Senin, 02 Maret 2009

Cermin Terbalik


Kita...
Tak Pernah tahu akan dosa..
Sampai kita berkaca..
Akan masa lalu..


Kita..
Tak Pernah tahu akan kesalahan masa lalu..
Sampai kita berkaca..
Pada cermin itu..

Tapi..
Bagaimana kita berkaca..
Jika cermin yang kita pakai itu ternyata terbalik..
Membelakangi kita..

Tuhan..
Sungguh besarkah dosa kita..
Sampai cermin pun enggan merefleksi kita..
Sampai kristalnya pun enggan memantulkan wajah kita..

Wahai Cermin..
Apa yang membuat engkau enggan memantulkan wajah kami..
Apa Salah kami sehingga engkau begitu menghindari rupa kami..
Duhai cermin..
Aku ingin menghisab diri dengan keberadaanmu..
Dan aku ingin bermuhasabah dengan pertolonganmu..

Jawab Cermin..
"Aku tidak terbalik kawan.."
"Aku tetap seperti dulu.."
"Yang engkau lihat seperti ini adalah muka depan ku yg tertutupi oleh tebalnya kotoran-kotoran dan debu yang menempel yang sejak lama telah lupa engkau bersihkan.."
"Bagaimana engkau bisa berkaca, jika engkau tidak membersihkan diriku dulu"

"Kawan.."
"Aku ini ibarat hatimu yg telah berkarat.."
"Bagaimana mungkin engkau bisa menghisab diri"
"Sedang hatimu telah karat oleh tebalnya debu kemaksiatan"
"Bagaimana mungkin engkau bisa bermuhasabah"
"Sedang jiwamu tercampur kotor air kesombongan"

"Kawan"
"Jika hatimu bersih dan bersinar.."
"Tak perlulah engkau cermin itu.."
"Sebab engkau sendirilah yang akan menjadi cermin.."
"Cermin bagi kehidupan manusia sekelilingmu.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar