Minggu, 07 Maret 2010

Cinta yang tak pernah memudar

Ku rebahkan tubuh mungilnya perlahan pada tempat tidur itu
Ku sangga kepalanya dengan bantal
Ku kecup dahi kecilnya
Ku usap rambutnya dengan untaian doa..

Nak,
Aku tahu engkau pernah membuat kami marah
Engkau pernah memecahkan gelas kesayangan ibu
Engkau pernah merobek kertas kerja milik ayah
Bahkan engkau pernah nyaris meruntuhkan rumah ini,
Tapi kemarahan kami bukan karena kami benci kamu,
Kemarahan kami karena kami kurang sabar dalam menghadapimu...

Nak,
Senakal apapun kamu,
Sebandel apapun kamu,
Semua itu adalah masa yang harus kita lalui seperti masa yg selalu berulang dalam ikatan zaman,
Semua kenakalan dan kebandelan kamu,
Justru mengingatkan kami pada almarhum kakek dan nenekmu,
Betapa mereka ternyata lebih sabar menghadapi ayahmu,
Dibandingkan kami menghadapi ulah kamu.

Nak,
Jalan panjang masih membentang dihadapanmu,
Krikil-krikil tajam akan menghambat langkah kakimu,
Tawa dan tangis akan menunggumu dalam setiap persimpangan,
Kuatkanlah langkah kakimu dan tegakkanlah badan dan kepalamu,
Penuhi jiwamu dengan muroqobatullah, dan berkariblah dengan pencipta dirimu..
Sebab hanya DIA yang pantas engkau jadikan sahabat karib, dalam sedih atau senangmu,
Dalam duka atau tawamu...
Sementara itu, hanya doa-doa yang bisa kami panjatkan..
untuk menemani hari-hari panjang mu itu..

Nak, aku tahu...
Suatu saat engkau akan sendiri...
Engkau akan membawa pergi dirimu mengikuti mata angin dimana cita-citamu akan kau labuhkan..
Engkau akan meretas jalan hidupmu sendiri..
Bila ayah dan ibumu masih menjumpai mu saat itu..
Ayah akan menopangmu sekuat kaki ayah,
Dan ibumu akan memelukmu dengan kehangatan kasihnya..
Sementara jika tak ada kami disisimu..
Maka ada Allah yang akan menjaga dirimu selalu..

Nak,
Tangisanmu di pelukan ibumu,
Atau manja-mu di bahu ayah,
Masih tak seberapa indah dibanding dengan tangisanmu pada sajadah panjang,
Atau manja-mu dalam khusyuknya ibadah malam,
Sebab disana engkau akan menemukan kedamaian sesungguhnya,
Sebab engkau akan menemukan cinta sesungguhnya..
Cinta yang tak akan pernah memudar..
Meski ayah dan ibumu pergi meninggalkanmu..
Meski ayah dan ibumu tak ada lagi disamping mu..
---
Ku kecup sekali lagi keningnya,
Ku usap kembali pipinya yang basah oleh bulir airmata yg jatuh,
Ku rapihkan kain selimut yang menutupi tubuhnya,
Sambil beranjak aku bergumam dalam doa,
Semoga Tuhan selalu menjaganya..
Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar