-yang-pergi-dan-yang-kembali.html' title='Yang Datang, Yang Pergi dan Yang Kembali'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-274575231456536101</id><published>2009-08-26T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T22:16:01.547-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Oase itu bernama Ramadhan</title><content type='html'>Manusia,&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidupnya&lt;br /&gt;Selama waktu yang telah digariskan&lt;br /&gt;Selama masa yang telah ditetapkan&lt;br /&gt;Adalah sebagai pengembara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang ditugaskan Tuhannya untuk pergi dari satu tempat ketempat lainnya,&lt;br /&gt;Dari tempat bernama dunia menuju tempat tujuan bernama akhirat,&lt;br /&gt;Dalam masa dan perjalanan panjang bersama sang waktu,&lt;br /&gt;Melewati gurun tandus dan gersang sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keringat dan peluh, serta bau badan yang menusuk karena debu-debu yang bertebaran,&lt;br /&gt;Kaki-kaki yang luka karena duri-duri yang berserak ditengah jalan,&lt;br /&gt;Dan perih mata karena tertusuk angin penuh debu dan kotoran liar yang menyaput tiada henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang dikaruniai kelebihan harta, merasa nyaman dengan tandu-tandu dan gerobak yang didorong oleh keledai.&lt;br /&gt;Mereka merasa nyaman dalam kesenangan sementara, terkantuk-kantuk dalam tenda yang bergoyang oleh kerikil-kerikil yang menyusuri jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang mereka yang diberi hidup pas-pasan, berjuang dengan keringat dan darah, dengan telanjang kaki tanpa sepatu dan alaskaki, dengan penutup tubuh seadanya, sekedar menghilangkan panas dari teriknya matahari dan dinginnya malam,&lt;br /&gt;Mencoba berjalan dengan jiwa-jiwa kuat dan penuh harap, kapankah perjalanan ini akan tiba ditujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa haus dan lapar, rasa dahaga dan perih lambung yang menyertai, sebenarnya akan hilang jika telah sampai ditempat istirahat sementara, sebelum tiba ditujuan...&lt;br /&gt;Tuhanpun sayang kepada manusia, Dia telah menyiapkan tempat untuk rehat, dalam sebuah oase yang damai, yang penuh dengan air dari telaga kautsar, dan pohon-pohon penuh buah untuk tempat berteduh.&lt;br /&gt;Tuhan telah menyiapkan sebuah oase dalam setiap satu masa perjalanan, yang kadarnya adalah satu bulan untuk satu tahun.&lt;br /&gt;Di oase itu,  disana engkau dapat minum dan menyucikan diri, membasuh hati dan muka yang kotor karena debu perjalanan.&lt;br /&gt;Mencuci dan membersihkan pakaian-pakaian mu dengan shodaqoh dan zakat, mengairi tenggorokan dengan basuhan quran, berteduh dalam naungan shaf-shaf sholat berjamaah, bergembira dan bercengkrama dalam nikmatnya berbuka.&lt;br /&gt;Dalam oase itu, kita juga bisa berselimut tahajud dan qiyamul lail, merebahkan diri dalam hangatnya dzikir, dan berolahraga dengan rakaat-rakaat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka kaum papa, yang merasakan panasnya perjalanan dengan telanjang kaki, sampainya kepada oase, seolah-olah seperti telah sampai kepada tempat tujuan. Tiba pada bulan oase adalah kesempatan yang sangat diharapkan, sembari mengumpulkan kembali kantung-kantung perbekalan untuk masa perjalanan berikutnya.&lt;br /&gt;Juga bagi mereka kaum kaya, tetapi tidak silau akan kekayaan dunia, yang menganggap kekayaannya hanya sebatas titipan, justru merindukan saat oase itu untuk memberikan semua kekayaannya kepada kaum papa, dan mengisi kantung-kantung air mereka untuk perjalanan berikutnya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi mereka yang merasa kaya, yang telah lupa akan adanya oase, yang asyik dalam tenda-tenda, yang asyik dan tertidur didalam tandu-tandu, mereka tidak menyadari nikmatnya beristrirahat di oase itu. Mereka tidak perduli dengan keriuhan riak-riak dalam oase, mereka tidak peduli dengan nikmat dan kenyamanan dalam guyuran-guyuran air takwa, dan basuhan-basuhan sejuk keimanan, hingga ketika tiba ditujuan, mereka terkejut bahwa saat mereka telah tiba, sedang perbekalan tak satupun mereka punya, karena habis dimakan selama perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang lebih celaka lagi, bagi mereka yang papa, yg berjalan tanpa alas kaki, yang berlindung hanya dengan sehelai kain, tetapi tidak peduli dan tidak tahu dengan oase itu sendiri. Akhirnya perjalanan mereka berlalu dengan berat, dan bekalpun tak ada yang didapat. Hidup di dunia menderita dan di akhirat mendapat sengsara.&lt;br /&gt;Adalah kebodohan dan ketidak pedulian akan belajar yang membuat mereka tidak mengetahui, bahwa dalam perjalanan panjang dunia, ada satu bulan tempat istrirahat, dalam perjalanan panjang digurun bertandus, ada satu oase tempat untuk rehat, dan oase itu bernama Ramadhan.&lt;br /&gt;Itulah saat-saat yang paling menyenangkan dalam hidup. Seandainya manusia tahu, mungkin mereka akan meminta, bahwa seluruh bulan adalah bulan Ramadhan, seluruh tempat perjalanan adalah oase keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-274575231456536101?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/274575231456536101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/08/oase-itu-bernama-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/274575231456536101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/274575231456536101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/08/oase-itu-bernama-ramadhan.html' title='Oase itu bernama Ramadhan'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-771687895968170108</id><published>2009-08-07T03:48:00.001-07:00</published><updated>2009-08-07T03:56:15.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Muhasabah dalam Munajat</title><content type='html'>Tuhanku&lt;br /&gt;Di keheningan malam ini ku bersimpuh kepada Mu&lt;br /&gt;Ku bersujud mengharap kasih sayang Mu&lt;br /&gt;Dalam balutan perih dan pedih&lt;br /&gt;Yang menyertai langkah-langkah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi aku mengadu&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi aku bermunajat&lt;br /&gt;Sedang engkau adalah pemilik semesta ini&lt;br /&gt;Sedang engkau adalah pemilik jiwa dan raga ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Meski air mata ini mengalir deras&lt;br /&gt;Meski mata ini sembab karena tangis tak berkesudahan&lt;br /&gt;Meski hati ini sesak karena rasa sesal tak jua bisa terurai&lt;br /&gt;Meski kening mengerut dan mata kaki bengkak karena sujud-sujud penyesalan&lt;br /&gt;Aku tahu semua itu belum pantas bagiku&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan maghfirah atas ampunan dariMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidupku yang kini menginjak lebih dari separuh usia Rasul Mu&lt;br /&gt;Ku tahu,&lt;br /&gt;Hanya sedikit waktu yang sempat kuberikan khusus untukMu,&lt;br /&gt;Hanya sedikit masa yang mampu aku persembahkan untuk mendekat kepadaMu,&lt;br /&gt;Hanya sedikit hari-hari yang ku lakukan untuk bisa beribadah kepadaMu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Silaunya dunia membuat aku banyak melupakan diriMu,&lt;br /&gt;Gemerlapnya dunia membuat aku terseret lautan dosa dan maksiat kepadaMu,&lt;br /&gt;Karatnya hati ini karena penyakit wahn telah merasuk sampai ke urat nadiku,&lt;br /&gt;Membuat jiwaku gersang akan fitrah dan ruhku sepi akan munajat kepadaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Lahir&lt;br /&gt;Betapa aku sangat mensyukuri nikmat Mu atas kelahiran diriku,&lt;br /&gt;Bertemu dengan keluarga sederhana yang memiliki latar belakang keislaman&lt;br /&gt;Meskipun aku hanya seorang muslim keturunan,&lt;br /&gt;Setidaknya hidayahMu mengalir sejak diriku masih bayi&lt;br /&gt;Hingga aku mengerti bahwa itu adalah nikmat paling besar dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Balita&lt;br /&gt;Aku bersyukur kepadaMu atas cinta kasih yang diberikan oleh kedua orangtuaku&lt;br /&gt;Yang merawat diriku sejak masih kecil dengan kasih sayang&lt;br /&gt;Yang cintanya tak pernah bisa aku balas&lt;br /&gt;Meski dengan pengorbanan seluruh hidupku&lt;br /&gt;Ya Allah ampunilah kedua orang tuaku&lt;br /&gt;Bahagiakan mereka dengan kasih sayangMu&lt;br /&gt;Lapangkan dan terangilah kuburnya&lt;br /&gt;Maafkan aku yang belum bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka&lt;br /&gt;Maafkan aku yang belum mampu memberikan kedamaian dihati mereka&lt;br /&gt;Hingga saat-saat terakhir mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Ampuni aku yang pernah bersikap kasar kepada keduanya&lt;br /&gt;Ampuni aku yang pernah membantah keduanya&lt;br /&gt;Ampuni aku yang pernah berkata “ahh” kepadanya&lt;br /&gt;Maafkan aku yang pernah membuat luka dihatinya,&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Ikhlaskan amal-amal kami untuknya&lt;br /&gt;Lapangkan hati kami dalam mendoakan kebaikan kepadanya&lt;br /&gt;Dan sampaikan salam dan rasa hormat kami kepada keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Jika aku belum sempat membalas kebaikan keduanya selama mereka masih hidup&lt;br /&gt;Izinkan aku menjadi anak yang saleh untuknya, dalam sisa-sisa usiaku&lt;br /&gt;Beri aku kekuatan untuk menjadikannya tauladan bagi diriku dan anak-anakku&lt;br /&gt;Beri aku kelapangan dalam menjalankan amanat-amanatnya&lt;br /&gt;Jadikan mereka merasa bangga atas diri kami&lt;br /&gt;Karena pengorbanan mereka terhadap kami tak pernah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Saat remaja tiba&lt;br /&gt;Aku ingat masa-masa jahiliyah itu,&lt;br /&gt;Masa-masa remaja yang membuat para pemuda terlena&lt;br /&gt;Masa-masa remaja yang naif dan congak akan dunia&lt;br /&gt;Masa-masa remaja yang sombong dan angkuh dalam mencari jati diri mereka&lt;br /&gt;Yang berkata inilah aku, inilah duniaku, dan aku tak pernah perduli siapapun diriMu,&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Kalau bukan karena rahmat dan kasih sayangMu&lt;br /&gt;Mungkin saat itu diriku telah menjadi sampah masyarakat&lt;br /&gt;Yang mati muda dalam kesia-siaan&lt;br /&gt;Yang tewas dalam kebodohan dan kejumudan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Maafkan diriku yang melewati saat-saat indah itu dengan sia-sia&lt;br /&gt;Saat dimana engkau berjanji kepada para pemuda dan para pemudi&lt;br /&gt;Akan memberikan naungan kepada mereka di yaumil mashyar&lt;br /&gt;yang membaktikan masa mudanya dalam keimanan kepadaMu, yang mencondongkan hatinya kepada mesjid-mesjid milikMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Dewasa dan Menikah&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Dengan segala kebaikan dan anugerah dariMu&lt;br /&gt;Kau berikan aku pekerjaan dan penghidupan yang layak&lt;br /&gt;Kau berikan cinta seorang manusia kepada diriku&lt;br /&gt;Kau berikan istri sholehan dan anak-anak yang lucu&lt;br /&gt;Kau berikan aku mahligai rumahtangga yang sakinah&lt;br /&gt;Kau berikan aku bahtera keluarga yang mawaddah&lt;br /&gt;Dan kau berikan aku kehidupan dua insan yang penuh rahmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Dari semua nikmat yang engkau berikan kepadaku sejak aku lahir, balita, remaja, dewasa Hingga menikah&lt;br /&gt;Aku tahu hanya sedikit sekali aku bersyukur kepadaMu,&lt;br /&gt;Hanya sedikit sekali tasbih dan hamdalah yang terucap dari bibirku,&lt;br /&gt;Hanya sedikit sekali tangan ini berada diatas untuk beribadah kepadaMu,&lt;br /&gt;Sedang rahmatMu tak pernah putus kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Dalam munajatku malam ini&lt;br /&gt;Dalam muhasabahku kali ini&lt;br /&gt;Tiada yang kupinta hanya mohon ampun kepadaMu&lt;br /&gt;Dan mohon keridhaanMu atas diriku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Engkaulah penguasa segala sesuatu, Engkaulah pemilik segala sesuatu&lt;br /&gt;Tiadalah daun yang jatuh ditengah rimba tanpa sepengetahuan diriMu,&lt;br /&gt;Tiadalah semut hitam yang berjalan ditengah malam diatas batu hitam yang tidak engkau ketahui.&lt;br /&gt;Sampaikan salamku untuk junjungan kami, kekasihMu Rasulullah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Sampaikan salawat kami untuknya, juga untuk sahabatnya dan untuk pengikutnya hingga akhirzaman nanti.&lt;br /&gt;Sampaikan salam rindu kami, untuknya, sampaikan salam takzim kami kepadanya&lt;br /&gt;Meski kami berjarak ribuan tahun dengan dirinya,&lt;br /&gt;Tapi cinta kami tetap hangat untuknya&lt;br /&gt;Beri kekuatan kepada kami untuk meniru suri tauladannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Dalam munajatku kali ini,&lt;br /&gt;Engkau tahu,&lt;br /&gt;Kami adalah selemah-lemahnya manusia&lt;br /&gt;Kami adalah tempat berkumpulnya salah dan dosa&lt;br /&gt;Jika bukan karena kasih sayangMu,&lt;br /&gt;Tak mungkin kami bisa meminta&lt;br /&gt;Meski dalam hati yang berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Ramadhan telah dekat,&lt;br /&gt;Bantu kami menggapai barokah bulan suci Mu,&lt;br /&gt;Bantu kami menggapai derajat yang tinggi dalam naungan saum-saum kami,&lt;br /&gt;Dalam qiyamulail-qiyamulail yang akan kami lewati,&lt;br /&gt;Jangan biarkan malam-malam kami terlewat begitu saja&lt;br /&gt;Jangan biarkan siang-siang kami berlalu sia-sia&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Kalau bukan pada Ramadhan kali ini kami berharap&lt;br /&gt;Kami tak pernah tahu apakah akan berjumpa kembali dengan Ramadhan-Ramadan berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;Meski lelah tubuh ini bersimpuh dihadapanMu,&lt;br /&gt;Tapi tak lelah hati ini untuk memohon ampun kepadaMu,&lt;br /&gt;Tak pernah lelah jiwa ini mengadu kepadaMu,&lt;br /&gt;Meskipun airmata ini telah mengering sejak tadi&lt;br /&gt;Tapi rasa harap ini tak pernah berhenti&lt;br /&gt;Karena hati ini selalu naik dan turun&lt;br /&gt;Karena iman ini tak pernah stabil&lt;br /&gt;Siang ku ingat malam ku alpa lagi&lt;br /&gt;Malam ku bermunajat siang ku bermaksiat lagi&lt;br /&gt;Ya Tuhanku,&lt;br /&gt;Kami butuh pertolonganMu yaa Zat yang membolak-balikan hati&lt;br /&gt;Kami butuh bimbinganMu untuk meneruskan sisa-sisa usia kami&lt;br /&gt;Agar jiwa-jiwa ini tak lagi gelisah&lt;br /&gt;Agar hati ini tak lagi merasa resah&lt;br /&gt;Saat ketetapanMu datang menjemput kami&lt;br /&gt;Saat takdirmu menyapa umur kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirih kami berucap dalam hening malam..&lt;br /&gt;Dalam sepi yang menemani..&lt;br /&gt;Dalam desir angin sayup-sayup terdengar..&lt;br /&gt;Dalam gumam kecil yang membasahi bibir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah walhamdulillah walaailahailallah wallahuakbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah walhamdulillah walaailahailallah wallahuakbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah walhamdulillah walaailahailallah wallahuakbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. QS 39:42&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-771687895968170108?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/771687895968170108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/08/muhasabah-dalam-munajat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/771687895968170108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/771687895968170108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/08/muhasabah-dalam-munajat.html' title='Muhasabah dalam Munajat'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-1549806745229673619</id><published>2009-07-23T02:36:00.001-07:00</published><updated>2009-07-23T02:36:47.492-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>Yang tersendiri (Saat jiwa terasa rapuh)</title><content type='html'>Manusia...&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya sebagai hamba&lt;br /&gt;Tiada saat yang selalu bahagia&lt;br /&gt;Tiada pula saat yang selalu menyenangkan hati&lt;br /&gt;Begitu pula sebaliknya&lt;br /&gt;Tiada saat yang selalu menderita&lt;br /&gt;Tiada saat pula yang selalu merana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang seperti siang dan pergi seperti malam&lt;br /&gt;Ia kadang di barat, kadang pula di timur&lt;br /&gt;Kadang di utara dan kadang di selatan&lt;br /&gt;Kadang mengulum senyum&lt;br /&gt;Kadang menarik air mata&lt;br /&gt;Kadang membuat tertawa&lt;br /&gt;Kadang membelalakan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mentari bersinar terang dan bahagia datang,&lt;br /&gt;Saat-saat senyum mengulum, hati merekah dan jiwa bahagia&lt;br /&gt;Tiada beban yang menggayut lengan dan membungkukan badan&lt;br /&gt;Dunia terasa lapang dan kegembiraan mencengkeram&lt;br /&gt;Semua manusia pasti sanggup melewatinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana saat kegelapan datang mencengkeram&lt;br /&gt;Saat jiwa rapuh hati merana dan dunia terasa sempit&lt;br /&gt;Saat nikmat seolah-olah tercerabut dari dasar tubuh&lt;br /&gt;Saat rahmat seolah-olah menghilang dan menjauh perlahan&lt;br /&gt;Sanggupkan manusia melewati masa-masa itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang dulu kekar dan perkasa &lt;br /&gt;Kini lemah di pembaringan tak berdaya&lt;br /&gt;Tubuh perkasa kini mulai renta dimakan usia&lt;br /&gt;Teman-teman pergi satu persatu meninggalkan kenangan&lt;br /&gt;Sanak family mulai menghilang dalam kesibukan&lt;br /&gt;Anak wanita pun pergi dibawa orang yang mencintainya&lt;br /&gt;Dan Anak lelakipun tersandera keluarganya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa,&lt;br /&gt;Kemana engkau akan mengadu&lt;br /&gt;Dimanakah kecongkakan masa muda mu,&lt;br /&gt;Dimana kecantikan dan ketampanan parasmu&lt;br /&gt;Saat kulit mengeriput dan wajahmu mengerut,&lt;br /&gt;Apakah yang engkau banggakan kini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hati tersadar bahwa yang ada hanya kenangan,&lt;br /&gt;Yang ada hanya penyesalan dan penyesalan&lt;br /&gt;Masa-masa muda terlewati begitu saja&lt;br /&gt;Amal-amal baik selalu tertunda dan tertunda&lt;br /&gt;Seluruh hidup hanya habis ternoda, separuh nyawa hanya habis tersia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini&lt;br /&gt;Dipembaringan ini, jiwa merintih dan hati menangis&lt;br /&gt;Air mata mengalir deras tak henti-henti&lt;br /&gt;Mengingat dosa-dosa masa silam&lt;br /&gt;Mengingat  semua perbuatan terlanjur kelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat jiwa rapuh dan hati menyendiri&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi diri ini memohon ampun&lt;br /&gt;Selain kepada sang pemilik jiwa&lt;br /&gt;Meminta rahmat dan kasih sayangNYA&lt;br /&gt;Di rintihan-rintihan nafas yang tersenggal-senggal&lt;br /&gt;Di untaian terakhir bulir hidup yang tersisa&lt;br /&gt;Mudah-mudahan mendapat berkah dan sejahtera&lt;br /&gt;Dengan taubatan nasuha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-1549806745229673619?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/1549806745229673619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/07/yang-tersendiri-saat-jiwa-terasa-rapuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1549806745229673619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1549806745229673619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/07/yang-tersendiri-saat-jiwa-terasa-rapuh.html' title='Yang tersendiri (Saat jiwa terasa rapuh)'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-1437362111101575310</id><published>2009-06-06T02:57:00.001-07:00</published><updated>2009-06-06T02:58:47.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>Ketika Sepi Menghampiri</title><content type='html'>Dalam hidup..&lt;br /&gt;Sepanjang jiwa-jiwa yang menyandangnya,&lt;br /&gt;Penuh cerita suka dan duka,&lt;br /&gt;Ada gelak dan tawa,&lt;br /&gt;Ada tangis dan perih&lt;br /&gt;Ada ramai dan gembira&lt;br /&gt;Ada sepi dan sunyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup,&lt;br /&gt;Ketika ia dimulai,&lt;br /&gt;Manusia datang dalam kesendirian..&lt;br /&gt;Lalu masa datang meramaikan..&lt;br /&gt;Melupakan saat-saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hidup mulai berjalan,&lt;br /&gt;Ketika ramai mulai merasuk dalam nadi,&lt;br /&gt;Ketika kegembiraan mulai mengisi hari-hari,&lt;br /&gt;Mulailah manusia melupakan hakikat,&lt;br /&gt;Bahwa ia kelak akan sendiri lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian dalam sepi,&lt;br /&gt;Kesendirian dalam alam takdir,&lt;br /&gt;Dimana semua mahluk akan dihampiri,&lt;br /&gt;Dimana segala kenikmatan akan diputus,&lt;br /&gt;Dimana para sanak famili akan menangis,&lt;br /&gt;Dimana para sahabat akan kehilangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang sudi menemani saat-saat sepi itu,&lt;br /&gt;Selain amal-amal baik yang setia memberi kehangatan,&lt;br /&gt;Selain amal-amal soleh yang menjadi teman seperjalanan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Jika engkau kini merasa gembira dalam keramaian,&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa suatu saat engkau akan merasa kesepian,&lt;br /&gt;Dan jika engkau sekarang merasa kesepian,&lt;br /&gt;Ingatlah Allah yang akan menemanimu dalam sepi mu itu,&lt;br /&gt;Semoga sepimu dalam khusuk ibadahmu itu,&lt;br /&gt;Meramaikan kesepianmu nanti yang sesungguhnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-1437362111101575310?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/1437362111101575310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/06/ketika-sepi-menghampiri_06.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1437362111101575310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1437362111101575310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/06/ketika-sepi-menghampiri_06.html' title='Ketika Sepi Menghampiri'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5037590927314064644</id><published>2009-06-05T05:12:00.001-07:00</published><updated>2009-06-05T05:12:40.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Tanggung Jawab Itu...</title><content type='html'>Ketika pikiran buntu dan hati tak menentu..&lt;br /&gt;Saat hati bertanya dalam ragu..&lt;br /&gt;Mau dibawa kemana perahu organisasi bisnis kecil ini? &lt;br /&gt;Sedang disana ada banyak tangan-tangan kecil yang butuh perlindungan, &lt;br /&gt;ada keluarga-keluarga kecil yg butuh sandaran..&lt;br /&gt;dan ada istri-istri yg butuh kedamaian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, beri kami kekuatan menjaga kapal ini agar tidak hancur di hempas gelombang.. &lt;br /&gt;Jika maksiat-maksiat kami membuat Engkau menahan rizki kami, maka ampunilah dosa kami, &lt;br /&gt;dan jika tambahan rizki darimu tidak membuat kami lebih taat kepada Mu, maka maafkanlah kesalahan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi, sungguh bukan satu kemauan kami untuk memegang amanah ini,&lt;br /&gt;Tapi karena sayang kami kepada mereka yang menyebabkan kami mau menerima tanggung jawab ini,&lt;br /&gt;Jika kami tidak bisa mengemudikan biduk ini ke jalur yang benar maka bantu kami meluruskannya...&lt;br /&gt;Jika kami tak bisa memenuhi harapan mereka, maka Engkaulah maha pemberi segala sesuatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah yang maha pemberi kekuatan..&lt;br /&gt;Beri kami kekuatan untuk menegakkan layar bahtera ini..&lt;br /&gt;Beri kami kekuatan untuk mengais-ngais rezeki yang halal melalui perahu ini..&lt;br /&gt;Beri kami kekuatan hati untuk melihat setiap kesempatan itu..&lt;br /&gt;Beri kami keyakinan untuk menenangkan hati anak-anak dan istri kami..&lt;br /&gt;Satukan keluarga-keluarga yang menyertai perjalanan ini..&lt;br /&gt;Dengan segala rahmat dan karuniamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, jika memang kami tak layak mendapatkan anugrahMu karena dosa-dosa kami,&lt;br /&gt;Sungguh anak-anak kami yang membuat kami tak lagi malu meminta KepadaMu,&lt;br /&gt;Sungguh istri-istri kami yang membuat kami rela menghinakan diri dihadapanMu,&lt;br /&gt;Kalau bukan karena mereka, sungguh jiwa-jiwa ini menjadi kerdil tak bernyawa,&lt;br /&gt;Sungguh jiwa-jiwa ini menjadi pecundang dihadapan MU.&lt;br /&gt;Sungguh hati-hati ini akan hancur berkeping-keping..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena Rahmat dan kasih sayangMU..&lt;br /&gt;Sungguh Jiwa ini kembali tegar selaksa karang..&lt;br /&gt;Kembali damai selaksa malam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5037590927314064644?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5037590927314064644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/06/tanggung-jawab-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5037590927314064644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5037590927314064644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/06/tanggung-jawab-itu.html' title='Tanggung Jawab Itu...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-2659613312091192535</id><published>2009-06-03T02:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T03:02:58.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Pra-Syukur ( Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bersyukur)</title><content type='html'>Syukur, sebuah ungkapan rasa terimakasih kepada Sang Pencipta atas nikmat yang telah diberikan, atas sukses yang dicapai dan atas kemenangan yg digapai. &lt;br /&gt;Syukur, sebuah ritual untuk membetulkan kembali posisi relasional antara hamba dan Pencipta, antara mahluk dan Khaliq. &lt;br /&gt;Posisi yang menegaskan bahwa seorang hamba tidaklah berarti apa-apa tanpa kuasa sang Pencipta,seorang mahluk tidaklah berdaya tanpa rahmat sang Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur, sebagai suatu pembuktian dari seorang hamba yang tahu diri dan mengerti posisi.&lt;br /&gt;Sebagai lambang kerendahan hati, ketawadhu’an jiwa dan kezuhudan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur, membuat manusia selalu percaya diri bahwa apapun yang dilakukan, bagaimanapun kondisinya dan seberat apapun nilainya tetap akan diberikan poin oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur melahirkan jiwa-jiwa yg qona’ah, membentuk spirit ketaqwaan dan melahirkan batin yang bening.&lt;br /&gt;Dengan syukur terjalin komunikasi yang harmonis antara ruh dan jasad, antara jiwa dan fisik serta antara jasmani dan ruhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur adalah perbuatan mulia yang dilakukan oleh hamba-hamba yg salih, kaum-kaum penghuni firdaus, dan para penduduk arsy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan syukur pula Allah membalas kembali berlipat-lipat amalan para hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pertanyaan yang menggelitik hati saya, pada saat kapankah syukur itu paling tepat kita panjatkan.&lt;br /&gt;Sering diantara kita semua syukur itu kita lakukan ketika mendapat kegembiraan, kesenangan dan hal-hal lain yang menggembirakan hati.&lt;br /&gt;Saat lulus ujian, saat pernikahan, saat anak lahir, saat diterima kerja, saat kenaikan gaji, saat kenaikan jabatan, saat mendapat proyek dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Betul dan saya sangat setuju ketika semua kegembiraan itu kita ukir dengan cara bersyukur.&lt;br /&gt;Tapi saya lebih sangat setuju ketika seorang hamba melakukan syukur sebelum kegembiraan itu datang, contoh : bersyukur masih diberi kesempatan untuk ikut ujian meski belum tentu lulus, bersyukur masih diberi kesempatan untuk menikah meskipun belum tentu lamarannya diterima, bersyukur masih diberi kesempatan untuk hamil, meskipun belum tentu lahir dengan selamat, bersyukur masih diberi kesempatan untuk ujian test kerja, meskipun belum tentu diterima, bersyukur masih diberi kesempatan untuk test kenaikan gaji/pangkat meskipun belum tentu lulus, dan bersyukur masih diberi kesempatan ikut tender, meskipun belum tentu menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pra-Syukur semacam ini lebih baik dan lebih menguatkan jiwa saat hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan dan lebih melipatgandakan rasa syukur, jika sesuai dengan hasil yg diharapkan.&lt;br /&gt;Pra-syukur semacam ini membuat seorang hamba lebih nyaman dalam menghadapi kehidupan, sekeras apapun itu. Disemua kejadian baik senang atau susah ia tetap bersyukur. Jika susah dia akan bersabar plus bersyukur, jika senang syukurnya akan berlipat-lipat. Satu syukur saja Allah akan melipat gandakan, bagaimana dengan syukur kuadrat? Wow...tentu langit dan bumi semuanya akan diberikan oleh Allah SWT kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana kalau mulai sekarang kita BERPRASYUKUR, minimal kita bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bersyukur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-2659613312091192535?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/2659613312091192535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/06/pra-syukur-bersyukur-karena-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2659613312091192535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2659613312091192535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/06/pra-syukur-bersyukur-karena-masih.html' title='Pra-Syukur ( Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bersyukur)'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-9208231256534924963</id><published>2009-05-28T23:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T00:36:21.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Belahan Jiwa (I LOVE MY FAMILY)</title><content type='html'>Sepuluh Tahun Lalu..&lt;br /&gt;Saat ku bermunajat kepada Mu, tentang sebuah keinginan,&lt;br /&gt;Keinginan yg datang dari hati kecil, tentang sebuah rencana besar..&lt;br /&gt;Yang membuat dada para pemuda bergelora, yg membuat jiwa para pemudi bergetar..&lt;br /&gt;Sebuah keinginan untuk membuat keputusan, keputusan mencari pendamping hidup.&lt;br /&gt;Saat hati mantap dan jiwa merasa kuat, kususun jemari kurangkai doa, semoga diberikan belahan jiwa yang mampu mendamaikan keributan di hati ini. &lt;br /&gt;Yang mampu meluruskan pandangan, yang mampu menegakkan dagu, yg mampu menuntun jemari saat mata terasa gelap, yang mampu memberi teduh saat panas emosi membakar sanubari, yang mampu memberikan perlindungan saat jiwa melemah karena angkara murka. &lt;br /&gt;Yang mampu menguatkan visi serta mampu meluaskan pandangan, yang mampu menyadarkan diri akan rasa syukur atas hidup ini, Serta yang mampu mengingatkan akan kewajiban sebagai hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku...&lt;br /&gt;TuhanKu pun mengirimkan engkau sebagai jawaban doaku..&lt;br /&gt;Doa yg tak henti-hentinya aku panjatkan dalam malam-malam penuh tangis..&lt;br /&gt;Tangis yg selalu datang ketika teringat akan harapan, kapan masa itu akan tiba..&lt;br /&gt;Dan dalam siang-siang saat diri terjaga, mengais-ngais harap di rimbunan asa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku...&lt;br /&gt;Engkau adalah anugrah terbesar yang Allah berikan kepadaku,&lt;br /&gt;Kesederhanaan sifatmu mampu melunakan kesombonganku,&lt;br /&gt;Keluguan hatimu meredamkan emosi jiwaku, &lt;br /&gt;Pun tak ada dunia yg kau pinta, kecuali menjaga keutuhan keluarga ini sampai akhir hayat bahkan sampai di surga kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak-anak lahir..&lt;br /&gt;Genap sudah nikmat dari Tuhanku..&lt;br /&gt;Tubuh yang lemah dan pikiran yg lelah, kini hilang semua tersaput senyum manis sang bocah..&lt;br /&gt;Semangat yang melemah kembali bergelora saat mengingat tugas dan kewajiban menjaga amanah..&lt;br /&gt;Menjaga jundi-jundi kecil melalui masa-masanya, sampai ia mengenal siapa dirinya, siapa Tuhannya.&lt;br /&gt;Menjaga hidup agar tetap berjalan pada relnya, menjaga mimpi agar mencapai cita-citanya, menjaga harapan agar sampai ketujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika badai dan riak-riak kecil datang menghampiri perahu keluarga ini..&lt;br /&gt;Kitapun bersama-sama menyatukan tekad, jangan sampai bahtera ini tenggelam menghanyutkan kita dan menenggelamkan anak-anak yang tak mengerti apa-apa..&lt;br /&gt;Kitapun menyatukan niat untuk kembali kepada komitmen awal..&lt;br /&gt;Bahwa pernikahan ini adalah sebagai sarana, bukan sebagai tujuan..&lt;br /&gt;Sarana untuk mengabdikan diri kepada sang Pencipta, sebagai bekal menuju keharibaannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku, Doakan aku agar kuat memegang tali kemudi ini..&lt;br /&gt;Anak-anakku, doakan ayah agar mampu menjaga kalian sampai tiba ditempat tujuan..&lt;br /&gt;Tangan-tangan kecilmu mampu membuat ayah tetap terjaga, &lt;br /&gt;Mimpi-mimpi kamu mampu membuat ayah tetap terpesona. &lt;br /&gt;Bantu kuatkan pijakan kaki ayah agar tetap pada tempatnya..&lt;br /&gt;Bantu perahu ini agar berlayar dengan selamat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, hanya syukur yg bisa hamba ucapkan pada Mu.&lt;br /&gt;Meski Engkau tahu hamba kadang tak patuh kepada Mu,&lt;br /&gt;Meski maksiat tetap menghampiri hari-hari kami,  tapi kasih sayangMu tetap mengalir dalam diri kami.&lt;br /&gt;Tuhanku, jadikanlah diri ini hamba-hamba yang selalu bersyukur kepada Mu.&lt;br /&gt;Jadikanlah keluarga ini keluarga yang patuh kepadaMU,&lt;br /&gt;Seperti keluarga Imran, seperti keluarga Ibrahim dan seperti keluarga junjungan kami Nabi Muhammad SAW..&lt;br /&gt;Amin..&lt;br /&gt;I LOVE MY FAMILY&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-9208231256534924963?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/9208231256534924963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/05/belahan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9208231256534924963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9208231256534924963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/05/belahan-jiwa.html' title='Belahan Jiwa (I LOVE MY FAMILY)'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7470498349722266612</id><published>2009-05-24T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T20:31:19.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><title type='text'>Mencoba Mengerti Arti Persahabatan</title><content type='html'>Sahabat,&lt;br /&gt;Maafkan aku yang sedikit memaksamu untuk ikut dalam situs pertemanan ini,&lt;br /&gt;Aku tak bermaksud membuatmu gundah, apalagi sampai membuatmu gulana,&lt;br /&gt;Aku hanya ingin engkau melupakan sejenak beban-beban yang ada dipundakmu.&lt;br /&gt;Aku hanya ingin engkau mau berbagi dengan kami, atas apapun dukamu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Disana, ada keceriaan-keceriaan yang mungkin dapat meringankan penderitaan mu,&lt;br /&gt;Disana ada simpul-simpul tali silaturahmi yang dapat kita rekat kembali,&lt;br /&gt;Disana ada pula hikmah-hikmah yang dapat diambil manfaatnya untuk kita,&lt;br /&gt;Bukankah bersilaturahim dapat memanjangkan umur dan membuka pintu-pintu rezeki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Jika engkau lebih menyukai memendam semua nestapa itu,&lt;br /&gt;Atau jika memang engkau belum siap untuk berbagi dengan kami,&lt;br /&gt;Tak mengapa engkau diam saja di situ, atau pergi meninggalkan dunia maya ini.&lt;br /&gt;Di dunia nyata pun ada doa kami untukmu, dan sayang kami untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Rentang waktu sekian tahun yang memisahkan kita,&lt;br /&gt;Mungkin membuat aku tak mampu mengenalmu kembali seperti dulu,&lt;br /&gt;Atau mungkin mampu membuatmu berubah bagai orang lain bagi diriku,&lt;br /&gt;Mungkin lain waktu ketika jiwa mu sudah mampu menggenggam kekuatan kembali.&lt;br /&gt;Atau ketika kita sudah menemukan bahasa kalbu yang mampu mencairkan kebekuan selama ini.&lt;br /&gt;Kita dapat bercengkrama kembali tentang apa saja yg engkau mau.&lt;br /&gt;Semoga niat yang tulus dapat menunjukan jalan bagi kita,&lt;br /&gt;Tentang arti persahabatan sesungguhnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7470498349722266612?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7470498349722266612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/05/mencoba-mengerti-arti-persahabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7470498349722266612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7470498349722266612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/05/mencoba-mengerti-arti-persahabatan.html' title='Mencoba Mengerti Arti Persahabatan'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-877925078631560916</id><published>2009-05-08T03:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T04:06:23.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Cukup Nafsu Lawamah, Jangan Nafsu Amarah...</title><content type='html'>Meretas ingatan mencari jawaban...&lt;br /&gt;Saat emosi sulit sekali ditaklukan..&lt;br /&gt;Menjadikan jiwa terlihat kerdil..&lt;br /&gt;Saat yang tak bersalah menjadi korban kebengisan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, sebagaimana Adam melupakan wasiatmu..&lt;br /&gt;Dan Iblispun menentang titah Mu..&lt;br /&gt;Tiada yang mampu meringkus hawa nafsu itu..&lt;br /&gt;Kecuali ikhlas malaikat Mu dititiskan ke jiwa-jiwa kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit menahan walau sedetik saja..&lt;br /&gt;Saat angkara murka membutakan mata..&lt;br /&gt;Saat para mahluk durjana mengipasi hati..&lt;br /&gt;Jadilah penyesalan menghantui diri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hendak melempar kesalahan..&lt;br /&gt;Saat belenggu amarah terlalu keras mencekik leher..&lt;br /&gt;Saat wajah sendu tak lagi mampu meneduhkan mata..&lt;br /&gt;Saat rintihan-rintihan ketakutan tak lagi bisa mendamaikan..&lt;br /&gt;Yang ada hanya mental-mental  para pecundang..&lt;br /&gt;Yang tak bisa redam gelombang kemarahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, berilah kami sedikit air dari telaga kautsar milik rasulMu..&lt;br /&gt;Untuk mensucikan hati kotor kami..&lt;br /&gt;Sedikit saja tak mengapa,&lt;br /&gt;Untuk membasuh jelaga-jelaga yang menutupi karat jiwa kami..&lt;br /&gt;Agar diri ini tidak lagi menjadi sumber malapetaka..&lt;br /&gt;Bagi jiwa-jiwa yang ingin terlindungi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-877925078631560916?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/877925078631560916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/05/cukup-nafsu-lawamah-jangan-nafsu-amarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/877925078631560916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/877925078631560916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/05/cukup-nafsu-lawamah-jangan-nafsu-amarah.html' title='Cukup Nafsu Lawamah, Jangan Nafsu Amarah...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-3752476477754547577</id><published>2009-04-08T04:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T00:21:47.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Mayatku Masih Disini</title><content type='html'>aku cuma rakyat biasa&lt;br /&gt;tapi aku adalah tangan penguasa&lt;br /&gt;--aku tak punya cita-cita&lt;br /&gt;--tapi aku punya pemimpin yg pemimpi&lt;br /&gt;aku tak punya harta&lt;br /&gt;tapi aku punya suntikan dana&lt;br /&gt;--aku tak bisa bergerak&lt;br /&gt;--tapi aku punya gerakan massa&lt;br /&gt;aku masih hidup&lt;br /&gt;tapi aku terlihat mati&lt;br /&gt;--tubuhku gemuk&lt;br /&gt;--tapi fikiran ku kurus&lt;br /&gt;dogmaku tetap hidup&lt;br /&gt;tapi anak buahku mati&lt;br /&gt;--jiwaku telah pergi&lt;br /&gt;--tapi mayatku masih disini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-3752476477754547577?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/3752476477754547577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/04/mayatku-masih-disini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3752476477754547577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3752476477754547577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/04/mayatku-masih-disini.html' title='Mayatku Masih Disini'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-9096065418158817110</id><published>2009-04-01T01:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T02:06:40.005-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Sang Penenang Jiwa (Prosa)</title><content type='html'>Suatu saat aku menyempatkan berdialog dengan Anak-anakku, Si sulung 8 thn kelas II SD dan yang nomor dua kelas TKB.&lt;br /&gt;Dialog tentang berbagai macam hal tentang kehidupan menurut pandangan mereka, menurut versi mereka.&lt;br /&gt;Sejauh mana mereka bisa memahami permasalahan yang dihadapi dunia orang dewasa dan dunia mereka sendiri.&lt;br /&gt;Ketika membahas tentang harta dan bagaimana pentingnya harta bagi kelangsungan hidup manusia.&lt;br /&gt;Akupun menjelaskan sembari meminta maaf bahwa aku tidak bisa memberikan harta yang cukup bahkan terbilang pas-pasan untuk mereka, alhamdulilah mereka bisa memahami dan mengerti, bahkan lebih meresap kedalam kalbu, hal itu ku ketahui ketika suatu hari aku mendengar percakapan anakku dengan temannya tentang posisi orang kaya dan orang miskin dan bagaimana posisi keluarga kami. Anakku menjawab dengan jawaban yang membuatku bangga. "Kami bukan orang kaya, dan kami juga bukan orang miskin. Keluarga kami adalah keluarga sederhana, tapi dengan begitu kami pernah merasakan sebagai orang kaya, kami pernah berlibur dan menginap di villa, pernah pulang kampung bawa mobil tapi  kami juga pernah kekurangan uang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berbicara tentang harta warisan dan  aku mengatakan seandainya tak bisa mewariskan harta yang cukup kecuali hanya mewariskan ilmu kepada mereka,&lt;br /&gt;Anakku yang sulung menjawab "Abi, kami tidak butuh harta dari Abi, yang kami butuhkan hanya kasih dan sayang dari Abi dan Ummi"&lt;br /&gt;Subhanallah, jawaban yang mengetarkan jiwa, yang membuatku terharu dan hampir menangis. Ku peluk keduanya sambil ku usap-usap kepalanya. "&lt;br /&gt;Bagus Nak, memang seharusnya kamu paham tentang itu".&lt;br /&gt;Jawaban kamu menenangkan jiwa kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-9096065418158817110?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/9096065418158817110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/04/sang-penenang-jiwa-prosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9096065418158817110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/9096065418158817110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/04/sang-penenang-jiwa-prosa.html' title='Sang Penenang Jiwa (Prosa)'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-1096168241128505772</id><published>2009-03-23T01:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T01:44:22.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ummat'/><title type='text'>CINTA DAN BENCI</title><content type='html'>Allah mencintai orang kaya yang dermawan&lt;br /&gt;Tapi, Allah lebih mencintai orang miskin yang dermawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membenci orang kaya yang sombong&lt;br /&gt;Tapi, Allah lebih membenci kepada orang miskin yang sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencintai orang tua yang bertaubat&lt;br /&gt;Tapi, Allah lebih mencintai anak muda yang bertaubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membenci pemuda yang bermaksiat&lt;br /&gt;Tapi, Allah lebih membenci kepada orangtua yang masih bermaksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencintai masyarakat yang adil&lt;br /&gt;Tapi, Allah lebih mencintai pemimpin yang adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membenci pemimpin yang zalim&lt;br /&gt;Tapi, Allah lebih membenci kepada masyarakat yang zalim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencintai orang-orang yang sabar&lt;br /&gt;Tapi, Allah lebih mencintai orang teraniaya yang sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membenci orang pemarah&lt;br /&gt;Tapi Allah lebih membenci orang yang tak pernah marah karena akidahnya dilecehkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencintai orang-orang baik&lt;br /&gt;Tapi Allah lebih mencintai generasi-generasi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS 3:110)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-1096168241128505772?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/1096168241128505772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/cinta-dan-benci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1096168241128505772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1096168241128505772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/cinta-dan-benci.html' title='CINTA DAN BENCI'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-4951746536900947517</id><published>2009-03-19T23:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T00:47:10.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Kesuksesan itu...</title><content type='html'>Sahabat..&lt;br /&gt;Apakah kesuksesan itu..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah ketika kita berhasil mencapai cita-cita kita..&lt;br /&gt;Sukses&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/ScNJ47nNAoI/AAAAAAAAAEw/r57yQhuK0Cw/s1600-h/JAGOAN.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/ScNJ47nNAoI/AAAAAAAAAEw/r57yQhuK0Cw/s320/JAGOAN.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315173227650941570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; adalah ketika kita berhasil menyelesaikan pendidikan kita ke jenjang yang lebih tinggi..&lt;br /&gt;Sukses adalah ketika kita berhasil mendapatkan istri impian kita..&lt;br /&gt;Sukses juga adalah ketika kita berhasil memenangkan proyek dan menjadikan kita pengusaha kaya raya..&lt;br /&gt;Dan Sukses juga adalah ketika kita berhasil menduduki jabatan tinggi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah ketika kita berhasil mengantar anak-anak kita belajar ke luar negeri..&lt;br /&gt;Sukses adalah ketika kita mempunyai pengaruh di masyarakat..&lt;br /&gt;Sukses adalah ketika kita berhasil menjadi pemimpin yang dikagumi..&lt;br /&gt;Dan Sukses adalah ketika kita berhasil menggenggam dunia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;Bagiku sukses adalah..&lt;br /&gt;Saat kita terbujur kaku dalam kain kafan penghantar pergi kehidupan fana..&lt;br /&gt;Kita berhasil mendapatkan anak-anak disisi kita..&lt;br /&gt;Ada anak-anak yang bisa mendoakan kita, dan meminta ampun atas dosa dan kesalahan kita..&lt;br /&gt;Ada anak-anak yang pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan melalui orangtuanya..&lt;br /&gt;Ada anak-anak yang menentramkan hati dengan baktinya kepada ayah ibunya..&lt;br /&gt;Ada anak-anak yang bisa memaafkan kesalahan kedua orangtuanya semasa beliau hidup..&lt;br /&gt;Ada anak-anak yang perbuatannya mengharumkan nama baik keluarga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ya Tuhan kami..&lt;br /&gt;Ajari kami cara mendidik anak-anak kami..&lt;br /&gt;Ajari kami memberi kasih sayang kepada mereka..&lt;br /&gt;Ajari kami mencintai mereka dengan setulus hati..&lt;br /&gt;Ajari kami memberi jalan yang benar kepada mereka..&lt;br /&gt;Ajari kami memberikan pemahaman yang lurus kepada mereka..&lt;br /&gt;Ajari kami menjadi seperti Luqmanul Hakim..&lt;br /&gt;Yang bijaksana mendidik anak-anak mereka..&lt;br /&gt;Sehingga menjadi tauladan sepanjang masa..&lt;br /&gt;Agar kami bisa meraih kesuksesan itu..&lt;br /&gt;Menyambung generasi dengan sebaik-baik generasi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-4951746536900947517?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/4951746536900947517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/kesuksesan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4951746536900947517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/4951746536900947517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/kesuksesan-itu.html' title='Kesuksesan itu...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/ScNJ47nNAoI/AAAAAAAAAEw/r57yQhuK0Cw/s72-c/JAGOAN.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5479637726236600405</id><published>2009-03-18T03:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T03:30:44.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Yang Paling Menakutkan..</title><content type='html'>Kita..&lt;br /&gt;Pasti takut akan kemiskinan..&lt;br /&gt;Pasti takut akan kesengsaraan..&lt;br /&gt;Pasti takut akan kefakiran..&lt;br /&gt;Karena kemiskinan, kesengsaraan dan kefakiran akan membawa kepada kekufuran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita..&lt;br /&gt;Pasti takut akan musibah..&lt;br /&gt;Pasti takut akan bencana..&lt;br /&gt;Pasti takut akan malapetaka..&lt;br /&gt;Karena semua itu akan membawa kepada keputusasaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga,&lt;br /&gt;Pasti takut akan suramnya masa depan..&lt;br /&gt;Pasti takut akan gelapnya hari esok..&lt;br /&gt;Pasti takut akan punahnya kebahagiaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kita..&lt;br /&gt;Menginginkan semua itu berjalan sempurna..&lt;br /&gt;Hidup megah, kaya raya, sejahtera dan bahagia selamanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..&lt;br /&gt;Tidakkah kita merasa takut..&lt;br /&gt;Ketika hidup ini terasa mulus-mulus saja..&lt;br /&gt;Artinya Tuhan membiarkan kita..&lt;br /&gt;Terjerumus dalam dosa-dosa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..&lt;br /&gt;Ketika dunia telah berada dalam genggaman..&lt;br /&gt;Ketika bahagia dan sejahtera mengalir dalam nadi-nadi kita..&lt;br /&gt;Bukankah ada satuhal yang paling menakutkan kita..&lt;br /&gt;Yakni kita menjadi pecinta dunia dan takut mati..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5479637726236600405?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5479637726236600405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/yang-paling-menakutkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5479637726236600405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5479637726236600405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/yang-paling-menakutkan.html' title='Yang Paling Menakutkan..'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-2783556863222654352</id><published>2009-03-14T02:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T02:54:36.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Saat tiba detik-detik itu</title><content type='html'>Saat tiba detik-detik itu&lt;br /&gt;Yang melenyapkan kenikmatan..&lt;br /&gt;Yang menghilangkan harapan..&lt;br /&gt;Yang menutup pintu taubat..&lt;br /&gt;Yang membuka semua aib..&lt;br /&gt;Yang memutus nadi kehidupan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba detik-detik itu..&lt;br /&gt;Tak pernah bisa dimaju atau dimundurkan..&lt;br /&gt;Tak pernah bisa diajak kompromi&lt;br /&gt;Tak pernah bisa diajak mengerti..&lt;br /&gt;Tak pernah datang tanpa suratan..&lt;br /&gt;Tak pernah datang membawa senyuman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba detik-detik itu..&lt;br /&gt;Saat yang ditakuti semua mahluk..&lt;br /&gt;Saat siap atau tidak siap..&lt;br /&gt;Saat semua harus lenyap..&lt;br /&gt;Kembali kepada Tuhannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo andai datang pada kita saat detik-detik itu..&lt;br /&gt;Mata pun terbelalak, hati pun gusar dan  jiwapun merana..&lt;br /&gt;Sadar diri tak pernah menyadari..&lt;br /&gt;Bahwa saat itu akan tiba dan akan bergulir..&lt;br /&gt;Pada  diri dan masing-masing dari kami..&lt;br /&gt;Siapkah jasad menerima takdir ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo andai datang pada kita saat detik-detik itu..&lt;br /&gt;Saat jiwa terlumat dalam maksiat..&lt;br /&gt;Saat hati runtuh dan iman meluruh..&lt;br /&gt;Saat diri meluncur ke titik nadir..&lt;br /&gt;Ooo kemana lagi diri ini meminta taubat..&lt;br /&gt;Sedang pintu-pintu telah tertutup rapat..&lt;br /&gt;Jadilah kami orang yang sangat khianat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai datang pada kita saat detik-detik itu..&lt;br /&gt;Saat jiwa siap dan hatipun mantap..&lt;br /&gt;Saat rindu dendam dan cinta pada sang Rabb&lt;br /&gt;Membuncah dada merelungi seluruh sukma..&lt;br /&gt;Saat para malaikat memberi selamat..&lt;br /&gt;Saat salam Tuhan mengetarkan Arsy..&lt;br /&gt;Ooo andai kami bisa seberuntung itu..&lt;br /&gt;Detik-detik itu pun sangat dirindu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa ayyuhan nafsul muthmainnah ‘irjii ilaa robbiki roodhiatam mardiyah  fadkhulli fii ‘ibaadii wadkhuli jannati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Hai jiwa yang tenang Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;(QS 89:27-30)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-2783556863222654352?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/2783556863222654352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/saat-tiba-detik-detik-itu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2783556863222654352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2783556863222654352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/saat-tiba-detik-detik-itu.html' title='Saat tiba detik-detik itu'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-1199877558898806095</id><published>2009-03-14T02:48:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T02:51:46.518-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>Dimata Tuhan, semua itu telah selesai.</title><content type='html'>Sahabat..&lt;br /&gt;Mengapa kita begitu ambisi..&lt;br /&gt;Mengejar cita-cita akan dunia ini..&lt;br /&gt;Mengejar mimpi akan kekuasaan ini..&lt;br /&gt;Mengejar ambisi akan harta benda ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Mengapa kita begitu bernafsu..&lt;br /&gt;Memeluk dunia dalam genggaman..&lt;br /&gt;Atas alibi untuk kesejahteraan..&lt;br /&gt;Atas alasan untuk nafkah keluarga..&lt;br /&gt;Atas jawaban untuk anak-anak tercinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;Bukankah semuanya telah kita miliki..&lt;br /&gt;Bukankah semuanya telah berada dalam genggaman ini..&lt;br /&gt;Kalaupun kita minta lebih, Allah pasti menambahi..&lt;br /&gt;Tapi mengapa kita masih merasa tak pernah puas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Jika semua yang telah kita miliki ini..&lt;br /&gt;Jika semua yang ada dalam genggaman ini&lt;br /&gt;Tak mampu membuat kita bahagia..&lt;br /&gt;Mengapa kita masih terus mencari..&lt;br /&gt;Bukankah dimata Tuhan, semua ini telah selesai. kawan?&lt;br /&gt;Mengapa masih saja dunia ini yang kita cari..&lt;br /&gt;Bukankah ridhaNya lebih berarti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.(QS 63-9)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-1199877558898806095?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/1199877558898806095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/dimata-tuhan-semua-itu-telah-selesai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1199877558898806095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1199877558898806095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/dimata-tuhan-semua-itu-telah-selesai.html' title='Dimata Tuhan, semua itu telah selesai.'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-1875276977255568544</id><published>2009-03-11T09:13:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T00:36:34.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Kapankah giliran ku..?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/Sbf2q35EobI/AAAAAAAAAEA/4GHEXKmVTV8/s1600-h/jalan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/Sbf2q35EobI/AAAAAAAAAEA/4GHEXKmVTV8/s320/jalan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311985501925056946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi...&lt;br /&gt;Temanku telah mendapatkan kebahagiaannya..&lt;br /&gt;Ia berbahagia dengan kekhusu'an ibadahnya..&lt;br /&gt;Mencari jalan kepadaMu dengan jalan iqronya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku...&lt;br /&gt;Sahabatku telah menemukan kegembiraannya..&lt;br /&gt;Ia gembira dengan perubahan yg didapatnya..&lt;br /&gt;Dengan sabar sebagai jalannya..&lt;br /&gt;Ia pun terbungkus rapat dalam jilbab keimanannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi...&lt;br /&gt;Karibku telah mendapatkan ketenangannya..&lt;br /&gt;Ia merasa tenang dengan posisi pekerjaannya..&lt;br /&gt;Yang jauh dari maksiat subhat dan haramnya suap..&lt;br /&gt;Meski harta benda pergi meninggalkannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku...&lt;br /&gt;Kapankah giliran diriku menemukan kebahagiaan, kegembiraan dan ketenangan itu..&lt;br /&gt;Sedang diri ini sudah letih menanti..&lt;br /&gt;Membungkuk badan, mengusap jiwa serta merangkai jemari..&lt;br /&gt;Dalam sujud-sujud malam yang selalu saja terlewatkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi..&lt;br /&gt;Mengapa hati ini masih membeku..&lt;br /&gt;Dan kaki-kaki ini masih terbujur kaku..&lt;br /&gt;Dalam kemaksiatan yang tak pernah jemu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku...&lt;br /&gt;Sepuluh menit saja aku tak bisa..&lt;br /&gt;Menuntun hatiku menatap wajahMu..&lt;br /&gt;Dalam khusu' yang merangkul jiwaku..&lt;br /&gt;Merasuki masa-masa indah itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbi...&lt;br /&gt;Kapankah giliranku..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk para sahabatku yang telah mendapatkan indahnya sabar dalam keimanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Congratulations and keep in touch with your faith..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-1875276977255568544?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/1875276977255568544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/kapankah-giliran-ku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1875276977255568544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1875276977255568544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/kapankah-giliran-ku.html' title='Kapankah giliran ku..?'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/Sbf2q35EobI/AAAAAAAAAEA/4GHEXKmVTV8/s72-c/jalan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-697299699672404939</id><published>2009-03-02T23:50:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T02:25:45.489-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Cermin Terbalik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazqluWGKhI/AAAAAAAAADo/HbQ8WQh9BBA/s1600-h/cermin.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazqluWGKhI/AAAAAAAAADo/HbQ8WQh9BBA/s320/cermin.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308875994579741202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita...&lt;br /&gt;Tak Pernah tahu akan dosa..&lt;br /&gt;Sampai kita berkaca..&lt;br /&gt;Akan masa lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita..&lt;br /&gt;Tak Pernah tahu akan kesalahan masa lalu..&lt;br /&gt;Sampai kita berkaca..&lt;br /&gt;Pada cermin itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..&lt;br /&gt;Bagaimana kita berkaca..&lt;br /&gt;Jika cermin yang kita pakai itu ternyata terbalik..&lt;br /&gt;Membelakangi kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan..&lt;br /&gt;Sungguh besarkah dosa kita..&lt;br /&gt;Sampai cermin pun enggan merefleksi kita..&lt;br /&gt;Sampai kristalnya pun enggan memantulkan wajah kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Cermin..&lt;br /&gt;Apa yang membuat engkau enggan memantulkan wajah kami..&lt;br /&gt;Apa Salah kami sehingga engkau begitu menghindari rupa kami..&lt;br /&gt;Duhai cermin..&lt;br /&gt;Aku ingin menghisab diri dengan keberadaanmu..&lt;br /&gt;Dan aku ingin bermuhasabah dengan pertolonganmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Cermin..&lt;br /&gt;"Aku tidak terbalik kawan.."&lt;br /&gt;"Aku tetap seperti dulu.."&lt;br /&gt;"Yang engkau lihat seperti ini adalah muka depan ku yg tertutupi oleh  tebalnya kotoran-kotoran dan debu yang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazumP_VHMI/AAAAAAAAADw/-a10Erjx7C0/s1600-h/got.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 280px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazumP_VHMI/AAAAAAAAADw/-a10Erjx7C0/s320/got.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308880401657568450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menempel yang sejak lama telah lupa engkau bersihkan.."&lt;br /&gt;"Bagaimana engkau bisa berkaca, jika engkau tidak membersihkan diriku dulu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawan.."&lt;br /&gt;"Aku ini ibarat hatimu yg telah berkarat.."&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin engkau bisa menghisab diri"&lt;br /&gt;"Sedang hatimu telah karat oleh tebalnya debu kemaksiatan"&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin engkau bisa bermuhasabah"&lt;br /&gt;"Sedang jiwamu tercampur kotor air kesombongan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawan"&lt;br /&gt;"Jika hatimu bersih dan bersinar.."&lt;br /&gt;"Tak perlulah engkau cermin itu.."&lt;br /&gt;"Sebab engkau sendirilah yang akan menjadi cermin.."&lt;br /&gt;"Cermin bagi kehidupan manusia sekelilingmu.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-697299699672404939?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/697299699672404939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/cermin-terbalik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/697299699672404939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/697299699672404939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/cermin-terbalik.html' title='Cermin Terbalik'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazqluWGKhI/AAAAAAAAADo/HbQ8WQh9BBA/s72-c/cermin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5052542070604538982</id><published>2009-03-01T19:05:00.000-08:00</published><updated>2009-05-07T00:22:57.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>Diantara dua kebaikan..</title><content type='html'>Ketika pilihan itu datang..&lt;br /&gt;Kepada manusia-manusia pilihan..&lt;br /&gt;Yang ada hanya dua kebaikan..&lt;br /&gt;Dia bersabar atau bersyukur..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilihan itu datang..&lt;br /&gt;Kepada manusia-manusia pilihan..&lt;br /&gt;Yang ada hanya dua kebaikan..&lt;br /&gt;Hidup mulia atau mati syahid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilihan itu datang..&lt;br /&gt;Kepada manusia-manusia pilihan..&lt;br /&gt;Yang ada hanya dua kebaikan..&lt;br /&gt;Surga atau bertemu Robbnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilihan itu datang..&lt;br /&gt;Kepada manusia-manusia pilihan..&lt;br /&gt;Didalam musibah ia bersabar..&lt;br /&gt;Adalah satu kebaikan..&lt;br /&gt;Didalam kemakmuran, ia pun bersyukur..&lt;br /&gt;Adalah juga satu kebaikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilihan itu datang..&lt;br /&gt;Kepada manusia-manusia pilihan..&lt;br /&gt;Hidupnya mengabdi untuk Ummat&lt;br /&gt;Adalah satu kemuliaan..&lt;br /&gt;Dan matinya untuk kesyahidan..&lt;br /&gt;Adalah juga satu kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilihan itu datang..&lt;br /&gt;Kepada manusia-manusia pilihan..&lt;br /&gt;Tuhannya pun memberikan Surga kepadanya ..