Kamis, 23 Juli 2009

Yang tersendiri (Saat jiwa terasa rapuh)

Manusia...
Dalam perjalanannya sebagai hamba
Tiada saat yang selalu bahagia
Tiada pula saat yang selalu menyenangkan hati
Begitu pula sebaliknya
Tiada saat yang selalu menderita
Tiada saat pula yang selalu merana

Ia datang seperti siang dan pergi seperti malam
Ia kadang di barat, kadang pula di timur
Kadang di utara dan kadang di selatan
Kadang mengulum senyum
Kadang menarik air mata
Kadang membuat tertawa
Kadang membelalakan mata

Ketika mentari bersinar terang dan bahagia datang,
Saat-saat senyum mengulum, hati merekah dan jiwa bahagia
Tiada beban yang menggayut lengan dan membungkukan badan
Dunia terasa lapang dan kegembiraan mencengkeram
Semua manusia pasti sanggup melewatinya,

Tapi bagaimana saat kegelapan datang mencengkeram
Saat jiwa rapuh hati merana dan dunia terasa sempit
Saat nikmat seolah-olah tercerabut dari dasar tubuh
Saat rahmat seolah-olah menghilang dan menjauh perlahan
Sanggupkan manusia melewati masa-masa itu

Ia yang dulu kekar dan perkasa
Kini lemah di pembaringan tak berdaya
Tubuh perkasa kini mulai renta dimakan usia
Teman-teman pergi satu persatu meninggalkan kenangan
Sanak family mulai menghilang dalam kesibukan
Anak wanita pun pergi dibawa orang yang mencintainya
Dan Anak lelakipun tersandera keluarganya,

Wahai jiwa,
Kemana engkau akan mengadu
Dimanakah kecongkakan masa muda mu,
Dimana kecantikan dan ketampanan parasmu
Saat kulit mengeriput dan wajahmu mengerut,
Apakah yang engkau banggakan kini?

Saat hati tersadar bahwa yang ada hanya kenangan,
Yang ada hanya penyesalan dan penyesalan
Masa-masa muda terlewati begitu saja
Amal-amal baik selalu tertunda dan tertunda
Seluruh hidup hanya habis ternoda, separuh nyawa hanya habis tersia-sia

Kini
Dipembaringan ini, jiwa merintih dan hati menangis
Air mata mengalir deras tak henti-henti
Mengingat dosa-dosa masa silam
Mengingat semua perbuatan terlanjur kelam

Saat jiwa rapuh dan hati menyendiri
Kepada siapa lagi diri ini memohon ampun
Selain kepada sang pemilik jiwa
Meminta rahmat dan kasih sayangNYA
Di rintihan-rintihan nafas yang tersenggal-senggal
Di untaian terakhir bulir hidup yang tersisa
Mudah-mudahan mendapat berkah dan sejahtera
Dengan taubatan nasuha...

1 komentar: