Jumat, 18 September 2009

Yang Datang, Yang Pergi dan Yang Kembali

Ramadhan,
Pagi ini adalah pagi terakhir engkau hadir dibumi untuk tahun ini,
Engkau sambangi rumah-rumah kami
Engkau bangunkan kami pada sepertiga malam
Engkau ceriakan anak-anak kami
Engkau senyumkan bibir-bibir kering kami
Engkau ramaikan masjid-masjid kami
Engkau ringankan tangan-tangan kami
Engkau luruhkan kerasnya hati kami
Engkau basahi pipi-pipi kami
Engkau lembutkan sujud-sujud kami
Dan engkau sibukan hati-hati kami dengan seruan mu
Dalam ibadah kepadaNYA.
Kini,
Engkau pergi dengan segala takdir
Demi sunnatullah yang harus terjaga
Sebab sang Fitri akan hadir menggantikanmu
Sebab sang fajar baru akan datang menghampiri bumi.

Ramadhan,
Maafkan kami
Kalau penyambutan kami kepadamu terasa hambar
Kalau suguhan kami tak terasa istimewa
Kalau jamuan kami tak sesuai harapan
Kalau kami senantiasa hanya sibuk dengan urusan kami
Dan kalau kami senantiasa hampir tak menyadari kehadiran mu

Jikalau bukan karena keceriaan sahur dan berbuka itu
Niscaya engkau pasti terlupakan
Sedang engkau datang hanya untuk kebahagiaan kami
Sedang engkau hadir karena kasih sayang Tuhan kami.

Ramadhan,
Jangan kau pergi untuk tak kembali
Jangan kau pergi hanya untuk mengganti masa
Sampaikan salam kami kepada Rabb mu,
Agar mengijinkan engkau untuk bertamu kembali
Di tahun depan nanti

Ramadhan
Terimakasih atas kebersamaan selama satu bulan ini
Meski hari-hari kami tak seperti matahari
Yang senantiasa berkilau dengan tahlil, tahmid dan tasbih
Yang senantiasa bersinar dalam cahaya keimanan
Tapi,
Setidaknya hari-hari kami itu
Menjadi lentera yang berkelap-kelip
Sekedar menerangi gelapnya malam
Sekedar menghantar petunjuk jalan…

Ramadhan
Sebelum kami meminta maaf kepada manusia
Sebelum hati kami meminta keikhlasan hati manusia
Kami memohon maaf kepada dirimu dahulu
Kami mohon maaf atas kekhilafan kami dalam menyambutmu
Kami mohon maaf atas kesalahan kami menjamumu
Semoga engkau tak marah atas usaha-usaha kami
Semoga engkau masih sudi menyambangi kami
Meskipun kami tahu
Hadirmu adalah untuk melahirkan diri kami kembali
Kedatangan mu adalah untuk menyambut fitrah kami kembali
Dan kepergianmu adalah untuk jiwa-jiwa mereka yang ingin kembali
Jiwa yang ingin kembali kepada fitrah sejati
Dalam naungan kasih illahi robbi.

Taqqoballahu minna waminkum
Shiyaamana wa shiyaamakum
Taqqoballahu yaa kariim….

1 komentar:

  1. Walau tangan tak sempat berjabat, Walau Muka tak saling bertatap, Dari lubuk hati yang paling dalam berucap lirih Taqobalallahu Minna wa Minkum Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Andri & Keluarga

    BalasHapus