&lt;br /&gt;Adalah sebuah kenikmatan&lt;br /&gt;Tuhannya jua ingin berjumpa dengannya&lt;br /&gt;Adalah Nikmat tiada tara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilihan itu datang..&lt;br /&gt;Kepada manusia-manusia pilihan..&lt;br /&gt;Tiada lagi sebuah pilihan..&lt;br /&gt;Melainkan semua adalah kebaikan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5052542070604538982?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5052542070604538982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/diantara-dua-kebaikan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5052542070604538982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5052542070604538982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/03/diantara-dua-kebaikan.html' title='Diantara dua kebaikan..'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5942307876002939204</id><published>2009-02-26T22:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T22:08:59.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Cinta itu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaeDYvhBsMI/AAAAAAAAADI/8QBHTyinUCk/s1600-h/bunga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaeDYvhBsMI/AAAAAAAAADI/8QBHTyinUCk/s320/bunga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307355146974507202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;Cinta itu...&lt;br /&gt;mensucikan akal..&lt;br /&gt;mengenyahkan kekhawatiran...&lt;br /&gt;memunculkan keberanian..&lt;br /&gt;mendorong berpenampilan rapi..&lt;br /&gt;membangkitkan selera makan..&lt;br /&gt;menjaga akhlak mulia..&lt;br /&gt;membangkitkan semangat..&lt;br /&gt;mengenakan wewangian..&lt;br /&gt;memperhatikan pergaulan yang baik..&lt;br /&gt;serta menjaga adab dan kepribadian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..&lt;br /&gt;cinta juga merupakan ujian..&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang shaleh..&lt;br /&gt;dan cobaan bagi ahli ibadah..,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya &lt;/span&gt;&lt;em style="font-style: italic; font-family: verdana;"&gt;Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt; memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5942307876002939204?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5942307876002939204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/cinta-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5942307876002939204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5942307876002939204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/cinta-itu.html' title='Cinta itu...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaeDYvhBsMI/AAAAAAAAADI/8QBHTyinUCk/s72-c/bunga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-2435902713634680234</id><published>2009-02-26T19:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T19:36:03.071-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Kalau Bukan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SadfhZwH3lI/AAAAAAAAAC4/L7QNvKi1lJw/s1600-h/pendaki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SadfhZwH3lI/AAAAAAAAAC4/L7QNvKi1lJw/s320/pendaki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307315713332469330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan karena kasih Allah...&lt;br /&gt;Tentulah manusia tak terlahir kedunia ini...&lt;br /&gt;Kalau bukan karena inayah Allah...&lt;br /&gt;Tentu sang bayi tak mampu menghisap susu dengan instingnya...&lt;br /&gt;Kalau bukan karena hidayah Allah...&lt;br /&gt;Tentu manusia tumbuh tanpa panca inderanya...&lt;br /&gt;Kalau bukan karena rahmat Allah...&lt;br /&gt;Tentu panca indera akan bertindak tanpa akal...&lt;br /&gt;Kalau bukan karena kerahiman Allah...&lt;br /&gt;Tentu akalpun akan terjerumus tanpa bimbingan agama...&lt;br /&gt;Kalau bukan karena taufiq dari Allah...&lt;br /&gt;Tentu agama tak akan semulia Islam ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  bukan kepadamu ya Allah...&lt;br /&gt;Kemana lagi hati ini akan mengadu...&lt;br /&gt;Jika bukan di bumi milikmu ya Allah...&lt;br /&gt;Kemana lagi kaki ini akan berpijak...&lt;br /&gt;Jika bukan nikmat darimu ya Allah...&lt;br /&gt;Nikmat dari mana yang mampu menggerakan nafas ini...&lt;br /&gt;Jika bukan pertolonganmu ya Allah...&lt;br /&gt;Pertolongan mana lagi yang mampu menjauhkan mara bahaya ini...&lt;br /&gt;Jika bukan karena kasih sayangmu ya Allah...&lt;br /&gt;Niscaya diri ini telah tersesat jauh dari jalanMu...&lt;br /&gt;Jika bukan karena mengharap rahmatmu ya Allah...&lt;br /&gt;Niscaya diri ini telah hancur sejak dosa pertama kali...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-2435902713634680234?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/2435902713634680234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/kalau-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2435902713634680234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2435902713634680234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/kalau-bukan.html' title='Kalau Bukan...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SadfhZwH3lI/AAAAAAAAAC4/L7QNvKi1lJw/s72-c/pendaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7099755310283671966</id><published>2009-02-25T19:31:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T00:51:18.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Selalu Saja...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazveiepAgI/AAAAAAAAAD4/soyW1lxAfQs/s1600-h/org.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazveiepAgI/AAAAAAAAAD4/soyW1lxAfQs/s320/org.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308881368693408258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja ada hal-hal yang menyakitkan hati..&lt;br /&gt;Meskipun kita tidak bermaksud untuk itu..&lt;br /&gt;Selalu saja ada hal yang membuat diri merasa bersalah..&lt;br /&gt;Akan hal dosa-dosa yang nampak sangat kecil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja hati ini menjadi gundah..&lt;br /&gt;Ketika tahu akhir peristiwa tak berpihak pada diri..&lt;br /&gt;Selalu saja tak selamanya kebaikan itu dianggap sebagai ketulusan..&lt;br /&gt;Selalu saja ada fitnah yang mengotori jalan-jalan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja keinginan berbuat baik tak selamanya berakhir baik...&lt;br /&gt;Ada saja syetan yang lewat menghalangi pandangan kita..&lt;br /&gt;Selalu saja..&lt;br /&gt;Selalu saja yang menurut kita baik tanpa cela..&lt;br /&gt;Ada saja cela yang muncul tanpa kita sadari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja ada kebijakan yang kita anggap sebagai kebajikan..&lt;br /&gt;Dan ada saja kebijakan itu malah menghancurkan kebajikan itu sendiri..&lt;br /&gt;Selalu saja..&lt;br /&gt;Ini terjadi kepada kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya muqollibal qulub, tsabit qolbi 'ala dinnikuli wa to'atiq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7099755310283671966?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7099755310283671966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/selalu-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7099755310283671966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7099755310283671966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/selalu-saja.html' title='Selalu Saja...'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SazveiepAgI/AAAAAAAAAD4/soyW1lxAfQs/s72-c/org.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-5843822154957088054</id><published>2009-02-25T02:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-26T04:37:40.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Diluar Sana, Debu itu Sangat Tebal Istriku..</title><content type='html'>Istriku...&lt;br /&gt;Ku buat puisi ini hanya untuk mu..&lt;br /&gt;Agar engkau merasa nyaman dalam ruang-ruang hidupku..&lt;br /&gt;Agar aku menjadi damai dalam ruang-ruang hidupmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku..&lt;br /&gt;Aku tahu, engkau adalah manusia biasa..&lt;br /&gt;Yang mudah menangis jika tersentuh..&lt;br /&gt;Atau marah bila terluka..&lt;br /&gt;Tak sulit bagiku memahami apa yang tertoreh dihatimu..&lt;br /&gt;Saat diammu menelisik kedalam kalbu ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku..&lt;br /&gt;Telah sembilan tahun bahtera ini terlewati..&lt;br /&gt;Dan kita percaya bahtera ini masih berlayar menuju arah yang benar..&lt;br /&gt;Arah pencarian hidup kepada ridha Nya..&lt;br /&gt;Saat kita berikrar dimihrab dulu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku..&lt;br /&gt;Ketika antara kita mulai merasa panas dengan sempitnya ruang hati..&lt;br /&gt;Kita bisa meminjam teduhnya ruang hati anak-anak kita..&lt;br /&gt;Disana kita bisa berlari dan bernyanyi..&lt;br /&gt;Dalam relung-relung yang damai milik sang bocah..&lt;br /&gt;Tidakkah kita merasa tenteram bersama mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku..&lt;br /&gt;Ketika rumah hati ini mulai sempit dan panas untuk kita berteduh..&lt;br /&gt;Jangan kau pergi keluar untuk mencari udara sejuk..&lt;br /&gt;Sebab diluar sana banyak debu tebal yg akan mengotori hati ini..&lt;br /&gt;Biarlah Anak-anak kita yang akan meluaskan hati ini..&lt;br /&gt;Sampai datangnya kebahagian Abadi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan Aku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-5843822154957088054?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/5843822154957088054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/diluar-sana-debu-itu-sangat-tebal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5843822154957088054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/5843822154957088054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/diluar-sana-debu-itu-sangat-tebal.html' title='Diluar Sana, Debu itu Sangat Tebal Istriku..'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-7508644106835049682</id><published>2009-02-24T21:24:00.000-08:00</published><updated>2009-05-07T00:24:13.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>"Menggugat Karomah Pak Kyai"</title><content type='html'>Iseng-iseng searching file2 lama saya eh ketemu.. lumayan buat arsip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- Original Message -----&lt;br /&gt;From: "Rojali Dahlan" &lt;&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/PAN/post?postID=G0-xVZu_ZRGoujQsfpXw-KSMwuBc6XkmnEBdOUoyyNXUETEnFtP9cgbL1aOw-gmyN-tbnaj0wmyvlg"&gt;rojali@...&lt;/a&gt;&gt;&lt;br /&gt;To: &lt;&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/PAN/post?postID=vG4TzqUoIO_VyZ6Jg4yYLSYP-0xtFBgsH5eptPHVpbIB_gr2LDBGn2tZSuxQcLQUXrLBEHZiA3y9cYc"&gt;is-lam@...&lt;/a&gt;&gt;&lt;br /&gt;Sent: Thursday, July 27, 2000 1:17 PM&lt;br /&gt;Subject: [is-lam] "Menggugat Karomah Pak Kyai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menggugat Karomah Pak Kyai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak kyai...&lt;br /&gt;Lima belas tahun lalu kami duduk disamping lekar-mu dalam surau itu ...&lt;br /&gt;Lima belas tahun lalu kami pun duduk dalam majelismu mendengarkan engkau berfatwa dan Lima belas tahun lalu kami masih menjadi santrimu...&lt;br /&gt;Saat itu...&lt;br /&gt;Engkau bercerita, bahwa Allah dan Rasulnya melarang kami bermaksiat kepadanya...&lt;br /&gt;Jangan mencuri, jangan berzina, jangan berbohong, jangan berjudi, jangan mubazir, jangan memfitnah, jangan menghardik anak yatim dan orang tua, jangan berbuat zolim, jangan menyakiti hamba yang tak berdosa, jangan berbuat aniaya, dan sejuta hikmah agung lain yang mengalir dari mulut bijakmu...&lt;br /&gt;Saat itu engkau adalah panutan kami, uswah kami, teladan kami dan penunjuk jalan kami...&lt;br /&gt;Pak Kyai...&lt;br /&gt;Kini kami sudah dewasa, lukisanmu tentang akhlak disanubari kami tak pernah lapuk dimakan hujan dan tak pernah lekang ditelan panas.&lt;br /&gt;Kami masih meneguhkan hati kami terhadap nasehatmu tentang kemanusiaan.&lt;br /&gt;Tapi kini...&lt;br /&gt;Mengapa kami merasa harus menggugat dirimu...&lt;br /&gt;Entahlah,&lt;br /&gt;Apakah kami nanti akan kualat atau tidak disebabkan berbeda pendapat denganmu..&lt;br /&gt;Yang jelas, sejak engkau menjadi UMARA di dusun ini, engkau banyak berubah sekali Pak kyai...&lt;br /&gt;Engkau sekarang sulit ditemui, karena pagar betis dari pengawalmu,dan lingkaran besi pengikut fanatik mu.&lt;br /&gt;Bahkan engkau melupakan wasiat yang pernah engkau berikan kepada kami.&lt;br /&gt;"Wahai muridku, berdirilah diatas semua golongan, karena Islam adalah rahmatan lil alamin, janganlah engkau berfihak, karena islam tak pernah berfihak kecuali kepada kebenaran Ilahi."&lt;br /&gt;Pak Kyai, setahun lalu saat kami mendengar saudara kami seakidah mengalami musibah dianiaya kaum kafir, kami ingin membantunya, tapi engkau melarang.&lt;br /&gt;Saat kami ingin membela hak kami yang tertindas, engkau membungkam kami.&lt;br /&gt;Engkau hanya membela dan berjuang hanya untuk atasanmu bahkan engkau rela mati untuknya.&lt;br /&gt;Bahkan yang membuat kami menangis, engkau tega memprovokasi teman kami untuk&lt;br /&gt;bertempur melawan kami hanya kami sekarang berbeda pendapat kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kyai...&lt;br /&gt;Bolehkah kami menggugat karomah mu....&lt;br /&gt;Tidak untuk masa lalu...&lt;br /&gt;Tapi untuk hari ini, sejak engkau mempunyai seorang atasan.&lt;br /&gt;sejak engkau menjadi umara di republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-7508644106835049682?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/7508644106835049682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/menggugat-karomah-pak-kyai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7508644106835049682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/7508644106835049682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/menggugat-karomah-pak-kyai.html' title='&quot;Menggugat Karomah Pak Kyai&quot;'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-3242352856254367223</id><published>2009-02-23T20:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T21:17:31.296-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Sebelum Rezeki</title><content type='html'>Tuhan...&lt;br /&gt;Pagi ini Engkau baik sekali kepadaku..&lt;br /&gt;Kau berikan aku nikmat kecil sebelum rezeki pagiku tiba&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaOCoDTnhkI/AAAAAAAAACQ/Qztdz0DJOcM/s1600-h/jali2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaOCoDTnhkI/AAAAAAAAACQ/Qztdz0DJOcM/s320/jali2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306228410566542914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nikmat kecil yang mendesir dihatiku..&lt;br /&gt;Saat melihat sang bayi kecil tersenyum mengantarku pergi..&lt;br /&gt;Selaksa berdoa untuk kelancaran bisnis sang ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak.. berdoalah sebisamu...&lt;br /&gt;Katakan apasaja yang engkau ingin katakan..&lt;br /&gt;Mintalah apapun yang engkau ingin pinta...&lt;br /&gt;Mumpung tak ada jarak antara dirimu dan Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak...&lt;br /&gt;Tenangkan hati ayahmu dengan senyummu..&lt;br /&gt;Gembirakan hati ayahmu dengan doamu..&lt;br /&gt;Dan hapus gurat diwajah ayahmu dengan tertawamu..&lt;br /&gt;Mumpung malaikat masih menjaga disisimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Nak..&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pagi hari menjelang berangkat kerja)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-3242352856254367223?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/3242352856254367223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/sebelum-rezeki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3242352856254367223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/3242352856254367223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/sebelum-rezeki.html' title='Sebelum Rezeki'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaOCoDTnhkI/AAAAAAAAACQ/Qztdz0DJOcM/s72-c/jali2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-2036360199921541272</id><published>2009-02-23T20:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T20:59:26.532-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>Meledek Tuhan</title><content type='html'>Teman..&lt;br /&gt;Aku ingin kamu juga tahu&lt;br /&gt;Ketika aku berdoa meminta kepadaNYA&lt;br /&gt;Menghiba sujud memburai airmata&lt;br /&gt;Beralibi dgn sejuta pengakuan dosa&lt;br /&gt;Merasa sebagai manusia pendurja&lt;br /&gt;Dengan tangis-tangis di sela-sela selaput mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusulam jari kurangkai pinta&lt;br /&gt;Kutengadah telapak tangan kelangit&lt;br /&gt;Mengharap rahmat turun dari sisinya&lt;br /&gt;Berprasangka sebagai orang suci yang pantas diterima..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama hari kembali sendiri...&lt;br /&gt;Sang pendoa diberi nikmat kembali&lt;br /&gt;Nikmat sedikit yang membutakan mata...&lt;br /&gt;Lalu kembali merangkul dosa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman...&lt;br /&gt;Aku ingin engkau bantu aku..&lt;br /&gt;Bantu aku meminta maafku..&lt;br /&gt;Aku malu kepadaNYA..&lt;br /&gt;Yang sering meledek dalam do'a dan nyata ku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-2036360199921541272?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/2036360199921541272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/meledek-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2036360199921541272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/2036360199921541272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/meledek-tuhan.html' title='Meledek Tuhan'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8150395723530676917.post-1630481480442617464</id><published>2009-02-23T19:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T21:26:28.110-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri'/><title type='text'>The Convergensi Sin</title><content type='html'>Sahabat...&lt;br /&gt;Sudah lebih dari tiga puluh lima tahun usia ini terjalani&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa dibanggakan&lt;br /&gt;Tak ada pula yang bisa di sesalkan&lt;br /&gt;Semua sudah berlalu&lt;br /&gt;Tinggal kenangan yang harus dipertangungjawabkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat...&lt;br /&gt;Ketika engkau merasa hidup, pernahkah engkau merasa begitu berguna...&lt;br /&gt;atau..&lt;br /&gt;Ketika engkau merasa ajalmu sudah dekat, pernahkan engkau merasa hidupmu ini sia-sia...&lt;br /&gt;Itulah yang aku alami dari separuh perjalanan hidup ini...&lt;br /&gt;Aku merasa, semakin hari semakin berat beban dosa yang aku lakukan,&lt;br /&gt;Semakin berat juga jalan-jalan yang harus aku lakukan..&lt;br /&gt;Demi sepotong mimpi..&lt;br /&gt;Sepotong mimpi yang membuat kegelisahan hidup membuncah nyaris pecahkan dada.&lt;br /&gt;Mimpi tentang anak manusia yang ingin hidup bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaOEoLZ_nTI/AAAAAAAAACg/stiEa_uCXR4/s1600-h/awan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 223px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaOEoLZ_nTI/AAAAAAAAACg/stiEa_uCXR4/s320/awan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306230611764026674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sahabat...&lt;br /&gt;Dalam siang dan malam dan dalam gelap dan terang...&lt;br /&gt;Aku merasa tak ada yang bertambah dalam timbangan kebajikan milikku..&lt;br /&gt;Kalaupun ada selalu hilang tersapu angin gibah dan kedengkian hatiku..&lt;br /&gt;Terhadap mereka yang bernasib beruntung...&lt;br /&gt;Dikarunia Allah hidup sejahtera dan damai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;Bukannya aku ingin menggugat takdir...&lt;br /&gt;Tetapi hanya pertanyakan sampai kapan kah semua ini akan berakhir..&lt;br /&gt;Ketika jiwa ini selalu saja gelisah meskipun dahi telah hitam oleh sujud-sujud malam..&lt;br /&gt;Tatkala datang pertanyaan tentang takdir itu sendiri...&lt;br /&gt;Apakah Ujian, cobaan ataupun azab yang datang..&lt;br /&gt;Ataukah Tuhan mempunyai cara yang berbeda...&lt;br /&gt;Bagaimana menyayangi umatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8150395723530676917-1630481480442617464?l=rojalidahlan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/feeds/1630481480442617464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/konvergensi-sin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1630481480442617464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8150395723530676917/posts/default/1630481480442617464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/02/konvergensi-sin.html' title='The Convergensi Sin'/><author><name>RojaliDahlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08115064343158701521</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SuAMrNxJCoI/AAAAAAAAAJI/Ai1xi0DON_o/S220/PhotoFunia-6500cf.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RNDp___4wPg/SaOEoLZ_nTI/AAAAAAAAACg/stiEa_uCXR4/s72-c/awan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
